
ponsel Alika berdering.
ia mengambil ponsel dari tas kecil yang terselempang di pundaknya.
ibu Mertua memanggil.
Alika segera menggeser layar untuk menjawab panggilan,
Alika :asalamualaikum bu, ada apa?
Risma : wa'alaikum salam sayang? nanti kerumah ya sama Marfin, Ayah pulang loh nak.
Alika : iya bu, nanti Alika kesana terlebih dahulu mas marfin masih di kantor.
kapan Ayah pulang?
Risma: barusaja Nak, langsung menanyakan nak Alika.
Alika : oh iya bu, Alika kesana beberapa menit lagi. sudah dulu ya bu, salam buat ayah.
Risma: iya sayang,
Alika: assalamulaikum
Risma : wa'alaikumsalam.
terdengar suara panggilan berakhir.
" kau dengar tadi? bagaimana mertuaku sangat menyayangiku?
bagaimana padamu?
apa kau tidak mengenal mereka?
tanya Alika.
Nona tolong pergi dari sini, jangan membuatku kesal karna ucapanmu, perintah Dea.
" siapa yang kau minta pergi, aku?
bukankah ini adalah rumah suamiku,
kau siapa! seru Alika.
" cukup nona,ku katakan sekali lagi !
aku tidak ada hubungan spesial dengan suamimu, kau dengar!
(Dea)
" siapa yang percaya bahwa kau tidak ada hubungan apapun dengan suamiku, lelaki mana yang mau memberikan kemewahan hartanya,tanpa meminta imbalan apapun!
Dea melayangkan tangannya mendengar kata kata yang Alika ucapkan namun sayangnya tangan mungilnya tidak sampai mendarat di pipi Alika.
" jangan berani menyentuhku! atau kau akan kembali hidup dijalanan!
(Alika)
setelah puas berbicara dengan Dea alika melenggang pergi, meninggalkan Dea dengan kemarahannya.
aaa...... bu lenii tolong,teriak Dea sembari memegangi pinggang menahan sakit di perutnya.
dengan tergesa gesa bu leni menghampiri Dea.
" nona kenapa? bu leni panik.
" perutku sakit bi, Dea merintih.
" yasudah, bibi bawa kerumah sakit ya?
"cepat hubungi pak nirman (supir) perintah Dea.
__ADS_1
ya benar, Marfin memang mencukupi segala kebutuhan Dea termasuk pelayan, tukang kebun, penjaga dan juga supir pribadi untuk Dea.
dengan sigap Bu leni mengambil ponselnya di kantongnya.
" halo pak nirman, cepat kemari nona akan kerumah
Bu leni memapah Dea kedepan pintu,
paaakk... Teriak bu leni kepada satpam yang berjaga.
seorang laki laki parubaya bertubuh kekar itupun lari tergopoh gopoh menghampiri keduanya.
" nona kenapa? tanya pak can, penjaga.
"sudah cepat bantu aku, pinta bu leni.
Pak nirman secepat kilat sudah sampai di kediaman dea.
bu leni membantu Dea memasuki mobil kemudian ia ikut serta duduk di samping Dea.
*****
mobil mewah berwarna merah itu di kendarai oleh Alika, telah memasuki rumah megah kediaman Wijaya.
" asalamu alaikum, ucap Alika.
tampak keluarga sedang berkumpul diruang tamu, kepala pelayan berdiri di samping mereka.
"wa'alaikum salam,jawab mereka serentak.
Ana menghampiri Alika yang berdiri tersenyum di hadapan mereka.
"hey kaka? ayo sini duduk dekat Ana, pinta Ana sembari memboyong Alika.
" papa apa kabar? tanya Alika kemudian mencium punggung tangan kedua mertuanya.
" baik nakk... alhamdllh, jawab pak Anton.
" Mana Marfin? kok engga bareng? tanya pak anton lagi.
Pak Anton menelisir wajah menantunya yang seperti tengah menyembunyikan sesuatu.
"nak? apa kalian tidak ada masalah? tanya pak Anton.
" tentu tidak yah, kami baik baik saja kok, jawab alika kemudian ia duduk di samping Ana.
