
Jee dan Alika sedang dalam perjalanan menuju rumah paman dan bibi Alika.
Alika terlihat tersenyum sumringah karna setelah menikah dengan Marfin ia belum sempat berkunjung kerumah keluarganya.
tring ...
suara pesan masuk. 1 pesan diterima from my husband.
" hey bodoh, hati hati ya.
segera kembali. aku menunggumu dirumah.
Maaf atas karna telah gagal membawamu keluar malam ini.
Alika tersenyum membaca pesan dari Marfin.
ia kemudian memasukkan kembali ponselnya kedalam tas.
Jee melihat senyum dibibir Alika.ia mulai membuka percakapan karna sedari tadi ia hanya fokus menyetir dan Alika fokus pada ponselnya.
pantas kau menjadikan botol bekas sebagai mainanmu, otak mu tidak waras ya ternyata. ketus Jee membicarakan saat kejadian pertama kali mereka bertemu.
hah? Alika menaikkan volume suaranya.
apa maksudmu? tanyanya.
" kau senyum senyum sendiri, apa kau fikir itu waras . Ahaha.....
jee tertawa lebar.
Alika memajukkan bibirnya menatap tajam Jee.
aku sedang membaca pesan dari suamiku tadi, dia sangat romantis . Alika tersenyum manis.
Romantis? jee mencondongkan kepalanya kepada Alika kemudian kembali tertawa...
Alika tampak kesal karna jee sedang meledek dirinya.
Alika mengepalkan tangannya dan memukul lengan jee.
" heyy gila, aku bisa menabrak. gertak jee sambil tertawa.
nada dering ponsel Alika berbunyi...
Nomor tak di kenal memanggil.
siapa ? Batin Alika.
Alika menolak panggilan, namun lagi lagi nomor itu tak menyerah .
" Angkat saja, ucap jee. brisik aku mendengarnya .ucapnya lagi.
Alika menggeser layar untuk menerima panggilan tersebut.
Alika: Halo? saya bicara dengan siapa?
Tiara : kau ingat Tiara?
__ADS_1
Alika : ( diam mengingat)
Tiara : Apa kau mendengarku? Aku tiara kita pernah beberapa kali bertemu, Tiara mengingatkan.
Alika : iya , aku ingat?
kau wanita yang mengejar ngejar suamiku itu kan? Alika mengejek.
Tiara : bukan , Aku dan dia pernah saling mencintai, tidur bersama dan kau tau pasti apa yang kami lakukan saat tidur bersama.
Alika : ada apa?... cepat Aku sangat sibuk. gertak Alika.
Tiara : hahaha...
aku melihat suamimu bersama dengan wanita lain, wanita yang sama rendahnya dengan dirimu mereka dirumah sakit X. jika kau tidak percaya , tanyakan kepada Leo.
Alika :Lalu apa?? jawab Alika lembut dan singkat .
Tiara : Bodoh ! aku tau dia tidak mencintaimu,dia masih sangat mencintaiku, tapi aku tidak tau apa yg bisa kau lakukan saat dia meninggalkanmu demi wanita itu.
hanya aku yang pantas untuk Marfin, bukan kau ataupun wanita ****** lainnya. ucap Tiara dengan volume tinggi.
Alika: hahaha......
Alika tertawa lebar menganggap yang di ucapkan Tiara hanyalah lelucon.
Tiara : eh ,kau menertawakan aku ! padahal kau sendiri yang pantas di tertawakan. nada suara Tiara semakin tinggi karna geram dengan tawaan Alika .
sementara itu, jee hanya menggeleng gelengkan kepala melihat Alika tertawa puas.
" ada apa? siapa yang telpon . tanyanya.
"Apa benar yang wanita tadi katakan?
Marfin bersama dengan wanita lain?
Ahh tidak....
Meski benar ia bersama dengan seorang wanita, itu tidak seperti yang wanita itu katakan.
Alika tertunduk seolah merenungi apa yang di katakan oleh Tiara.
*kita kerumah sakit X , ajak Alika ke pada jee.
jee pun menyetujui ajakannya.
Tiba di Rumah sakit.
Alika menghampiri meja resepsionis.
resepsionis itu sudah tau betul Alika istri tuan muda Marfin wijaya keluarga terhormat dan juga kaya raya.
" Nona bagaimana keadaanmu ? tanya Seorang yang duduk di meja resepsionis tersebut.
" kau lihat suamiku dan sekretarisnya juga seorang wanita hamil kemari tadi? tanya Alika dengan suara lembutnya.
" Tidak nona, jawab wanita itu.
__ADS_1
" kau yakin, ? Alika memastikan.
" be ...be..nar nona, tidak ada tuan muda kemari.jawabnya gugup.
"Alika menatap tajam mata yang berbicara gugup tersebut.
" Mengapa dia bisa gugup seperti itu, Apa benar yang dikatakan Tiara?
suamiku bersama wanita lain, hamil?
Batin Alika semakin berkecamuk.
awalnya ia tak percaya dengan apa yang di katakan tiara , namun melihat ekspresi wanita tersebut fikirannya goyah .
" *Bisa saja rumah sakit ini merahasiakannya,
tapi untuk apa?
jika wanita tersebut bukan siapa siapa bagi suamiku, lalu untuk apa dia menutupinya dariku.
Batin Alika.
ia memegang meja yang ada didepannya kemudian menghela nafas panjang.
jee yang melihat Alika bahkan sama sekali tidak mengerti,mengapa Alika mengajaknya kerumah sakit, ada apa yang terjadi.
" hey nona, Ada apa? aku penasaran? mengapa kau bertanya tentang suamimu membawa wanita lain kemari? tanya Marfin.
a....aku...
Alika nampak gagap.
" sekarang kau telpon suamimu, tanya dimana dia? beres bukan.
kau selain tidak waras ,bodoh juga ya? jee tersenyum menatap wajah yang nampak cemas.
siapa tadi yang menelponmu?
seseorang yang meracunimu, yang membuat kau tidak percaya pada suamimu sehingga kau mengajak ku kemari untuk memastikan?
aku ini saudara suamimu, aku tahu betul bagaimana dia, dia keras kepala, sombong semua sikap jelek ada padanya namun aku tidak percaya jika dia menghianati istrinya sendiri. Jee mulai berbicara panjang lebar dengan nada tinggi.
Alika hanya tertunduk menahan agar tak ada yang keluar dari matanya.
jee kemudian menarik tangan Alika dan membawanya kedalam mobil.
" sudah, jangan tambah lagi kejelekanmu dengan menangis. Jee berbicara dengan nada datar.
coba katakan pada suamimu untuk menjemputmu dirumah paman, aku akan meninggalkanmu setelah kau sampai dirumah pamanmu. ucap Jee.
Alika meraih ponselnya.di lihatnya kontak Marfin.
My husband.
kemudian ia mengirim pesan lewat whatsapp
" nanti jemput aku ya dirumah paman.
__ADS_1
pesan terkirim* .