Pernikahan Yang Tak Diinginkan

Pernikahan Yang Tak Diinginkan
cerita


__ADS_3

sementara itu Marfin yang telah membawa Dea pulang ke rumahnya .


Rumah yang ia belikan untuk Dea beserta fasilitas juga satu pelayan untuk Dea.


" *istirahatlah, ucap Marfin kepada Dea yang masih terbaring lemah.


tring...


1 pesan di terima. kemudian ia merogoh kantong celananya.


Alika.


" *nanti jemput aku ya dirumah paman"


pesan dari istrinya.


Marfin tak membalas chat yang di terimanya ia hanya tersenyum ketika membacanya.


kemudian ia keluar kamar di ikuti Leo .


" tuan, apa tidak sebaiknya nyonya tau tentang ini.ucap sekretaris leo setelah mereka berjalan menjauh dari pintu kamar Dea.


" tidak.. aku tidak ingin istriku tau tentang hal ini. Jawab Marfin dengan nada tinggi.


" jika waktunya tiba, aku akan memberi tahu semuanya kepada dia. ucap Marfin.


tapi mengapa tuan? bukankah tuan dan nona Dea pun tidak ada hubungan apa apa.


" entahlah Le, Marfin kemudian meraih kursi dan mendudukinya.


kau ingat, Malam perayaan ulang tahun ibuku. saat Alika pergi meninggalkan pesta. kemudian aku menyusulnya. aku temukan ia sedang dalam keadaan bercucuran darah. saat itu aku benar benar sadar , aku memang mencintainya, aku takut kehilangan dia saat itu. bukan lagi karna aku penasaran padanya aku ingin menikahinya. bukan pula aku ingin dendam padanya karna masa SMa dulu.


aku benar benar mulai mencintainya.


dan saat aku berdoa kepada allah untuk kesembuhan Alika kemudian aku mengendarai mobilku dengan perasaan cemas , sedih semuanya aku rasakan lalu Dea menabrakkan tubuhnya ke mobilku.

__ADS_1


ia sengaja melakukan itu untuk mengakhiri hidupnya. Marfin memegang keningnya . matanya mulai berkaca kaca, sekretaris leo terheran melihat bagaimana sosok yanh selama ini ia kenal amat dingin , tidak perduli kepada orang lain. tepat di hadapannya ia melihat wajah itu tampak pucat, tubuh itu seakan tak berdaya.


kemudian Marfin melanjutkan ceritanya.


kemudian aku membawa Dea kerumah sakit , dan beberpa hari aku menunggu kesadaran Dea.


aku tinggalkan Alika yang saat itu celaka pula, padahal mungkin Alika menginginkan aku di sampingnya,sampai saat ini aku tidak ingin Alika tahu bahwa aku adalah lelaki itu . laki laki yang air matanya keluar saat melihat kondisinya saat ini, laki laki yang penuh kecemasan.


aku tak ingin dia tahu semuanya sebab yang ingin aku tunjukkan kepada dia adalah rasaku tidak benar benar padanya hingga pada saat dia tau tentang Dea . dia tidak begitu mencintaiku, dan tidak terlalu sakit jika dia harus meninggalkanku. Marfin mulai tak kuasa menahan air matanya.


*mengapa nona Alika harus meninggalkan tuan? apa salah tuan? tanya sekretaris leo yang belum memahami maksud dari cerita tersebut.


Marfin kemudian kembali bercerita


setelah Dea sadar, dia memberontak , dia marah padaku mengapa aku menolongnya . aku melihat wajah yang penuh penderitaan mengamuk pada saat itu.


seperti kau tahu beberapa kali dia mencoba ingin bunuh diri, seperti itulah pertama kali ia sadar. ia mencoba membunuh dirinya sendiri, hatiku sakit melihat wanita yang lemah tak berdaya seakan tak mampu untuk melawan kehidupan , aku ingin memeluknya saat itu, ingin membagi sedikit bahagiaku untuk meringankan penderitaannya. dan dalam keadaan itu aku saat itu berjanji akan menjadi ayah dari bayi yang ia kandung, aku berjanji padanya akan menikahinya.


namun Alika datang kerumahku meminta ku agar aku menikahinya.


lalu aku harus bagaimana, aku mencintainya?


Marfin terisak isak.


" Tuan, aku fikir tidak sebesar ini masalahnya. Leo mengusap punggung Marfin menguatkan hatinya.


Tring...


kembali pesan dari Alika di terima.


" kenapa cuma di baca?


lagi sibuk ?


Marfin membalas.

__ADS_1


" iya, maaf ya masih ada kerjaan, nanti kalo sudah mau pulang kabarin ya.


sementara itu, Alika dan jee tiba di kediaman keluarga Alika.


" Tok tok tok....


Alika mengetuk pintu.


seorang wanita membuka pintu.


Alika ? ( bibinya)


Alika kemudian mencium tangan bibinya dan kemudian memeluk.


kemudian bu Teti mempersilahkan keduanya masuk. alika melangkah di ikuti jee.


" *mana paman bi? tanya Alika sambil menelisir ruangan yang di rasanya cukup lama ia tinggalkan.


*paman masih di toko AL, kata bibinya.


toko?


ia aL, suamimu yang memberikan modal kepada pamanmu karna semenjak kau menikah dengannya pamanmu tak bekerja lagi padanya, suamimu meminta paman untuk menjaga bibi saja. ucap bu teti.


dan ya bi, ini tuan jee sepupu suamiku, Alika memperkenalkan jee kepada bibinya.


lama mereka berbincang bincang di ruang tamu.


" Alika berminap disini kan? tanya Bibinya.


iya bi, nanti pagi aku baru pulang.


" tapi bii, jee pamit pulang ya bi? ucap je.


tapi mengapa tuan, bukankah baru sebentar?

__ADS_1


lainkali saja bi, jee ada urusan. ucap jee.


akhirnya jee meninggalkan Alika di rumah keluarga Alika**.


__ADS_2