Pernikahan Yang Tak Diinginkan

Pernikahan Yang Tak Diinginkan
57....


__ADS_3

****


beberapa minggu kemudian,


seorang wanita parubaya yang masih cantik bergaya modern itu turun dari mobilnya, ia berjalan mendekati pintu dan membunyikan bel yang terpasang disana.


"siapa ya? tanya Dea setelah membuka pintu.


wanita itu menelisir Dea dari ujung rambut hingga ujung kepala kemudian tersenyum setelahnya.


ia kemudian memasuki rumah dan melewati Dea, dilihatnya bi ina sedang mengurus bayi, ia menghampiri keduanya.


sementara itu, Dea masih bingung siapa wanita itu mengapa beraninya masuk kerumah orang dengan cara tidak sopan,batinnya menggerutu.


"nyonya? siapa nyonya? tanya dea.


" aku adalah Risma wijaya, istri dari Anton wijaya dan ibunda dari Marfin wijaya, perkenalkan? Bu risma mengulurkan tangannya kemudian tersenyum.


"oh tidak.. mengapa dia kemari? bagaimana dia tahu? apa yang harus aku lakukan? bagaimana jika dia mengusirku? batin Dea, tubuhnya menjadi kaku mendengar pengakuan wanita yang kini berdiri di hadapannya,bibirnya bergetar tak mampu berkata kata, matanya membulat sempurna namun dengan tatapan kosong.


"apa dia anakmu? tanya bu Risma sembari menunjuk Bayinya.


"i..iyaya nyonya, jawab Dea gugup.


" anak siapa dia? tanya Bu Risma yang membuat tubuh Dea semakin bergetar.


"anakku nyonya? jawab Dea.


"iya, tapi siapa ayahnya? bu Risma tanpa basa basi.


" i... itu.... jawab dea gugup.


bu Risma tersenyum miring melihat wajah gugup yang diperlihatkan oleh Dea,


" bagaimana anakku bisa berpaling kepada wanita yang bahkan tidak tau ayah dari anaknya sendiri, bagaimana? tanya Bu risma santai.


" tidak bu, itu tidak benar... Saya dan Tuan tidak ada hubungan apa apa, sungguh nyonya,kata Dea.


"kau orang miskin, jika aku mengusirmu maka kau akan menjadi gelandangan,jadi dengar baik baik, jauhi anakku... ancam Bu Risma.


badan dea semakin gemetar saja, rasa takut dalam dirinya semakin bertambah saat bu risma berjalan semakin mendekatinya namun lagi lagi bu risma tersenyum, kali ini ia tertuju kepada putri cantik yang berada di gendongan bu ina.


" cantik sekali sayang? ucap bi ina kemudian mencium pipi putri tersebut.


"dengarkan baik baik, meski kalian saling mencintai aku tidak akan merestui hubungan kalian berdua, sebab kalian sudah menyakiti hati menantuku, ucap bu Risma.


Dea tertunduk mendengar ucapan bu Risma, matanya perih seperti ada yang memasukkan pasir kedalamnya, ia berusaha keras menampung air mata disana agar tak jatuh di pipinya.


bu Risma tersenyum puas melihat wajah Dea yang memerah dan mata yang sekali kejap saja akan jatuh air dari sana, kemudian ia melenggang pergi meninggalkan kediaman Dea dengan langkah anggunnya,


selepas kepergian bu Risma,Dea masih terpaku di sana, lamunannya semakin jauh ,air matanyapun yang sedari tadi terbendung akhirnya jatuh juga kepipinya.


"nona? apakah nona baik baik saja? tanya bu ina.


"iya, aku baik baik saja, kata Dea kemudian mengusap airmatanya dan bergegas pergi kekamarnya.


*******

__ADS_1


sementara itu di sebuah ruangan Marfin tampak terlihat duduk sedang gelisah dengan ponselnya.


lagi lagi nomor Alika tidak dapat di hubungi, entah dimana Alika berada? mengapa sulit melacak keberadaannya, siapa yang melindunginya?


Marfin kemudian menerima laporan dari leo,


"ia tuan, dari informasi yang saya dapat, nona Alika terakhir sebelum menghilang ia sempat pergi kerumah sakit X menemui dokter kandungan, ucapnya.


Marfin berdiri terkejut mendengar apa yang di katakan leo,


"kedokter kandungan,apa maksudmu? tanya Marfin memastikan prasangkanya.


"iya tuan, dari informasi dokter, benar nona Alika hamil pada saat itu, ia mengandung anak tuan, ucap leo menjelaskan.


"hahaa.... tawa getir terdengar, seolah ia tak percaya dengan apa yang dikatakan leo.


"jadi, alika hamil? anakku?


Marfin kembali duduk dan mengusap wajahnya, ia semakin prustasi.


