
Happy reading ❤️
"stop !" potong Andre cepat, ia tahu apa yang akan dikatakan wanita itu.
Andre langsung melihat ke arah istrinya, berharap jika Alya tak mendengar apa yang wanita itu ucapkan namun ia terlambat. Alya tengah menatapnya saat ini.
Wanita itu malah semakin mendekatkan diri dan mengecup Andre tepat di pipi. "Tak sangka kita bisa bertemu di sini," ucapnya ramah. Wanita itu sadar sedang berada di mana saat ini. Di tempat umum di mana semua mata bisa melihatnya termasuk Alya yang kini masih memperhatikan.
"Kamu ngapain disini?" tanya Andre pelan karena si wanita tak jua pergi dan ia pun tak bisa mengusirnya. Pasti dirinya akan menjadi pusat perhatian jika melakukan hal itu.
"Menemani pelanggan, seperti yang aku lakukan padamu dulu," jawabnya dengan balas berbisik.
Sadar diperhatikan, wanita bernama Selly itu pun balik menatap Alya dan tersenyum padanya.
"Teman tidur baru ?" tanya Selly. Belum juga Andre menjawab, Selly lebih dulu berjalan mendekati Alya yang kini berpura-pura menyuapi anaknya Raka.
"Hei, mau kemana?" tanya Andre cemas. Ia pun segera berjalan mengekori.
"Selamat malam... Saya Selly teman dekat Pak Andreas." Ucapnya seraya mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Alya.
"Pelac*r sialaan," geram Andre pelan.
"Alya," jawab Alya sembari tersenyum dan menyambut uluran tangan itu. Seperti biasa istrinya itu selalu tenang tanpa emosi berlebih walaupun sebenarnya Andre tak tahu apa yang sebenarnya Alya rasakan saat ini.
Selly mengalihkan pandangannya pada Raka yang kini menatap dirinya. Setahunya Andre belum menikah apalagi mempunyai anak, tapi itu terjadi sekitar 3 tahun yang lalu. Walaupun Andre sudah menikah tak mungkin anaknya sebesar ini.
"Anda ?" tanya Selly pada Alya.
Belum juga Alya menjawab pertanyaan wanita itu, Andre lebih dulu menarik lengan Selly untuk enyah dari hadapan istrinya.
"Cukup ! sekarang saatnya kamu pergi," bisik Andre penuh penekanan.
"Aku berada di hotel Lux jika kamu butuh sesuatu," ujar Selly seraya mengecup pipi Andre untuk kedua kalinya.
" Sialll," maki Andre pelan. Dibalas dengan tawa lembut wanita itu.
"Ku harap kita tak usah bertemu lagi," ucap Andre lagi dan ia bersungguh-sungguh soal itu.
__ADS_1
Raka merasa biasa saja tapi tidak dengan Alya. Dirinya tentu saja tahu dan paham siapa Selly sebenarnya. Wanita itu pasti salah satu teman penghangat ranjang suaminya. "Tapi itu dulu kan ?" tanya Alya pada dirinya sendiri. Walaupun begitu ia merasa cemburu membayangkan bagaimana suaminya itu berci*ta dengan panasnya bersama wanita bernama Selly itu.
Alya menolehkan kepala melihat ke arah wanita yang tadi mendatanginya. Saat ini Selly sedang duduk bersama seorang lelaki paruh baya yang terlihat ber-uang tentu saja. Alya yakin masih banyak lelaki yang ia temani tapi kenapa ia masih mengingat Andre bahkan tak malu untuk mengatakan di hotel mana ia tinggal seolah mengundang suaminya untuk datang. '"Permainan Andre pasti sangat mengesankan bagi wanita itu hingga ia terus mengingatnya," pikir Alya dalam benaknya. Alya kembali pada piringnya yang berisi banyak makanan namun kini rasanya hambar.
"Itu masa lalu aku," ujar Andre seolah tahu apa yang tengah istrinya pikirkan saat ini.
Alya mengangkat wajahnya dan menyunggingkan senyum canggung di bibirnya. Bagaimanapun sebagai istri yang sangat mencintai suaminya tentu saja ia merasa cemburu.
Makan malam ini mereka lalui dengan sunyi, yang mencairkan suasana hanya beberapa celotehan Raka. Sungguh ini hari yang teramat berat bagi Alya.
***
Alya melihat ke arah luar jendela, memperhatikan apa saja yang dilaluinya dengan pandangan mata kosong. Sedangkan kedua tangan Andre memegang setir dan matanya fokus pada jalanan. Ia sadar sang istri sedang merasa tak baik-baik saja.
Hari ini terasa begitu berat bagi Alya. Penolakan keluarga Andre terhadap dirinya, juga wanita yang datang dari masa lalu suaminya membuat hati Alya tak sekuat biasanya. Ia menghela nafasnya dengan berat dan Andre meliriknya dengan ujung mata. Ingin Andre berbicara namun menurutnya sekarang bukanlah saat yang tepat.
