
semua terbayang di benak marfin, bagaimana ia menikah dengan wanita yang ia inginkan .
Marfin tersenyum lebar.
"Aku tak benar benar menginginkan pernikahan ini, aku hanya membuktikan bahwa seorang Alika tidak pantas menolakku.gumam Marfin dalam hati.
" tuan, bagaimana dengan gaun dan jas yang di buatkan desainer indri? tanya sekertaris Leo.
" kau coba saja.. jawab Marfin.
sekertaris leo tertawa mendengar jawaban tuan mudanya itu.
"maksudnya aku mencobanya? tuan ... yang akan menikah itu bukan aku? jawab sekretaris Leo .
" maksudku, bukan mencoba bajunya tapi desainer paling terkenal sekalipun kau coba hubungi dan pilihkan yang terbaik untukku. ucap Marfin.
" hari ini jam 17.00 tuan ada jadwal bersama nona Alika kalian akan mencoba baju pengantin yang di buat oleh desainer Marwan. ucap sekertaris leo.
" kau atur saja..
tapi jangan lupa kau jemput dia tepat waktu dan ya undangan pernikahan aku percayakan kepadamu dan juga Ana,aku dan Alika hanya akan menikah dan memilih gaun, selebihnya kalianlah yang bekerja.pinta Marfin
. " Tuan muda tenang saja, saya dan Ana lusa akan mencetak banyak undangan , Mencoba trial makanan yang mereka buat untuk pesta dan sebagainya kami akan lakukan lusa ucap sekertaris Leo.
baiklah, bekerjalah dengan bagus. jangan telat untuk menjemput Alika sore nanti. ucap Marfin
tiba pukul 17.00
sekertaris Leo tiba di rumah Alika, setelah di beri izin oleh paman dan bibinya, sekertaris Leo membawa Alika ketempat di mana Marfin sudah menunggu.
"silahkan nona, sekertaris Leo membukakan mobilnya pintu.
kemudian Alika berjalan dibelakang mengikuti sekertaris Leo.
"kau coba semuanya. pinta Marfin dengan wajah datarnya.
sudah beberapa gaun yang dicoba Alika, namun Marfin selalu mengatakan" NO"
, bagaimana dengan ini?Alika keluar dengan gaun indahnya tepat sekali menempel di tubuhnya.
__ADS_1
" soo perpect.... sekertaris Leo mengacungkan jempol dan berdiri .
" Noo...... jawab Marfin memalingkan muka.
Alika kembali mencoba baju dan tetap jawaban marfin" NO"
keesokan harinya tanpa di temani sekertaris Leo mereka berdua pergi ke desainer indri.
gaun pertama
"NO"
gaun kedua
"yess"
" kau terlihat cantik nona dengan gaun ini,puji indri kepada Alika.
,Alika tersenyum ke arah marfin.
"*Baiklah ayo kita pulang, Marfin menarik tangan Alika.
" coba kemarin Leo tidak ikut, pasti akan lebih mudah bagiku mngatakan yes untuk gaunmu. ucap Marfin.
,Hah? memangnya kenapa*. tuan cemburu ya ketika sekertaris Leo memujiku?.goda Alika.
" hah cemburu.... sekalipun kau bermesraan di hadapanku bersama laki laki lain, mana mungkin aku cemburu ,Gumam Marfin didalam hati.
mobil sampai di rumah Alika.
" tidak mampir dulu, ucap Alika.
tidak lain waktu saja,, ucap Marfin.
sementara di kediaman Marfin wijaya.
nak, ayah dan ibu ingin bicara.ucap pak Anton dan Bu risma.
sebenarnya ibu dan ayah tidak mengerti dengan semua ini, apakah kau benar benar mencintai nona Alika.
__ADS_1
" Marfin tersenyum..
apakah menikah harus dengan cinta? tanya Marfin.
tentu saja , jwab ibunya.
lalu bagaimana jika cinta tumbuh setelah pernikahan. jawab Marfin.
itu akan tumbuh lebih baik, jwab ibunya.
yahh itulah.... cintaku akan tumbuh setelah pernikahan, Marfin tersenyum . ponselnya berdering lalu ia melewati ibunya dengan pelukan.
" Halo , Marfin mengangkat ponselnya.
," Hallo my dear...
gadis gila, bentak Marfin.ini siapa?
Aku Tiara fin. aku baru saja kembali dari amerika , bisakah kita bertemu?
" Bagus dia kembali, gumam Marfin.
baiklah.. di tempat biasa kita ketemu.ucap Marfin.
yahh.... Tiara adalah Mantan kekasih yang meninggalkan Marfin demi cita citanya ke Amerika. saat itu Marfin begitu terpukul mendengar keputusan Tiara untuk berpisah dengannya meskipun ia mengatakan pada tiara bahwa ia akan menunggu sampai tiara kembali. namun Tiara bersikeras untuk mengakhiri hubungan mereka. dan Marfin sempat depresi saat itu kemudian setelah Tiara ,ada banyak wanita yang silih berganti datang kekehidupannya hanya untuk sekedar mengobati lukanya .
" *ini... Marfin meyodorkan undangan.
Lusa aku akan menikah, kebetulan kamu datang. aku harap kamu bisa datang. ucap Marfin.
" Apakah ini hanya lelucon? tanya Tiara memastikan.
" tidak Nona, aku akan menikah dengan wanita yang sangat aku cintai, tentunya dia lebih baik dari mu. ucap Marfin.
" Cukup... jangan pernah membandingkan aku dengan wanita manapun, tiara berdiri mendekati Marfin.
kau harus dengan ku? bagaimana mungkin kau menikah dengan orang lain. Tiara menekankan suaranya.
" persiapan pernikahan sudah siap, dan setelah aku menikah kau boleh pergi lagi sejauh jauhnya dari hidupku. ucap Marfin kemudian meninggalkan tiara.
__ADS_1
" cintamu hanya untukku fin, kau tidak benar2 mencintainya, gumam Tiara percaya diri*.