Pernikahan Yang Tak Diinginkan

Pernikahan Yang Tak Diinginkan
Bonchap 5


__ADS_3

Happy Reading ❤️


Andre berkeliling kota, mendatangi beberapa perusahaan besar yang cukup terkemuka. Berbekal pengalamannya dalam bekerja, ia sangat percaya diri saat ini. Bayang wajah Alya yang melepaskan kepergiannya penuh cinta tadi pagi membuat ia menjadi lebih bersemangat lagi. Kini ia ada tujuan yang harus di capai dalam hidupnya.


Apa yang adiknya ucapkan tadi membuat Andre lebih yakin untuk mempertahankan wanitanya. Alya mencintainya tanpa syarat bahkan di titik terendahnya saat ini, wanita itu tak meninggalkannya.


Bukan berarti Andre tak mencintai keluarganya, namun apa yang mereka minta padannya adalah sesuatu yang tak bisa dirinya lakukan. Meninggalkan sumber bahagianya sama saja dengan memilih mati secara perlahan.


"Saya sangat terkesan dengan cara anda berbicara pak Andre. Sebenarnya untuk seseorang dengan kemampuan seperti anda, posisi yang tersedia di perusahaan ini terlalu rendah." Ucap seseorang dari bagian HRD yang saat ini sedang mewawancarai Andre.


"Tak masalah, apapun posisinya saya siap untuk bekerja." jawab Andre penuh semangat.


"Posisi yang tersedia saat ini hanya sebagai marketing. Tugasnya adalah memasarkan produk kami dengan jumlah yang di target tentu saja. Jika anda dapat mencapai target yang kami tentukan maka tak hanya gaji yang didapatkan namun juga bonus yang besar menanti anda."


"Saya akan bekerja keras dan penuh semangat jika anda memberikan saya kesempatan untuk bergabung di perusahaan ini." ucap Andre tanpa ragu.


"Baiklah, jika begitu kehadiran anda di tunggu besok pukul 8 pagi untuk mengikuti training."


"Terimakasih, saya akan datang tepat waktu." jawab Andre dan ia pun menjabat tangan orang mewawancarainya dengan penuh percaya diri.


Andre keluar dari ruangan itu dengan senyum terkembang di wajahnya. Ia sudah tak sabar untuk menemui Alya dan mengatakan jika dirinya telah berhasil mendapatkan sebuah pekerjaan.


Hari ini memang di awali dengan sesuatu yang buruk tapi tanpa disangka Tuhan memberikan akhir yang manis di penghujung hari dan Andre sangat bersyukur untuk hal itu. Walaupun hari ini ia lalui dengan berat dan lelah namun semua terbayar sudah.


Dengan tak sabaran Andre memacu kendaraannya secepat yang ia bisa. Dirinya ingin segera menemui istri dan anaknya dan membagikan berita gembira ini.


***


Alya menanti dan tunggu lelaki yang dicintainya. Sudah pukul 5 sore namun belum juga terlihat kedatangannya. Ia menarik nafas dalam dan menyingkap tirai rumahnya berharap seseorang yang ia nantikan muncul di sana.


"Ompa sudah pulang , Ma ?" tanya Raka antusias. Ia telah menunggu Andre tak sabaran dengan selembar kertas yang di gambarnya hari ini. Raka melukiskan 3 orang anggota keluarga dan terdapat Andre di sana, dirinya merasa sangat bahagia karena pada akhirnya ia bisa menggambarkan seorang ayah.


'Ompa' adalah panggilan Raka pada Andre yang kini menjadi Papanya. Karena terbiasa memanggil Andre dengan panggilan 'Om' membuat bocah itu sulit menghilangkan kebiasaannya, hingga Andre meminta pada Raka untuk menambahkan kata 'Pa' sebagai akhiran yang berarti om juga papa. Andre ingin Raka menerimanya sebagai Papa.


Hal itulah yang membuat seorang Alya semakin terpikat pada pada Andre, meskipun banyak rintangan namun ia tak gentar. Selama Andre mencintainya maka tak ada hal yang ia takutkan. Ia akan menggenggam tangan Andre dan melangkah bersama.


"Ompa pulang !" Teriak Raka seraya loncat dari kursi di mana ia dan Alya menunggu. Dengan tak sabaran Raka membuka pintu dan berlari ke teras dengan melambai-lambaikan tangannya yang memegang selembar kertas.


Andre tersenyum dari balik setirnya. Rasa lelah yang ia rasakan hilang sudah karena tawa dan senyum dari orang-orang yang mencintainya dan saat ini menyambut kedatangannya. Sungguh Andre merasa dirinya sangat berarti saat ini.


"Ompa lihat ! lihat yang aku gambar !" Ucap Raka antusias, bahkan ia membukakan pintu mobil ayah sambungnya itu.


"Sabar jagoan, Ompa turun dulu." jawab Andre sembari tertawa.


Andre memangku anak lelaki itu dan melihat selembar kertas yang ia bawa. Senyumnya terkembang karena melihat Raka menggambarkan dirinya di bawah tulisan "Keluargaku".


"Kenapa Ompa ada bintangnya ?" tanya Andre penasaran.


"Karena Ompa adalah yang terbaik." jawab Raka dengan antusias.


"Mama juga," protes Andre.

__ADS_1


"Mama aku kasih gambar hati karena mama orang yang sangat penyayang." Raka pun menunjukkan gambar hati berwana merah muda yang ia gambar di baju Alya


" Kamu benar, mama sangat penyayang." ucap Andre membenarkan.


