
Alika duduk di depan cermin cermin memandangi wajahnya yang sudah berbalut kebaya putih ber rias kan pengantin.
" karna kalo kau menolakku, paman mu akan membusuk didalam penjara. aku akan mengurungnya atas kasus penipuan"
*kata kata itu terngiang di telinga Alika "gara gara katakata itu aku mengalami semua ini? dan mengapa harus dia pula yang menyelamatkan aku? gumam Alika di dalam hati.
krekk....pintu di buka.
kau terlihat begitu cantik sayang? puji Bibinya.
mana paman bi? paman ada di bawah? ada apa sayang, tanya Bibinya lagi.
Alika ingin bicara dengan paman, Bisakah?pinta Alika*.
tak Lama kemudian pamannya datang, Alika langsung memeluknya.
hey iya paman disini,kenapa?
hari ini hari bahagiamu nak, paman dan bibi melepaskanmu sebagai putri kami. ucap Pamannya.
apa maksud paman? apakah setelah menikah aku tidak bisa kerumahku kembali. Alika mulai berderai air mata.
" yasudah, bibi kebawah dulu ya sayang?
jangan lama lama para tamu sudah menunggu.pinta bibinya
" ada apa?tanya pamannya kembali.
" aku akan membayar semua hutang hutang paman kepada tuan. jadi paman tidak perlu bekerja lebih keras lagi. ucap Alika sambil terisak isak.
__ADS_1
apa maksud perkataanmu?
sebentar? pamannya langsung menerka nerka.
jangan jangan pernikahan ini adalah bentuk balas budi, atau soal hutang tidak tidak..pamannya menggelengkan kepala.
kalau begitu, jangan lanjutkan pernikahan ini.Ayo kita bicara kepada mereka**.pak Adi menarik tangan Alika namun Alika menghentikannya.
"tidak paman, bukan seperti itu?
lalu apa? bukankah dari awal kau tidak menyukai tuan muda , lalu tiba tiba ingin menikah dengannya. ya tuhann mengapa aku tak menyadari hal ini sebelumnya. ucap pak adi dengan wajah penuh penyesalan,tangannya menggapai dinding seolah menahan kecewa pada dirinya sendiri.
" *tidak paman ... ini bukan masalah hutang?
aku menikah dengannya karna aku memang mencintainya. setelah jadi istrinya aku punya hak atas hartanya atau aku akan bekerja dengannya,agar bisa membayar hutang hutang paman kepada keluarganya, paman jagalah bibi dirumah, jangan terlalu banyak meninggalkan bibi. ucap Alika.
tok tok...
Alika menghentikan pembicaraannya kemudian mengikuti bibinya dimana tamu tamu sudah datang, penghulu sudah hadir, dan Marfin pun sudah menunggunya.
Alika duduk di samping Marfin .kemudian pak penghulu mulai bertanya kepada kedua pihak" apakah kalian menikah karna kemauan sendiri atau ada yang memaksa?
" tanyakan pada Alika pak? jawab Marfin.
" tidak pak, saya menikah karna keinginan saya sendiri . ucap Alika.
" Alhamdulillah" ucap pak penghulu.
kemudian acara Akad pernikahan pun dimulai dan selesai dengan kata"sahh" para saksi.
__ADS_1
Marfin dan Alika saling bertatapan, Alika mencium tangan suaminya, dan Marfin mencium kening istrinya.
kemudian di lanjutkan dengan pesta .
tamu tamu undangan banyak yang hadir, mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.
hingga mereka di kejutkan oleh sosok wanita yang sangat cantik hadir ditengah tengah pesta memberikan ungkapan selamat kepada keduanya.
" tiara... ana melihat tiara berjalan ke singgasana mempelai.
congratulations ya, happy wedding ucap Tiara kepada Marfin.
marfin pun mengucapkan terimakasih dengan wajah datarnya.
" ana... apa kabar?? Tiara menghampiri ana dan mencium kedua pipinya .
" siapa yang mengundangmu? tanya Ana penasaran.
"tentu saja kekasihku, jawab tiara sambil melihat kearah Marfin dan tersenyum.
"siapa yang kau anggap kekasih? kakakku sudah menikah dengan Orang lain. hari ini dia sudah resmi menyandang predikatnya sebagai suami. kau paham arti seorang suami? tanya Ana.
Ana... kau kenapa ketus kepadaku. bukankah dulu kau menyukaiku. Tiara menekankan suaranya.
" Aku menyukaimu karna kau dahulu adalah kekasih kakakku, sekarang aku akan menyukaimu jika kedatanganmu bukan untuk menghancurkan kebahagiaan kakakku. Ana menegaskan.
" Tiara tersenyum..kemudian meninggalkan Ana dan menghampiri sekertaris Leo juga pak Anton dan bu risma.
Alika dan Marfin tanpa berbincang sedikitpun mereka sibuk menyambut para tamu. dan Marfinpun terlihat begitu cuek kepada Alika.
__ADS_1
"siapa wanita itu, pertanyaan ini muncul di fikiran Alika ketika melihat keluarga suaminya begitu dekat dengan wanita itu.