
beberapa bulan kemudian...
usia kandungan Dea kini sudah tua yaitu 9 bulan,
pagi itu Dea berencana memeriksakan kandungannya kerumah sakit di temani bu leni.
Dengan langkah pelan dan wajah bahagia Dea berjalan masuk ke lobby rumah sakit,setelah mengambil nomor antrian tak butuh lama Dea di persilahkan masuk keruangan.
"nona, jika tidak ada tanda tanda akan melahirkan dalam waktu seminggu maka kita akan melakukan tindakan,ujar Dokter.
"baiklah dokter saya akan menunggu dalam waktu seminggu ini, semoga yang terbaik terjadi sesuai kehendak tuhan,ucap Dea.
kemudian Dea bergegas pergi meninggalkan ruangan.
Bu leni yang menunggunya sedari tadi tidak sabar mendengar kabar dari Dea.
"gimana non? bayinya sehat? tanya bu leni.
" kalo bayinya sih sehat bi, cuma kata dokter kalo misalkan seminggu tidak ada tanda tanda akan melahirkan ,terpaksa mengambil tindakan, Dea menceritakan.
"yasudah nona tenang yaa... bu leni menenangkan.
"apa rencana nona setelah ini, tanya bu leni.
"aku ingin berbelanja, kata Dea.
"tapi non, non kan sedang hamil tua, takut kenapa kenapa nanti,bu leni menyarankan agar tidak pergi.
"tapi kata doktee,Dea harus banyak jalan bu, gimana dong?
"yasudah kalo begitu mari kita pergi, bu leni mengalah.
akhirnya mereka pergi kesalah satu pusat perbelanjaan di jakarta dengan diantar supir pribadi Dea.
***
"nona mau cari apa? tanya bu leni.
" aku mau cari perlengkapan bayi bu, kebetulan aku baru punya beberapa saja, kata Dea.
akhirnya mereka memasuki stand yang menyediakan perlengkapan bayi.
"ini bagus tidak bu? tanya Dea sembari menunjukkan baju bayi perempuan.
" bagus non, tapi jangan beli banyak banyak soalnya bayi itukan tumbuhnya cepet jadi sayang aja kalo nanti kepakenya cuma sebentar, saran bu leni.
"emmm ...iya bu, jawab Dea.
Dea tampak asik memborong perlengkapan bayinya,
"iya, ini aku beli,ucap Dea berbicara dengan seseorang di ponsel sambil masih sibuk dengan belanjaannya.
"ya ampunn... maaf maaf. Dea menabrak seorang wanita paru baya yang masih terlihat cantik dengan gaya modisnya, Dea mengambil belanjaannya yang jatuh kelantai karena menabrak wanita tadi.
" saya yang harusnya minta maaf, maaf.kata wanita itu.
" tidak bu, saya yang salah,ucap Dea kembali seraya tersenyum.
di balik sana ada dua wanita cantik yang mendatangi wanita paru baya itu.
"ibu? ngapain disini,cari apa?tanya salah seorang wanita.
"ibu belikan kado buat cucu temen ibu nak, kata ibu itu, sementara Dea masih tegak berdiri ditempat.
" kau???....
" Alika???
" hey, sayang kau kenal dia? tanya wanita parubaya itu yang tak lain adalah bu Risma.
" tidak bu, aku tidak mengenalnya, mas marfin yang mengenalnya dengan sangat baik,ucap Alika dengan agak sinisnya.
" owhh staff di kantor kita ya, kata bu Risma asal tebak.
" tanyakan saja bu padanya? pungkas Alika.
" i...iya nyonya, jawab Dea gugup.
__ADS_1
permisi nyonya, saya mau melanjutkan belanja, ucap Dea sambil tersenyum dan meninggalkan stand tersebut.
"ayo bu, ajak Dea kepada bu leni.