Alika mengambil ponsel di tas kecilnya dan mengirimkan pesan kepada Marfin.
" Mas, aku dirumah ibu, Ayah menunggumu,kata Alika.
beberapa menit marfin tak membalas chat Alika padahal sudah terlihat centang biru.
" lagi ngapain sih, kok chatku cuma di read aja,Batin Alika.
Akhirnya setelah hampir 30 menit Marfin tak juga datang ataupun membalas chat darinya, Alika tampak kesal dan gelisah.
" nak, coba telpon suamimu? tinggalkan saja pekerjaannya lagi pula ada bnyak orang yang bisa ia percaya jika hanya di tinggal sebentar. kata Pak Anton.
Alika mengangguk, ia kemudian menjauh dari mereka dan menghubungi suaminya.
****
Dirumah sakit tampak Dea sedang berbaring di ranjang ditemani seorang pria tampan di sampingnya sembari memegangi tangannya.
" kenapa bisa seperti ini hah? sudah ku katakan jangan terlalu capek atau kau tidak perlu melakukan pekerjaan apapun demi bayimu, kata Marfin.
" aku tidak apa apa, ucap dea sembari memalingkan muka dan melepaskan genggaman tangan Marfin.
Tringg....
ponsel Marfinpun berbunyi.
__ADS_1
Alika,
"ah sial, aku lupa membalas chatnya,ucap Marfin yang membuaf reaksi Dea melirik kearahnya.
"siapa yang telpon? tanya Dea.
"istriku, jawab Marfin.
"ohhh.....
Marfin meninggalkan kamar Dea untuk berbicara dengan istrinya, ia duduk di kursi tunggu.
" halo sayang? jawab Marfin.
" Mas dimana? cepat kemari, kata Alika disana.
"Maaf ya sayang?
mas lagi dirumah sakit, ucap Marfin.
" dirumah sakit? siapa yang sakit? apa hubungannya sama mas? tanya Alika nyerocos.
"Dea, jawab Marfin.
Alika terdiam sejenak, sampai marfin memanggil namanya berulang kali namun tak ada jawabannya.
" Alikaaa..... sayang! hey...!
" oo... ohh ya! kenapa Dea? tanya Alika.
" entahlah kandungannya lemah, Maaf ya mas blum kesana, nanti mas nyusul mas janji,kata Marfin.
" Mas?
"heum..
" ada hubungan apa kamu sama Dea?
kenapa begitu peduli sama dia, kamu tidak peduli aku? keluarga kamu? ayah nungguin loh dari tadi, kata Alika.
" Mas udah cerita tentang dea ke kamu, sekarang gak ada lagi yang mas tutupin, namun pertanyaanmu seolah tidak percaya sama mas, ucap Marfin.
" iya aku tidak percaya!!! sekarang tinggalkan wanita itu dan cepat kemari!! atau kau pilih saja aku atau wanita itu, teriak Alika,
kemudian ia memutus pembicaraannya begitu saja.
" Alika halo...! sayang? ah sial !! gerutu Marfin.
" tidakkah kau tahu mas? aku tengah berusaha mempercayaimu, namun sikapmu dengan jelas mengatakan bahwa kau lebih peduli padanya, Batin Alika.
Alika kembali menemui keluarga suaminya yang tengah berbincang bincang tampak seperti keluarga yang harmonis.
Alika tampak mengembangkan senyum kepada mereka, menutupi kesedihan di hatinya.
" bagaimana sayang? apa kata Marfin,tanya Burisma.
" iya bu, sebentar lagi dia kesini, dia masih ada meeting sama klaen,jawab Alika berbohong.
****
"apa kata Alika?
apa dia nyuruh abang pulang? tanya Dea.
"iya, ayah sudah sampai jadi aku harus menemuinya.
" yasudah temuilah ayahmu dahulu, pinta Dea.
" yasudah, kau hati hati ya, nanti kabarin aku lagi,
bu leni? titip ya..kata Marfin.
__ADS_1
" iya tuan, jawab Bu leni.
Marfin kemudian melengang pergi meninggalkan Dea.