Pernikahan Yang Tak Diinginkan

Pernikahan Yang Tak Diinginkan
keduanya


__ADS_3

pada malam harinya Marfin tampak sangat kesal melihat sikap dingin istrinya, yang tidur membelakangi dirinya.


" hey ada apa lagi? mengapa kau bersikap seperti ini? tanya Marfin sembari menepuk pelan pundak istrinya.


" siapa wanita itu? tanya Alika santai.


"sepertinya aku harus menceritakan semua tentang Dea kepada Alika, tapi bagaimana jika Alika tidak bisa menerimanya?


ah tidak, aku harus menceritakan semuanya.


"sayang?


kemarilah akan kuceritakan semuanya kepadamu,


" Deg....


sungguh hati Alika sangat bergetar hebat mendengar ucapan suaminya, ia harus menguatkan hatinya seandainya cerita itu tak seperti yang dia inginkan.


perlahan Alika menggerakkan badannya menghadap suaminya.


dengan menarik nafas perlahan, Marfin memberanikan diri memulai ceritanya.


****


"jadi nona sudah tau tentang Dea? tanya Leo.


" yaa... aku sudah menceritakan semuanya, aku tidak tahan melihat sikapnya yang dingin kepadaku. jawab Marfin.


siang itu mereka berdua tengah menyantap makan siang di sebuah restaurant.


"lalu apa kata nona?


"sepanjang bercerita dia hanya diam, kemudian setelahnya mengucapkan terimakasih, ucap Marfin.


"aku tidak mengerti makna dari diam dan ucapan terimakasihnya itu bahkn saat aku mengatakan bahwa aku sudah berjanji akan menikahi Dea, ia tak bersuara sepatahpun,aku sungguh tidak mengerti.


"aku juga tidak tahu, apakah setelah ini dia mengizinkan aku bertemu dengan Dea atau sebaliknya, sambung Marfin kembali.


"bolehkah saya tahu sejauh mana hubungan tuan dan Dea?

__ADS_1


leo memberanikan diri bertanya.


" mungkin aku kasian, mungkin juga aku mengaguminya, atau mungkin juga aku menyukainya, ah entahlah dia membuatku sangat nyaman ketika berada di sampingnya.


" jadi tuan sungguh mencintai keduanya sekaligus? tanya Leo dengan serius.


"entahlah, mungkin kau benar.


aku tidak akan bisa kehilangan keduanya.


Mendengar ucapan Marfin, Leo geram kemudian mengepalkan tangannya.


seandainya yang berkata seperti itu bukanlah seorang Tuan Marfin wijaya Bos dirinya, mungkin saat ini leo sudah membuat pria itu tersungkur tak berdaya dengan tinjuannya.


*****


di kediaman Dea,


Dea sedang duduk bersantai diatas sofa sembari menonton televisi di temani banyaknya cemilan di hdapannya.


pintu depan berbunyi,


Dea kemudian bergegas dan membukakan pintu, betapa terkejutnya ia melihat seorang wanita cantik tengah berdiri di hadapnnya bersama dengan buket bunga di tangannya dan dua keranjang beragam buah yang di bawakan oleh seseorang.


dengan mengembngkan senyum Alika melewati Dea dan terlebih dahulu masuk kedalam rumah.


letakkan disini ucap Alika sembari menunjukkan tempat, terimakasih pak. ucapnya lagi.


"ada apa ini? tanya Dea.


" ini untukmu, kau harus menjaga kesehatanmu, itu sebabnya aku membawakan banyak buah untukmu, ucap Alika sembari tak lupa dengan mengembangkan senyum.


"apa kau ada maksud tertentu? tanya dea menyelidik.


" tidak ada, aku datang kemari bukan sebagai istri dari tuan Marfin wijaya,


benar bukan? waktu itu suamiku di sini, namun kau mengelak.


baiklah, aku kemari sebagai sesama wanita yang mempunyai perasaan sama sepertimu, aku paham bagaimana tersiksanya dirimu, mungkin kau merasa dunia ini tidak adil memperlakukanmu, namun nona... itu bukan berarti bahwa kau tidak punya harga diri,ucap Alika.

__ADS_1


Dea memalingkan muka ketika mendengar penuturan Alika, kemudian di pandangnya wajah yang terlihat memerah itu.


"kau sangat baik nona, namun percayalah aku dan tuan Marfin berhubungan baik seperti layaknya abang dan adik,jadi kau tak perlu khawatir,ucap Dea.


" sebagai seorang istri, aku punya rasa cemburu.


sebagai seorang wanita, aku punya rasa kasihan terhadapmu.


jika benar kalian punya hubungan yang baik sebagai saudara, lalu mengapa kalian tidak mengatakan itu padaku, sembunyi sembunyi seolah kalian menutupi hubungan kalian.


katakan padaku?


apa kau menyukai suamiku?


sejauh mana hubunganmu dengannya?


katakan yang sejujurnya?


(alika)


"sudah ku katakan tidak ada yang spesial antara aku dan suamimu, hanya layaknya abang dan adik saja, bukankah suamimu sudah mengatakannya kepadamu?


apa kau tidak percaya pada suamimu sendiri?


(Dea)


" bagaimana mungkin aku bisa percaya pada hati yang pernah membohongiku,batin Alika.


" aku sangat percaya kepada suamiku, tapi aku tidak percaya kepadamu.


jadi katakan yang sebenarnya?


( Alika)


" bagaimana membuatmu percaya nona? tanya Dea.


"Tinggalkan semua fasilitas suamiku, pergilah jauh dari kehidupan kami.


apa kau bisa?

__ADS_1


(Alika)


Dea tertunduk diam mendengar ucapan Alika, batinny seolah mengatakan bahwa itu sangat berat baginya.


__ADS_2