Pernikahan Yang Tak Diinginkan

Pernikahan Yang Tak Diinginkan
Buket bunga


__ADS_3

Marfin bergegas pergi meninggalkan wanita yang ia temui.


ia masuk kedalam mobil dengan wajah murung seperti menanggung banyak beban di kepalanya, sesekali ia melihat ponselnya kemudian meletakkannya kembali, lalu merebahkan tubuhnya di sandaran kursi. " sekretaris leo memberanikan diri bertanya walaupun ia tau Marfin tidak suka di tanya apabila terlihat kesal.


" tuan... apakah tuan baik baik saja? tanya sekretaris leo.


" percepat kecepatan mobilnya.ucap Marfin.


Baik tuan...jawab sekretaris leo.


kemudian sekretaris leo


memacu mobilnya dengan kecepatan penuh.


tiba tiba Marfin meminta sekretaris leo menghentikan mobilnya ia seperti melihat sesuatu.


" stop... stop. parkir sebelah sana . pinta Marfin menunjukkan tempat.


Leo memarkirkan mobilnya, kemudian ia turun dan membukakan pintu marfin.


Marfin melebarkan langkah kakinya menuju kesebuah toko di ikuti Sekretaris leo.


" pilihkan bunga untuk nona Alika. pinta Marfin kepada sekretaris leo dengan datar.


" tapi saya tidak tau kesukaan bunga atau warna kesukaan nona, jawab sekretaris leo tersenyum.


" terserah kau pilihkan saja. pinta Marfin.


tiba tiba seorang wanita membawakan buket bunga Mawar merah ke hadapan Marfin kemudian menyodorkannya kepada Leo.


wanita itu tersenyum manis kepada Marfin dan sekretarisnya. wanita itu adalah Tiara.


" pasti istrimu suka dengan bunga itu. ucap Tiara.


" siall ...


mengapa dia ada disini, Batin Marfin.


" tidakk....istriku tidak suka dengan bunga ini.

__ADS_1


Marfin mengambil bunga yang di berikan oleh Tiara kepada sekretaris leo dan mengembalikannya kepada Tiara.


dia mengambil salah satu buket bunga dan langsung membawanya kedalam mobil dan sekretaris leo kemudian kekasir untuk membayar bunga yang di bawa Marfin.


sekretaris leo menatap sinis tiara menunjukkan rasa tidak sukanya.


Tiara membalasnya dengan senyum jahat, ia menatap keduanya terlihat begitu tidak menyukainya.


beberapa menit kemudian....


mobil sampai di kediaman Marfin wijaya,


seorang laki laki buru buru membukakan pintu gerbang, dan terlihat seorang pelayan membukakan pintu.


dengan langkah cepat Marfin menghampiri ibunya , Alika, dan jee yang berada di ruang keluarga.


salah seorang kepala pelayan berdiri di samping mereka.


jee berdiri melihat Marfin ia langsung melebarkan senyumnya.dan merangkul Saudaranya tersebut.


Bagaimana kabarmu, tanya jee.


Marfin masih berdiri didepan mereka. sekretaris leo di belakangnya menggenggam buket bunga yang di belinya tadi bersama Marfin.


kemudian Marfin duduk bersama mereka , sekretaris leo berdiri di samping Marfin.


beberapa menit mereka berbincang kemudian Marfin meminta izin untuk membawa istrinya .


Marfin menggenggam erat tangan istrinya menaiki anak tangga di ikuti sekretaris leo.


tiba di depan pintu kamar Marfin menghentikan langkahnya. kemudian


leo memberikan buket bunga yang ada ditangannya kepada Marfin.


ini bunganya tuan.. Marfin sedikit membungkukkan badannya kemudian ia menuruni anak tangga.


Marfin masih menggenggam tangan istrinya dan tangan sebelahnya memegang bunga.


ceklakk....

__ADS_1


Marfin membuka pintu dan melepaskan genggaman tangannya.


didalam kamar nan bersih, indah, luas terdapat beberapa lemari besar di dalamnya, Ranjang yang luas kasur yang empuk, sofa, balkon yang di lengkapi taman bunga di samping kamarnya menambah nuansa keindahan di dalamnya.


Mulutnya terkunci,ia menatap hangat istrinya.


Ada apa? bunga itu? tanya Alika menunjuk ke pada bunga yang Marfin sembunyikan di belakang punggungnya.


tangannya berat memberikannya, perlahan lahan ia mengeluarkan buket bunga dari belakang punggungnya kemudian memberikannya kepada Alika .


ini untukmu? ucap Marfin datar.


Alika tertawa lebar melihat ekspresi suaminya tersebut.


Marfin semakin salah tingkah di buatnya,


" *Apa aku berlebihan memberinya bunga, tapi aku ingin menunjukkan sedikit sikap romantis ku, Batin Marfin.


Bunga ini..... Alika kembali tertawa.


Apa yang lucu? bukankah wanita suka bunga. Marfin mengerutkan keningnya. sambil menarik kembali bunga yang ia berikan kepada Alika.


" yasudahhh...kembalikan.


eeee..... jangann , aku hanya becanda. Alika mencubit lengan suaminya sedikit menggoda.


Alika senyum menatap suaminya. kemudian melingkarkan lengannya di pinggang suaminya.


Ada apa? kau memberiku bunga tuan. ucap Alika tersenyum manja.


" gadis bodoh.... Marfin mencubit pipi Alika.


" jangan percaya diri. itu bunga dari sekretaris Leo, dia yang membelikannya untuk mu.


ucap Marfin datar.sengaja membuat Alika kesal.


dan ya berhasil ,Alika kesal dibuatnya lalu memajukan bibirnya, perlahan melepas lingkaran tangannya*.


"

__ADS_1


__ADS_2