Marfin kemudian mengakhiri obrolannya, ia mencerna apa yang di katakan leo.


hatinya terpukul sangat keras,


"bagaimana mungkin dia pergi membawa anakku ! arghhh.....


ia kembali mengirim pesan kepada leo,


" lakukan apa saja agar alika bisa segera di temukan, perintah Marfin.


*****


"Mau apa kemari? tanya bu tety melipat kedua tangannya, ia tak menawarkan Marfin masuk kedalam rumah.


"bibi, aku mohon bi, tolong beritahu aku di mana Alika? bi aku mohon bi... ucap Marfin merayu sembari memegangi tangan bu tety.


sementara dari dalam teedengar suara pak Adi,


"siapa bu? kenapa tidak diajak masuk, teriak pak Adi.


"bukan siapa siapa pak, dia cuma sebentar mampir kok pak, jawab bu tety.


suara kaki pak adi mendekati keduanya,


"eh tuan? kok di luar aja, ayo silahkan masuk. pak Adi menawarkan.


"ibu ini bagaimana? menantu kita kok bukan siapa siapa, kata pak Adi.


terserah bapak sajalah, kata bu tety kemudian masuk terlebih dahulu.


****


"jadi, ada apa kemari?tanya pak Adi memulai pembicaraan.


" soal alika paman, di mana alika paman?


"paman, tidak tahu,tegas pak adi.

__ADS_1


"bu.... cepat, mana minumnya, teriak pak adi.


bu tetypun datang dengan membawa nampan beserta minuman kemudian di letakkan di atas meja.


" lagian untuk apa bertanya tentang Alika, tuan inikan orang kaya, bisa dapatkan wanita mana saja yang tuan mau, sudahlah tuan jangan fikirkan dia, dia akan lebih baik jika tidak dengan tuan, kata bu tety sembari menyuguhkan air kedalam gelas.


"bu sudah... sudah, ibu kedapur aja ,biar bapak aja yang bicara. kata pak adi mengelus punggung istrinya.


dengan senyum kecut akhirnya bu tety mengikuti perintah suaminya.


"tuan? bagaimana bisa membuat istri tuan meninggalkan tuan? tanya pak adi.


Marfin tertawa miring mendengar berkali kali mendengar namanya di sebut tuan oleh orang yang selama ini ia anggap mertua, mengapa seperti bicara dengan orang asing, begitu bencikah kalian padaku?


wajah prustasi Marfin semakin terlihat saat mendengar kejujuran pak Adi bahwa Alika benar sedang dalam keadaan mengandung anaknya pada saat itu.


setelah puas mendengar kejujuran pak Adi, Marfin kemudian pergi kedalam mobil dan membanting setir dengan amarahnya,ia kemudian pergi ke club untuk minum untuk sekedar mengobati rasa sesal di hatinya.


*****


Marfin kembali kerumah orang tuanya dengan tubuh lemah, leo membopongnya kekamar yang dulu Marfin tempati.


"apa dia mabuk? tanya bu Risma kemudian melepas sepatu juga kaos kaki puteranya.


" iya nyonya, dia sepertinya sedang prustasi nyonya sampai mabuk berat seperti ini.


" kau tahu dia kenapa? tanya bu Risma kepada leo.


" Alikaaa.... Alikaa...suara Marfin terdengar dengan matanya yang masih tertutup.


mendengar nama itu bu Rismapun menghela nafas panjang.


" ini resiko yang harus kamu jalani nak, nikmatilah, kau lebih memilih pecahan kaca di jalan bukan dari pada berlian di dalam rumahmu, Bu Risma masih kesal kemudian meninggalkan mereka berdua di dalam kamar.


pak Anton yang melihat bu Risma mondar mandir gelisah di ruang tamu, ia menghampiri dan menenangkan istrinya.


"yahh.... dia anak kita, tapi dia salah, tapi ibu tidak tega, Bu risma menyenderkan kepalanya di dada pak Anton


******


"non, nona harus banyak istirahat jaga kesehatan, kata nenek sembari menyodorkan irisan buah di dalam piring kepada Alika.


"terimakasih nek, ucap Alika,menerima piring yang di berikan.


assalamu'alaikum....


suara terdengar di luar sana, seorang laki laki tengah berdiri dengan membawa banyak buah di keranjang.


" hey.. bagaimana keadaanmu? tanyanya.


"aku baik kok, jawab Alika.


" jangan kerja lagi ya, aku khawatir loh,kata Alfino.


" engga kok, aku cuma kecapean aja tadi makanya gak bisa masuk kerja, tutur Alika.


" sudah, kamu istirahat aja ya,gak boleh capek capek kerja, saran Alfino.

__ADS_1


senyum di bibir keduanyapun mengembang di wajah masing masing.


__ADS_2