
Marfin tampak seperti kelelahan usai percintaan yang di lakukan tadi malam.
pagi hari ia masih terlihat tidur pulas dengan hanya menggunakan celana pendek dan tidak memakai baju.
ia membuka matanya, dilihatnya istrinya didepan cermin sedang berbalut Dres seksi berwarna putih, berkerah rendah melihatkan tonjolan dadanya ia tampak sedang menyisir rambutnya yang masih basah.
ia mengucek matanya beberapa kali, manarik nafas dan mengeluarkannya kasar.
" *sudah mandi? tanya Marfin.
" sudah mas. jawab Alika sambil melakukan aktifitasnya di depan cermin.
Marfin tampak tidak ingin bangkit dari tempat tidurnya ia berniat melanjutkan tidurnya kembali.
" Mas? ayo bangunn...
Alika kemudian menghampiri suaminya dan menarik pelan tangan suaminya.
" Masih ngantuk. jawab Marfin dengan suara lemasnya.
" Ayolah, apa tidak akan ke kantor? tanya Alika lembut sambil masih memegang tangan suaminya dan akhirnya duduk di sebelah suaminya tidur.
Marfin akhirnya membuka mata dan menatap wajah istrinya kemudian duduk dan merangkul istrinya dari belakang.
" kenapa seksi sekali? bisik Marfin lembut di telinga istrinya.
" Memangnya kenapa? kan disini hanya ada Mas dan aku. jawab Alika.
Marfin memeluk erat Alika dari belakang, Alika mengelus lembut tangan yang memeluknya.
" Mas ayolah. kata Alika.
" Ayo apa? tanya Marfin masih memeluk Alika dengan erat.
" lepaskan aku? pinta Alika.
Marfin melepaskan pelukannya dengan wajah lemas.
Alika membalikkan tubuhnya dan melingkarkan tangannya di leher suaminya.
" Mas? bagaimana jika hasil semalam? aku hamil? kata Alika tersenyum.
" Memangnya kenapa? jawab Marfin.
" katanya Mas belum pengen punya anak. kata Alika kembali.
" tapi aku pengen. jawab Marfin merengek dan merebahkan kepalanya di pangkuan Alika.
" Pengen apa Mas? Alika menatap suaminya dan membelai lembut pipinya.
" pengen lagi. Marfin kemudian duduk dan menatap istrinya.
Alika tampak salah tingkah dengan tatapan Marfin.
" pengen lagi apa? kenapa melihatku seperti itu. Alika melipatkan kedua tangannya ke dada.
" sudah jangan di tutupi. Marfin menyingkirkan tangan Alika yang menutupi dadanya.
" boleh aku memintanya sekali lagi sebelum bekerja? pinta Marfin.
" Minta apa? jawab Alika berpura pura tidak tahu maksud dari permintaan suaminya.
" minta ini ! Marfin menarik tangan istrinya dan merebahkannya .
sementara Marfin mengunci tubuh istrinya dengan tubuhnya yang sudah di atas tubuh istrinya.
" Mau ya? tanya Marfin.
__ADS_1
" Mas, kan udah semalam.jawab Alika.
" ya gapapa, biar sedikit longgar kalo di pake sering. jawab Marfin datar.
" tapi mas? nanti Mas telat kerja loh. kata Alika tersenyum.
melihat senyuman istrinya Marfin langsung menurunkan celana pendeknya dan memperlihatkan kejantanannya, seketika ia menurunkan celana dalam istrinya dan membuangnya ke lantai dan tanpa basa basi ia langsung menghujamkan kejantanannya ke organ kewanitaan istrinya.
" pelan pelan Mas sakit. Alika Mengangkat tangannya dan melingkarkan di leher suaminya, sementara Marfin masih terus bergerak cepat.
" kenapa langsung kebawah Mas? kenapa tidak pemanasan dari atas dulu. kata Alika.
Marfin tak menjawab perkataan Alika, ia terus saja memainkannya di dalam organ kewanitaan Alika dengan cepat.
beberapa menit kemudian dengan erangan Alika terlihat sangat kesakitan dengan gerakan cepat dari suaminya.
" Mas sudah pelan pelan. rengek Alika.
Marfin tak mendengarkan kata Alika ia terus memainkannya dengan cepat.
beberapa menit kemudian Marfin merebahkan tubuhnya di tubuh istrinya. ia tampak kelelahan dengan gerakan cepat yang ia mainkan.
" Maafkan aku sayang? aku sengaja memainkannya dengan cepat dan mungkin sedikit kasar. kata Marfin dengan nafas terengah engah.
" sakit Mas. Kata Alika.