Alya menyenderkan tubuhnya di pintu menunggu Andre yang datang sembari memangku anaknya.


"Raka ayo turun, Ompa pasti lelah." Alya pun mengambil alih Raka dari pangkuan Andre.


"Lelahku hilang begitu lihat kamu," ucap Andre seraya mencuri sebuah kecupan di pipi istrinya itu.


"Bakat buaya nya masih ada ternyata," timpal Alya terkekeh geli.


"Ya ampun aku bicara yang sebenarnya, Sayang." protes Andre.


"Nah kan, susah kalau udah bakat alami." ucap Alya lagi tanpa bisa menahan tawanya.


"Sayang...," ucap Andre gemas.


"Maafkan aku, susah kalau punya suami mantan playboy."


"Mending mantan playboy dari pada jadi mantan good boy," Andre mengucapkan itu seraya menggelitik pinggang istrinya.


"Malam ini aku ingin bawa kalian makan di luar," ucap Andre.


"Hore !! Boleh makan pizza gak ?" tanya Raka antusias.


"Boleh apapun yang kamu mau, Nak." jawab Andre.


Paham dengan apa yang Papanya inginkan, Raka pun pergi meninggalkan keduanya.


Alya menatap curiga suaminya itu, ia mengira jika Andre sedang menginginkan haknya saat ini.


"Apa ?" Tanya Andre pada Alya yang kini tengah menatapnya.


"Aku curiga deh, pasti ada maunya."


"Ya Tuhan, kamu tuh mikirnya gitu aja sama aku." jawab Andre tak terima.


"Aku udah dapat pekerjaan, tapi hanya sebagai petugas marketing dan besok mulai mengikuti training." kata Andre penuh semangat.


"Benarkah ? selamat... aku ikut seneng." Alya membalas perkataan Andre dengan sama antusiasnya.


"Tapi gajinya..."


"Tak masalah dengan jumlahnya, kamu sudah mendapatkan pekerjaan pun merupakan hal yang sangat bagus." potong Alya cepat.


"Lagian kita masih punya tabungan, jadi tak usah terlalu khawatir." lanjut Alya.


Inilah yang membuat Andre bahagia. Alya mencintai dirinya dari dalam hati, bukan karena sesuatu yang Andre miliki.


"Aawww," pekik Alya ketika ia merasakan tubuhnya melayang di udara. Saat ini Andre tengah memangkunya.

__ADS_1


"Kamu mau ngapain ?" tanya Alya.


"Ngajak kamu mandi," jawab Andre sembari mengecup gemas pipi sang istri.


"aku udah mandi," protes Alya.


"aku gak peduli," bisik Andre seraya memutar kunci pintu kamar mandinya.


***


"Operasi Sabina berjalan lancar," kata Andre sembari membaca pesan yang ada pada layar ponselnya..


"Syukurlah, kata siapa ?" Tanya Alya.


"Kata Gibran."


"Kamu menanyakannya pada Gibran ?" tanya Alya lagi.


"Aku masih waras, tak mungkin aku yang menanyakannya pada Gibran. Lelaki itu pasti langsung terbang dari Korea untuk menghajar ku bila aku berani bertanya tentang istrinya." jawab Andre sembari tertawa.


"Gila emang, cemburuan banget dia." lanjut Andre lagi.


"Pantas jika ia merasa begitu, kisah cintanya dengan Sabina tidak mudah. Bayangkan 2 orang yang terluka karena cinta berjuang sama-sama untuk saling menguatkan. Tapi ternyata rencana Tuhan lebih indah, pada akhirnya mereka saling menemukan cinta dalam hidupnya." timpal Alya dan Andre menganggukkan kepala tanda setuju.


Keduanya tengah asik berbincang hingga akhirnya ponsel Andre berdering lagi, tertera nama Tama di sana. Entah siapa yang menelepon tapi Alya yakin adalah salah satu keluarga suaminya.


"Kamu gak angkat teleponnya ?" tanya Alya. Karena yang Andre lakukan adalah menolak panggilan itu.


"Ini acara makan malam kita, aku tak mau siapapun mengganggunya." jawab Andre.


Pizza yang di pesan pun tiba, berbarengan dengan ponsel Andre yang berbunyi lagi.


"Sebaiknya kamu terima dulu, mungkin penting."


"Kalau begitu aku keluar dulu," jawab Andre. Ia tak mau Alya mendengarkan apa yang keluarganya inginkan..


Alya menarik nafas dalam, ia bisa menebak apa yang akan Andre bicarakan hingga lelaki itu pergi menjauh hanya untuk menerima sebuah panggilan telepon.


Lama Alya menunggu dengan hati yang cemas, bagaimanapun ia merasa khawatir jika Andre lebih memilih untuk meninggalkannya agar bisa kembali pada kehidupannya yang mewah seperti dahulu.


"Andre ? Andreas Tama ?" terdengar suara seorang wanita yang menyapa suaminya dan Alya pun menolehkan kepalanya ke arah suara.


Terlihat seorang wanita cantik dengan tampilan yang begitu menggoda. Ia menahan langkah Andre yang menuju padanya.


"Lo ?" tanya Andre ragu.


"Selly, masa kamu lupa ? Dulu kita pernah beberapa kali habiskan waktu di ran...."


"Stop !" Potong Andre cepat, ia tahu apa yang akan dikatakan wanita itu.


Andre langsung melihat ke arah istrinya, berharap jika Alya tak mendengar apa yang wanita itu ucapkan namun ia terlambat. Alya tengah menatapnya saat ini.

__ADS_1


To be continued ❤️


__ADS_2