Pernikahan Yang Tak Diinginkan

Pernikahan Yang Tak Diinginkan
sekali lagi


__ADS_3

Alika membuka Mata ketika mendengar suara adzan di ponselnya, di lihatnya tangan suaminya masih memeluknya erat.


Alika berusaha menyingkirkan tangan itu, namun ternyata Tangan itu lebih kuat.


" *mas bangun? Alika memiringkan badannya membisikkan lembut ketelinga suaminya.


Dilihatnya wajah tampan suaminya, sumpah demi apapun wajah itu masih terlihat tampan walau dalam keadaan sedang tidur pulas sekalipun.


Alika terpaku melihat ketampanan asli yang terpancar dari wajah suaminya itu.


ia meraba setiap inci wajah suaminya, Alika begitu menikmati sentuhannya.


" sayang? bangun.... bisik Alika.


Mata Marfin seketika terbuka, ia melihat tangan lembut itu sedang menyentuh pipinya.


Alika perlahan menurunkan tangannya ia seperti takut jika suaminya marah, yah sikap suaminya memang tidak bisa di tebak, kadang manis, baik, bahkan kasar.


" kenapa di tarik? tanya Marfin yang kemudian perlahan menarik tubuhnya kepangkal ranjang mendekati Alika.


" sudah jam berapa ini? tanya Marfin.


" subuh Mas, jawab Alika.


" melakukan itu sebelum solat subuh boleh tidak ya, tanya Marfin sembari memiringkan badannya kearah Alika.


mendengar ucapan Marfin Alika membuka selimutnya dengan wajah tampak canggung ia bergegas dari tempat tidur.


" sudah Mas, ayo kita solat. ajak Alika.


" sudah solat olahraga lagi ya ,kata Marfin merajuk.


"ayo.... Alika menarik tangan suaminya agar berdiri dan membawanya ke ruang mushola.


dengan Mata yang masih terasa kantuk Marfin berjalan di belakang istrinya.


Ruang mushola yang tidak tampak besar namun rapi, terdapat tempat berwudu di sana.


beberapa menit kemudian solat berakhir dengan kedua salam, kemudian keduanya berdoa, bermunajat kepada sang pencipta dan bibir seorang istri solehah menyentuh lembut tangan suaminya.


" tetaplah jadi imam terbaikku Mas. Ucap Alika setelah mencium tangan suaminya.


Marfin tersenyum kemudian menyentuh pangkal kepala istrinya.


setelah selesai solat dan kembali ke kamar, Marfin nampak masih sangat ingin bermanja manja dengan istrinya.


" sayang? sekali lagi ya. pinta Marfin yang berbaring di pangkuan istrinya.


" Mas? buruan mandi. nanti kesiangan loh. Alika mengusap lembut wajah suaminya.


Marfin menahan tangan itu dan beberapa kali menciuminya.


" Mas, ayo bangun. pinta Alika.


" tidak mau. Marfin kembali merajuk dan memiringkan badannya mengarah kepada tubuh Alika.


" pengen itu, Marfin menunjuk bagian tubuh istrinya.


Alika sontak merasa malu dan memalingkan wajahnya.


" Mas, udah. jawab Alika sembari menghempaskan telunjuk suaminya yang berada di bagian sensitifnya.


" sekali lagi, please. Marfin merajuk memohon melipatkan kedua tangannya sembari mengedipkan sebelah matanya.


Alika mengangguk seolah menyetujui permintaaan suaminya.


" yasudah tapi bangun , pinta Alika.


Marfin segera bangun dengan antusias ia kemudian merebahkan tubuh istrinya.


ya , lagi dan lagi Marfin memang ketagihan dengan kemolekan tubuh istrinya yang sexy, mereka tanpak seperti sepasang pengantin baru yang sedang melewati hari hari bahagia.


" Masih kuat kan? tanya Marfin.


" Mas, semalam kamu minta berapa ronde aja. terus sekarang minta lagi. keluh Alika.


" yasudah, Mas tinggal masukin, kamunya diam aja gak usah gerak, gak usah goyang . goda Marfin sembari mencubit hidung istrinya.


Marfin kemudian memulai lagi aksinya, mau tidak mau Alika pun mengikuti gerakan suaminya itu.


meski lelah melayani suaminya semalam, paginya ia harus melayani nafsu suaminya lagi.