Marfin kemudian bangkit ke kamar mandi meninggalkan Alika dengan tangis kecilnya karna menahan sakit dari serangannya.
beberapa menit kemudian Marfin keluar dari kamar mandi berbalut pakaian mandi.
ia kemudian membuka lemari dan memakai pakaian kerjanya.
sementara Alika masih terbaring lemah di kasur.
" sayang aku kekantor dulu ya. kata Marfin sambil merapikan jas yang ia kenakan.
Marfin langsung mencium kening istrinya dan melangkahkan kakinya, pergi kekantor.
" aww.... alika pelanpelan mengangkat tubuhnya.
" kenapa dia meninggalkan aku setelah kasar seperti ini. Alika meneteskan airmatanya kemudian bangkit dari kasur dan memungut celana dalamnya yang dilempar Marfin.
*******
Mafin bergegas meninggalkan apartemennya dengan langkah cepat menggunakan lift.
" tuan? Leo menundukkan kepalanya ketika bertemu Marfin. ia menunggu Marfin bebarapa jam yang lalu.
" aku sedikit terlambat. kata Marfin yang kemudian masuk kedalam mobil.
kemudian Leo memacu mobillnya dengan cepat.
" kita kerumah Dea dulu. ucap Marfin datar.
" apa kita tidak terlambat tuan? tanya Leo.
" tidak apa apa . jawab Marfin datar.
******
Mobil terparkir di halaman rumah Dea.
" Mana Nona? tanya Marfin.
" A....anu tuan? jawab Bu Leni gugup.
" Dimana dea bu? tanya Leo santai.
__ADS_1
" nona sedang bekerja tuan. kata bu leni kemudian menundukkan kepalanya.
" kerja? apa maksudmu bekerja, dia sedang hamil. lalu apa gunanya kamu, kalo dia masih bekerja dirumah ini. bentak Marfin yang tersulut emosi mendengar pernyataan bu leni.
" a.... anu tuan, nona kerja di luar rumah, di restaurant tuan. Bu leni memejamkan matanya dan menundukkan kepalanya memperlihatkan ketakutannya.
Marfin menghela nafas dan membuangnya kasar menahan amarah yang ada dalam hatinya.
" telpon Dea? tanya Dimana dia. pinta Marfin kepada leo.
leo kemudian merogoh saku celana dan mengambil ponselnya.
" nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan cobalah beberapa saat lagi"
" engga aktif tuan. kafa Leo.
" tulis alamat tempat Dea bekerja. perintah Marfin kepada Bu leni.
Bu leni mencatat alamat dan menyerahkannya kepada Leo, sementara Marfin sudah terlebih dahulu pergi dan memasuki mobil.
" bisa bisanya wanita itu bekerja, apa masih kurang uang yang ku kasih. gerutu Marfin.
" cepet kita ketempat Dea, pinta Marfin kepada Leo.
" tapi tuan, kita beberapa menit lagi ada meeting proyek tuan.kata Leo.
" Batalkan. jawab Marfin datar.
"apa urusannya , kenapa tuan rela kehilangan proyek yang berkisar milyaran demi menemui wanita itu. Batin leo. kemudian ia menyetir mobilnya dengan cepat.
sepanjang perjalanan Marfin tampak terlihat sangat cemas.
" tuan, aku yakin Dea baik baik saja, tenanglah kata Leo yang masih fokus menyetir.
"bagaimana aku bisa tenang, dia sedang hamil, bagaimana jika sesuatu terjadi pada bayinya,wanita itu memang gila. jawab Marfin.
tringg.... ponsel Marfin berbunyi.
"Alika"
" halo?
" Mas udah sampe kantor? tanya Alika disana.
" sudah. jawab Marfin datar.
" mas jahat banget sih tadi, udah pake malah di tinggal. kata Alika.
" ya mau bagaimana lagi, Mas harus bekerja . kata Marfin.
" loh mas kan boss nya, masa gak bisa telat. ucap Alika.
" tadi pagi bilangnya ,nanti Mas telat. sekarang giliran Mas buru buru, kamu marah.
" ya tapi kan, aku masih sakit tadi malah di tinggal gitu aja. ucap Alika terdengar marah.
" sudah ya, Mas mau meeting . kata Marfin.
jaga dirimu baik baik ya, sambung Marfin kembali.
Alika lebih dulu mengakhiri panggilannya sepertinya ia kesal dengan Marfin.
" kenapa wanita tampak aneh. gerutu Marfin.
" kenapa tuan? nona Alika? tanya leo yang mendengar gerutu Marfin.
" Marah marah. jawab Marfin datar.
__ADS_1
" mungkin nona akan bertambah marah jika tau suaminya sedang mengkhawatirkan wanita lain. Batin Leo*.