"Dasar tidak tahu malu, batin Alika.
ia terlihat sangat gemas dengan wajah Dea, ingin rasanya meremas wajah itu sekuat kuatnya.
sementara Bu Risma melanjutkan berbelanja bersama Ana, Alika bergegas pergi meninggalkan keduanya dan mengejar Dea.
Dea tampak terburu buru, sepertinya ia tak ingin melihat wajah Alika berlama lama ditempat itu.
"pelan pelan non jalannya nanti jatoh, tegur bu leni.
" huh capek, keluh Dea.
"istirahat sebentar bu, perutku sakit,keluh Dea.
Dea kemudian mencari tempat duduk dan melihat tempat kosong.
" permisi mba, bisa geser tidak? tanya Dea.
namun wanita itu hanya diam tanpa menggeserkan tubuhnya ia hanya meliriknya dengan sinis.
Dea dengan sabar memaksakan diri duduk di sebelah wanita itu, nyaris Dea hampir terjatuh ketika wanita itu menggeser tubuhnya untuk mempersempit jarak.
" non? nona tidak apa apa? tanya bu leni.
"aku baik baik saja bi, perutku sakit.
Alika ternyata melihat kejadian itu dengan jelas bahwa Dea hampir terjatuh karna wanita itu.
Dengan kesal Alika menarik kasar wanita itu dari tempat duduknya.
" heyy.... kau tidak lihat, dia sedang hamil seperti itu, apa kau tidak kasian hah? kau ini sesama wanita atau bukan, bentak Alika kepada wanita itu.
"lagian salah dia, udah hamil tua masih aja mau ke tempat seperti ini, jawab wanita itu sinis.
" pergiii..... sebelum aku benar benar marah, cepat, kata Alika menekankan kata katanya.
wanita itupun dengan kesal pergi meninggalkan Alika.
" kau tidak apa apa? tanya Alika.
" aku baik baik saja, terimakasih,ucap Dea.
aaa..... Dea merintih kesakitan sembari memegangi perutnya.
"non, nona kenapa? tanya bu leni.
Alika terlihat ikut panik melihat keadaan Dea, ia akhirnya meminta bantuan kepada manager mall untuk membawa Dea ke mobilnya.
"terimaksih pak, ucap Dea.
supir pribadi yang membawa Dea melajukan mobilnya dengan cepat membawa Dea kerumah sakit.
" ada apa sayang? tanya bu risma.
Bu risma dan Ana mencari cari Alika karna Alika meninggalkan mereka ketika mereka sedang berbelanja.
" itu bu, Dea sakit,jawab Alika.
"Dea siapa? bu Risma bingung.
"iya kak, siapa? tanya Ana.
"wanita hamil yang ibu tebak sebagai staff di kantor kita, kata Alika.
" terus kenapa? memangnya kenapa? tanya bu Risma bingung dengan kecemasan Alika.
" kayaknya aku harus kerumah sakit deh bu, kata Alika.
"ngapain sayang? ayo kita pulang,ajak bu ana.
"yasudah, ibu dan Ana duluan saja alika menyusul, pinta Alika.
"tapi alika mau kemana?
__ADS_1
"Alika mau lihat keadaan Dea dirumah sakit bu,kata Alika.
" hemm yasudah hati hati ya, kalo ada apa apa kabarin ya, pinta bu Risma.
Akhirnya bu risma dan Ana meninggalkan Alika, sementara Alika memesan taxi lewat ponselnya.
beberapa menit taxipun datang ,Alika segera mengatakan tujuannya dan taxipun melaju dengan cepat.
******
"angkat dong mas, ucap Alika. ia berulang kali menghubungi Marfin namun tak kunjung ada jawaban.
Alika tampak gelisah beberapa kali ia mengecek notif ponselnya berharap Marfin menghubunginya.
beberapa menit kemudian ponsel Alikapun berbunyi dan itu panggilan dari suaminya.
" kenapa sayang? maaf tadi lagi meeting. ucap Marfin disana.
" aku tidak peduli, aku ingin mengatakan bahwa Dea sekarang dirumah sakit mungkin akan melahirkan,ujar Alika kemudian mengakhiri panggilannya.
