
****
*aku sudah baik baik saja, dan tuan bisa pulang. ucap Dea kepada Leo , mereka masih diruang tamu sedang bersantai.
" tuan tidak memintaku pulang, saya harus menjaga nona. Leo mengerutkan keningnya seolah tidak senang dengan permintaan Marfin.
" sudah tidak apa apa jangan mengkhawatirkan aku. aku baik baik saja lihat.
Dea yang bertubuh mungil, berwajahkan imut kemudian berdiri memutarkan badannya seolah meyakinkan pada Leo bahwa dirinya baik baik saja.
" *lihatlah tuan, aku baik baik saja.
aku berjanji padamu untuk tidak akan lagi macam macam. ia mengacungkan jari kelingkingnya kepada leo dengan senyuman manisnya .
leo tampak tersenyum lebar melihat ekspresi gadis itu, nampak rasa senang terlihat di wajahnya, dengan ragu ragu ia membalas jari kelingking mungil Dea.
"janji? ucap Leo.
" iya janji. jawab Dea
" tidurlah nona. saya akan tidur di sini. ucap Marfin tersenyum.
kemudian Dea kembali duduk di sampingnya.
baiklah , jawab Dea tersenyum.
" oh iya, besok pagi pagi sekali mungkin aku sudah pergi , barang kali nona masih tidur.dan yan seperti permintaan tuan, besok akan ada security yang datang kemari. jika kriterianya tidak sesuai menurut nona , saya akan cari yang lebih baik lagi. kata Leo
" oh iya, soal itu. saya serahkan pada tuan Leo saja. Dea mengatakan.
Dea kemudian berdiri.
" selamat malam tuan. ucap Dea tersenyum manis.
"malam nona, jawab leo dengan mengadahkan wajahnya kepada Dea yg tengah berdiri di hadapannya.
" dia tampak baik baik saja hari ini, semoga tidak akan berubah. ucap Leo didalam hati.
ke esokan paginya.
sepertinya ini alamat yang tuan berikan. ucap seorang laki laki ketika melihat pesan Marfin yang berisikan alamat .
namun nampak gerbang masih terkunci.
" tinnn.... tinnn.....tinn....ivan membunyikan klakson berkali kali
kemudian ia turun dari mobilnya untuk memastikan kebenaran alamatnya.
beberapa menit kemudian bu leni berlari kecil kearah gerbang .
" mau bertemu siapa tuan?
tanya bu leni di balik gerbang.
" tuan Marfin?...ii....
" oh benar, sebentar saya bukakan gerbang dulu tuan. kat Bu leni
belum sempat Ivan melanjutkan perkataannya. namun dengan menyebut nama tuan Marfin bu leni langsung paham.
" silahkan tuan, Ucap bu leni mempersilahkan ivan masuk dan memboyongnya ke ruang tamu .
ivan menemukan Leo masih tertidur pulas dengan melipat tangannya.
" pak le...pak lee ... bangun ..bangun ivan menepuk pelan paha leo.
seketika Leo terperanjak .
" *kau sudah disini, jam berapa ini.
leo melihat jam tangan yang ia kenakan.
" hah jam 8 ?
oh ya ampun,( ia menepuk kasar keningnya ) tuan ada jadwal meeting bersama presdir Perusahaan X jam 10 nanti.
Leo kemudian duduk perlahan mengumpulkan nyawa nyawa yang mungkin belum terkumpul karna bangun yang mendadak dan kantuk yang masih menyergapnya.
" tuan sarapan dulu , suara Dea lantang namun lembut terdengar di telinga Leo dan ivan.
__ADS_1
Leo kemudian menghampiri Dea yang tengah sibuk menyiapkan sarapan untuknya.
"*nona buat sarapan apa? tanyanya seraya melongokkan wajahnya pada makanan yang tersaji.
" ini sarapan atau makan siang. Gumam Leo di dalam hati, mengingat kebiasaan ia hanya makan beberapa lapis ropi dan susu pada pagi hari.
" nona masak banyak sekali? aku terburu buru kekantor. kata Leo.
" oh sebentar. Dea kemudian mengambil rantang susun dan memasukkan beberapa makanan yang ia buat.
" ini untuk makan siang di kantor. kata Dea.
" emmm ...tidak usah. Biar saja nanti aku bisa membelinya. jawab Leo sambil melahap makanan yang tersedia di meja.
" duduk tuan, pinta Dea.
" bukankah tuan belum mandi. Dea tertawa kecil melihat Leo yang sudah lahap makan.
" hah? Leo menatap Dea.
biar... aku buru buru. aku akan mandi di kantor. jawabnya kemudian meneruskan melahap makanannya.
" oh ya tuan, makanan ini jika tuan tidak keberatan tolong berikan pada tuan Marfin ya. kata Dea .
" hem , jadi bukan untukku. gumam Leo didalam hati.
wahhh... pak Lee. makan tidak mau mengajak saya. Kata ivan yang kemudian menghampirinya.