Setibanya di rumah, Andre memangku Raka yang tertidur di bangku belakang mobilnya sedangkan Alya berjalan lebih dulu untuk membuka pintu rumah mereka.
"Selamat tidur, Nak. Mimpi yang indah, Ompa sayang kamu." ucap Andre seraya mencium puncak kepala Raka dengan gemas dan Alya dapat mendengarnya dengan jelas. Seketika matanya mengembun karena mendengar apa yang baru saja Andre ucapkan.
Inilah yang membuat Alya jatuh cinta pada suaminya. Andre tak hanya mencintai dirinya saja, namun ia juga sangat menyayangi anaknya. Namun yang terjadi hari ini membuat hatinya menjadi ragu.
***
Keduanya masih dalam sunyi tak banyak bicara. Andre yang merasa bersalah dan Alya dengan perasaan buruknya.
Alya berjalan ke arah lemari dengan melalui suaminya begitu saja. Melihat Alya yang berubah sendu membuat Andre bangkit dan mengikuti langkah istrinya.
Tanpa banyak bicara, Andre melingkarkan tangannya memeluk sang istri dari arah belakang dan membenamkan wajahnya ke dalam ceruk leher Alya.
"Maafkan aku," bisiknya lirih.
"Percayalah hanya kamu seorang yang aku inginkan dalam hidup ini. Kita sudah mengucapkan sumpah setia dan aku akan menepatinya. Wanita itu hanya bagian dari masa laluku yang ingin aku kubur dalam-dalam," ucap Andre pelan. Ia mulai mengungkapkan perasaannya.
"Aku tak memiliki apa-apa selain kamu, maka dari itu jangan pernah lari dariku karena aku akan hancur tanpamu. Tak pernah aku berhubungan dengan wanita lain walaupun kita pernah terpisah lama. Hanya kamu satu-satunya, Alya. Percayalah...,"
Dapat Andre rasakan tetesan air yang jatuh membasahi tangannya. Alya tengah menangis saat ini. Pundaknya naik turun dan bergetar, Andre pun semakin mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
"Jangan menangis... Yang aku katakan adalah yang sebenarnya. Kamu segalanya bagiku," ucap Andre sungguh-sungguh bahkan ia lebih memilih Alya daripada keluarganya sendiri.
"Maafkan aku," lirih Alya hampir tak terdengar.
"Maafkan aku yang merasa tak berdaya saat ini," lanjutnya lagi. Andre yang mendengar itu segera membalikkan tubuh Alya untuk berhadapan dengannya.
"Tak berdaya ?" tanya Andre seraya menatap dalam mata istrinya.
"Aku tahu keluargamu meminta kamu untuk kembali pada mereka tanpa aku. Lalu... belum juga hatiku tenang, malah dipertemukan dengan wanita masa lalumu. Apa ini pertanda untukku untuk mundur dari hidupmu ?"
"Ssttt... jangan katakan itu, aku mohon...," potong Andre seraya membawa Alya pada pelukannya.
"Aku tak akan banyak berkata manis, tapi akan aku buktikan dengan tindakan. Aku akan kembali pada keluargaku hanya jika kamu ikut denganku, dan soal wanita itu dan juga banyak wanita lainnya yang kamu gak tahu. Mereka hanya bagian dari masa laluku yang suram. Tak ada yang berarti bagiku selain kamu, percayalah... aku mohon...," bisik Andre sembari terisak. Ia tak kuasa lagi menahan air bening yang menggenang di pelupuk matanya. Saat ini dirinya sangat ketakutan kehilangan wanita yang sangat dicintainya itu.
Alya menarik nafasnya dalam, dan memeluk Andre dengan sama eratnya. "Ya...aku percaya padamu," lirihnya pelan. Alya memilih percaya pada lelaki yang begitu ia cintai.
***
Gibran masih setia menunggu Sabina yang masih terbaring tak sadarkan diri. Ia menggenggam telapak tangan istrinya yang terasa dingin.
Sang ibu dan juga ayah mertuanya meminta Gibran untuk beristirahat namun ia menolaknya. Ia lebih memilih untuk tetap berada di samping sang istri.
Cukup lama Gibran menanti, beberapa kali ia mengusap puncak kepala istrinya dengan penuh kasih sayang berharap kekasih hatinya itu segera membuka matanya.
Sepertinya Tuhan mendengarkan doa Gibran kali ini. Sabina pun membuka matanya dengan perlahan. Hal yang ia lihat pertama kali adalah wajah suaminya yang tengah menatapnya dengan penuh cinta.
"Selamat Mama Kelinci... kamu telah berhasil," ujar Gibran dengan matanya yang mengembun.
Sabina tersenyum bahagia meskipun kepalanya terasa pening karena masih dalam pengaruh obat bius dari operasinya.
Operasinya memang telah berhasil dengan sempurna, namun kini serangkaian terapi untuk belajar berjalan masih harus ia hadapi.
Thank you for reading ❤️
Mumpung Senin vote yu...
Buat yang ikhlas aja ❤️
__ADS_1
Terimakasih banyak sebelumnya 😚😚