***
Di tempat lain di sebuah kursi putar tampak Marfin wijaya sedang menyilangkan kakinya dengan tampak cemas sesekali ia mengusap wajahnya.
" kapan dia bersikap manis terhadap ku, aku ini masih suaminya.
mengapa dia lebih memilih pulang kerumah bibinya daripada tinggal kembali denganku.
Marfin merenung.
*****
sebelumnya...
Alika pergi meninggalkan Marfin wijaya dari villa mewahnya setelah ia melihat sendiri Marfin mengantar Dea dengan mesranya untuk mengecek kandungan yang kesekian kalinya.
sesampainya Dirumah Alika menyambut suaminya dengan hangat disediakannya teh hangat juga makan malam.
lalu setelah mereka bersantai diruang tamu Alika menanyakan prihal apa yang di lihatnya,
ya saat itu ia tidak ingin menghampiri keduanya karna ia tidak ingin seolah mempermalukan suaminya didepan orang banyak jika saja orang orang tau bahwa Marfin wijaya tengah bersama wanita lain.
" aku ingin menghancurkan hidupmu mas, tapi aku sadar jika hidupmu hancur,maka hidupkupun akan hancur,karna aku sangat mencintaimu,batin Alika.
" mas, mengapa masih berhubungan dengan wanita itu, tanya Alika.
" kau sudah tahu bukan, Dia bukan siapa siapa bagiku, tegas Marfin.
"iya terus jika bukan siapa siapa kenapa begitu perhatian padanya?
" aku ini sebagai lelaki, kehormatannya di renggut oleh laki laki, maka aku sebagai lelaki merasa malu atas sifat laki laki itu, apa salahnya jika aku memperhatikan dia, ucap Marfin yang membuat Alika menelan ludah.
" kau bersikap sebagai seorang laki laki, namun kau melupakan bahwa kau juga seorang suami,di mana rasa malumu mas?
kau memikirkan kehormatan wanita lain, namun kau tidak memikirkan kehormatanku sebagai istri,
dia bukan makhram mu, tapi kau selalu bersamanya, sangat menjijikkan mas ! Teriak Alika kemudian berdiri dari tempat duduknya.
" cukup Alika, teriak Marfin.
" Mas, aku tidak pernah menginginkan pernikahan seperti ini, aku akan pergi dari rumah ini jika kau mau !
Alika melenggangkan kaki kekamar mengambil koper dan memasukkan semua bajunya kedalam koper tersebut.
" hey... apa ini ! kita bisa bicarakan baik baik, bukan seperti ini, Marfin cemas sembari menyingkirkan koper yang sudah berisikan pakaian istrinya itu.
" jangan halangi aku, Alika menekankan kemudian ia melewati Marfin begitu saja dengan membawa koper ditangannya.
Dengan rasa sedih,kesal,marah ,Alika meninggalkan kediamannya menuju rumah pamannya.
Marfin tak dapat menghalangi Alika yang bersikeras pergi dari rumah, namun orang tua Marfin mengetahui hal itu akhirnya marah besar kepada Marfin dan memaksa Alika kembali pada keluarga wijaya, Alika tak menyetujui untuk tinggal bersama Marfin. dan baiklah Alika lebih memilih bersama orang tua marfin yang menganggap Alika sebagai anaknya sendiri.
"jangan kembali kepada anakku,jika itu membuatmu sakit. tapi kembalilah padaku bukankah kau anakku? kata bu Risma.
ah, beruntung sekali Alika memiliki mertua yang begitu baik seperti pak anton dan bu Risma.
Alika tak sedikitpun bercerita kepada bu risma dan juga pak anton tentang apa yang membuatnya berpisah untuk sementara dengan Marfin.
__ADS_1
namun bu Risma dan pak Anton sangat mempercayai Alika, dan membiarkan Alika sendiri dulu sampai saatnya waktu yang akan menentukan kelanjutan kisah mereka.