*****


Alika tampak sibuk menata Roti untuk sarapan diatas meja makan, tiba tiba di kagetkan oleh sentuhan seseorang pada pinggangnya.


"pagi sayang, terimakasih untuk pagi ini, aku tambah semangat kerjanya. kata Marfin sembari mencium pipi istrinya. Marfin yang sudah siap dengan pakaian kerjanya lengkap dengan tas lengan yang kemudian diletakkanya diatas meja makan.


" pagi Mas, jawab Alika sambil fokus menghidangkan sarapan untuk suaminy.


Alika menarik kursi mempersilahkan suaminya duduk, dengan senyum marfin menerima perlakuan manis istrinya tersebut.

__ADS_1


" sarapan yang banyak mas, kata Alika sembari duduk di samping suaminya menyerahkan Roti yang sudah siap di lahap oleh suaminya.


" nanti pulang mau di beliin apa? tanya Marfin di selasela sarapannya.


" e_em.. ti..tidak Mas. Alika menggerakkan kepalanya.


" kau tidak ingin sesuatu? tanya Marfin.


" tidak Mas, tapi boleh tidak hari ini aku izin keluar. pinta Alika.


" kemana? tanya Marfin.


" jalan jalan sama Ana, aku bosan di dalam ruangan trus. Tutur Alika.


" baiklah, tapi hati hati. oh iya uangnya nanti Mas transfer lagi ya. ucap Marfin.


" emm... aku masih ada uang kok Mas, banyak malah, kartu debit dari mas juga jarang aku pake, trus kartu kredit juga, tapi Mas transfer trus.tutur Alika.


" hah? kamu gak pake ?


" iya mas, buat apa? aku tidak terlalu suka menghamburkan uang kan?


" yasudah, hari ini bersenang senanglah, belanja yang banyak.


setelah selesai sarapan Marfin mengajak Alika melihat mobil baru yang ia hadiahkan.


" wow... keren banget mas. teriak alika menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya ketika melihat lamborgini vaneno berwarna merah di depan matanya.


" Mas makasih ya. ucap Alika sembari memegang tangan suaminya.


" kau ingin mencobanya? tanya Marfin.


" nanti saja mas, biar Ana saja. kata Alika.


" oh yasudah, maaf ya mas tidak bisa menemanimu. kata Marfin.


setelah itu Alika kembali kelantai atas menuju lantai apartemen miliknya dengan penuh rasa bahagia. sementara Marfin pergi kekantor usai mencium kening istrinya.


" kau? Alika? seorang wanita seperti terkejut melihat Alika.


" tiara bukan? tanya Alika.


mereka tak sengaja bertemu di dalam lift.


" kau dan tuan Marfin tinggal di apartemen ini juga, lantai berapa? tanya Tiara menyelidik.


" lantai paling atas.jawab Alika.


" tentu saja nona, Alika memaksakan tersenyum kepada Tiara.


ting... pintu Lift terbuka, tiara meninggalkan Alika dan menuju ke apartemennya.


" sampai jumpa, Tiara melambaikan tangannya.


*****


"Marfin tinggal disini, yaampunn.... gumam tiara.


Tiara seperti bahagia bisa bertemu kembali dengan mantan kekasih yang masih sangat ia cintai itu.


******


" pecat semua karyawan yang terlambat. Marfin meneriaki leo di ruangannya ketika melihat salah satu karyawannya datang terlambat.


" pasang juga pengumuman, telat satu menit saja. aku akan memotong gaji mereka. Tegas Marfin.


" Baik tuan, jawab Leo.


Emm... Marfin mengibaskan tangannya meminta leo meninggalkan ruangannya, sementara dia bermain putar dengan kursinya.


*****


"panggilkan manager HRD kemari. pinta Leo kepada Asistennya.


" pecat, yang tadi pagi datang terlambat. tegas Leo kepada manager HRD setelah mereka bertemu.


" tapi tuan, kata HRD.


" saya tau, tapi ini permintaan direktur. kata Leo menegaskan.


" perketat kembali kedisiplinan perusahaan ini. pinta Leo.


Manager HRD mengangguk mengerti kemudian ia meninggalkan ruangan sekretaris Leo.


****


" pak, tolong jangan pecat saya pak. seorang wanita memohon kepada Manager HRD.