" oh sialahkan duduk Tuan. kata Dea kepada ivan.
" wahh.... apakah nona yang memasak semua ini? ucap ivan.
Dea tersenyum. kemudian ia duduk di kursi yang berhadapan dengan Leo.
ivan langsung duduk . kemudian Dea menyodorkan piring kepada ivan.
" terimakasih nona cantik.
ivan tersenyum dengan mata genit.
" heyy... cepat makan. Kata Leo dengan tatapan tajam kepada ivan.
ia memasukkan satu persatu hidangan yang ada di depan matanya.
" ngomong ngomong pak Lee, siapa wanita cantik ini? tanya ivan di sela sela makan.
" aku....? Dea menunjukkan jari kepada dirinya sendiri.
" ia? apakah nona ini kekasihnya pak Lee?
uhukk..uhukk.
minum tuan, Dea dengan sigap menuangkan air kedalam gelas dan menyerahkannya kepada Leo.
" terimakasih. ucap Leo.
***
tok...tokk..
Masuk .. ucap Marfin mendengar suara pintu ruangan kerjanya di ketuk.
Leo memasuki rungan Marfin dengan rantang yang ia bawa.
" *apa itu? tanya Marfin yang sibuk dengan laptopnya.
" ini tuan, makanan dari nona Dea. jawab Leo kemudian ia menaruh makanan tersebut di ruang tamu yang ada di ruang kerja Marfin.
" Dea masak? Marfin menghentikan kesibukannya di laptop kemudian menghampiri leo dan membuka rantang yang berisikan makanan tersebut.
" ini masakan Dea? tanyanya Lagi setelah melihat masakannya.
" iya tuan, dia membawakannya untuk tuan. ucap Leo.
ho'o... Marfin menutup kembali rantang tersebut dan kembali ke meja kerjanya.
" apa jadwalku hari ini? tanya Marfin.
sebentar lagi kita ada meeting bersama presedir perusahaan X tuan, tepat jam 10.kata Leo tegas.
__ADS_1
" hemm.... Marfin masih sibuk dengan laptopnya.
*******
*sedang apa sayang? tanya Bu risma kepada Alika yang sibuk dengan masakannya.
" ini bu, aku masakkan sup ayam kesukaan ibu.
" kenapa harus repot sayang? biar pelayan saja yang buatkan. ucap Bu risma yang memperhatikan menantunya sibuk tersebut.
ia non, biar saya saja . pinta kepala pelayan ( Rasti) yang ada di dapur menemani Alika.
" tidak, inikan special dari menantu ibu.
hehe... Alika tersenyum manja.
" yasudah kalo begitu. ibu tinggal ya, ibu mau keluar arisan sama temen temen. ucap Bu risma yang kemudian meninggalkan Alika dan kesibukannya.
beberpa menit kemudian masakan yang ia buat siap di hidangkan.
" emmm, bagaimana jika aku ke kantor mas Marfin aja, kasih surprise untuknya,dia pasti akan senang. gumam Alika tersenyum.
" kenapa non, tanya Rasti.
" tidak apa apa... jawab Alika.
" hemm ... tapi enak tidak ya masakannya.
bagaimana jika tidak enak. Alika mengerutkan kening.
" Ras, bagaimana menurutmu rasanya. enak tidak? tanya Alika pelan.
" coba saya cicip. Rasti mengambil sup ayam yang di masak Alika.
" emmm.... enak kok non, non pandai sekali memang memasak.Ucap Rasti sambil mengacungkan kedua ibu jarinya.
" yakinnn... ? ucap Alika yang memiringkan kepalanya dan tersenyum kecut kepada Rasti seolah tidak yakin dengan pujian yang Rasti katakan.
" serius non . Rasti kembali mengacungkan ibu jarinya sambil tersenyum.
huhh... Alika menghela nafas.
" semoga saja Dia suka dengan masakanku.Batin Alika.
dengan perasaan tak menentu, Alika kemudian memasukkan masakan yang ia buat kedalam rantang susun .
ia kemudian merogoh saku celananya dan mengambil handphonenya.
"my husband "
klik....
memanggil my husband.
suara panggilan berbunyi.
" halo, ada apa? jawab Marfin disana.
" emmm.... makan siang jam berapa?
" jam 12. jawab Marfin singkat.
" oh yasudah. Alika terdengar tak bersemangat.
" kenapa? tanya Marfin lagi.
" lagi sibuk ya? tanya Alika.
" tentu saja? ini sebentar lagi mau meeting. ucap Marfin.
" baiklah. jawab Alika.
" jangan lupa Makan ya. ucap Marfin kembali.
" oke...
" by. ucap Marfin.
kemudian pembicaraanpun ditutup.
__ADS_1
"baiklah aku akan kesana tepat jam 12. ucap Alika tersenyum kemudian ia meninggalkan rantang yang sudah berisi makan siang di dapur. ia sendiri ke kamar mempersiapkan diri untuk menemui suaminya*.