" ada beberapa yang di keluarkan karna sedikit terlambat, saya sangat memaklumi. tapi ini perintah direktur, jadi tidak bisa di ganggu gugat. tutur manager HRD.


" Dasar Direktur sombong, seenaknya pecat orang hanya karna terlambat sedikit. dia tidak tahu bagaimana aku berusaha datang tepat waktu. gerutu seorang wanita karna kehilangan pekerjaannya.

__ADS_1


******


beberapa minggu


jam menunjukkan pukul 6.30 pagi.


uwekk.....uwekk....


Wajah dea tampak terlihat pucat, ia menyandarkan tubuhnya di kamar mandi.


"non ?non tidak apa apa? Bu leni membantu Dea untuk berdiri.


dengan pelan Bu leni membaringkan tubuh lemas Dea ke tempat tidur.


" non mau makan apa? tanya Bu leni.


" nasi padang bi. ucap Dea.


" nasi padang? baiklah bibi akan carikan. bu leni berdiri dan akan bergegas meninggalkan Dea namun tangan dea menghentikannya.


" tapi aku ingin orangnya masak disini bi. pinta Dea.


" maksudnya? tanya bu leni memastikan.


" iya bukan instan bi, tapi orangnya masak disini,tapi yang benar benar orang padang bi . kata Dea.


" maksud nona, bibi harus carikan orang yang bisa masak padang dan membawakannya kemari,gitu non. tanya Bu leni.


Dea mengangguk, bu leni menepak kasar keningnya.


" baiklah non, akan bibi usahakan. kata bu leni.


bu leni kemudian bergegas meninggakan Dea di kamarnya dan menuju pos security yang ada di kediaman Dea.


" hey kamu tau tidak orang padang disini yang bisa masak padang? tanya bu leni.


" ya tinggal ke warung nasi padangnya saja kok repot toh bu? kata pak wan nama security itu.


" iya sih, tapi sekarang banyak yang masak nasi padang bukan asli dari padang. fikir bu leni.


" memangnya ngopo to bu? tanya pak wan.


" itu loh, nona Dea ngidam , pengen nasi padang tapi dia pengen orangnya masak dirumah ini tapi yang asli orang dari padang. bu leni menjelaskan.


pak wan mengatupkan bibirnya menahan tawa.


"ya itu mudah bu, nona Deakan gak tau dia asli atau tidak orang padang. kata pak wan sembari menahan tawa.


" loh, tapi kalo nona Dea minta ktp orang itu gmana? hayo...


" oh, iya juga ya. pak wan menggaruk garukkan kepalanya.


" oh sek sek... aku tak telpon tuan Marfin saja.kata Bu leni sambil merogoh ponselnya.


" halo tuan?


" iya ada apa bi? jawab Marfin disana.


" ini nona Dea ada permintaan tuan, kata bu.


" apa bi? jawab Marfin singkat.


Bu leni menjelaskan kemauan dea dan Marfin menyanggupinya kemudian Bu leni mengakhiri obrolannya.


" ada apa sayang?tanya Alika kepada Marfin yang terlihat cemas setelah menerima telpon.


" tidak ada apa apa sayang. jawab Marfin memaksa bibirnya tersenyum.


" aku pamit dulu ya sayang, kata Marfin sembari meletakkan sendok dan meninggalkan sepotong roti di piringnya.


" loh kok gitu? sarapannya abisin geh. pinta Alika.


" aku buru buru sayang.


Marfin memeluk dan mencium kening istrinya kemudian meninggalkan apartemennya.


" ada apa? kenapa dia buru buru sekali? siapa yang telpon? pertanyaan itu muncul di benak Alika.


Leo yang setiap pagi menunggu Marfin di lobby menyapa manis bos nya yang tergesa gesa masuk kedalam mobil.


" carikan orang yang bisa masak masakan padang, namun memilik identitas orang padang. kirimkan kerumah dea.


pinta tegas Marfin.


tanpa bertanya sedikitpun Leo hanya mengangguk sambil fokus menyetir.


" Jam 13.00 apa agendaku?


tanya Marfin.


"tidak ada tuan? hari ini waktu tuan tampak senggang. jawab Leo.

__ADS_1


" baiklah, kita temui Dea. ujar Marfin sembari melihat lihat jam yang ada di tangannya.


__ADS_2