Pernikahan Yang Tak Diinginkan

Pernikahan Yang Tak Diinginkan
jee


__ADS_3

huhhhh


.... Alika merebahkan tubuhnya di tengah tengah ranjang setelah lelahnya melakukan perjalanan.


tiba tiba matanya terbelalak mendengar gema suara terdengar begitu kerasnya memanggil seseorang.


" Tantee.......suara laki laki terdengar begitu nyaring di telinga Alika.


Alika langsung terperanjat dari kasurnya . mengintip lewat pintu kamarnya , siapa yang berteriak sekencang itu.batinnya penasaran.


pelan pelan ia melangkahkan kakinya untuk memastikan rasa penasarannya tersebut.


pas sekali dia melihat kebawah tampak seorang laki laki berparas tampan, berkulit bak artis korea yang berbicara dengan volume keras tadi.


" siapa dia? berani sekali berteriak disini? gerutu Alika , tatapannya kebawah pada laki laki yang ada disana.


" pelayan....panggil laki laki itu.


kemudian dua pelayan tergesa gesa menghampiri laki laki itu.


Mana nyonya ?tanya laki laki itu.


nyonya sedang di luar tuan zee.


yah...


namanya jee dia adalah sepupu Marfin yang tinggal di jerman tempat Ayah Marfin mengelola bisnis, dan Ana kuliah.


ini baru mali pertama jee menginjakkan kakinya di indonesia dan di rumah wijaya.


tatapan jee terfokus ketika melihat Alika di lantai atas seperti masuk dari kamar utama.


Alika dmenuruni satu persatu anak tangga, dengan style rumahan, rambut lurus terurai panjang melangkah dengan sangat pelan menghampiri laki laki itu.


tiba di ujung tangga terakhir ia terkejut melihat sosok yang sepertinya pernah ia temui, ia berdiri terpaku sambil mengekspresika matanya mencoba berfikir keras mengingat siapa laki laki yang ada di hadapannya.


jee? namanya baru aku dengar? tapi wajahnya ? dimana aku pernah melihatnya. Batin Alika.

__ADS_1


disudut lain,


jee menatap tajam Alika kemudian menghampiri nya. memiringkan kepala melihat dengan detail tubuh Alika dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Alika diam terheran heran.


mulutnya masih terkunci tak mengucapkan sepatah katapun, otaknya seperti masih berfikir keras.


namun tiba tiba ia di kagetkan oleh suara pria itu lagi.


*bukankah kau wanita sial, yang melemparku dengan botol bekas ? jee memastikan kembali dengan melihat lebih jelas


" yaaa benar ..... kau wanita itu. volume suara jee terdengar keras.


para pelayan hanya memperhatika Alika dan jee dengan ekspresi serious penuh tanda tanya.


" sedang apa kau diatas, apakah kau masuk kekamar utama dirumah ini? kamar Marfin wijaya? siapa kau apakah pelayan baru kah? ucap jee dengan meninggikan volume suaranya dan tatapan yang sinis.


Alika memalingkan matanya. memiringkan bibirnya kemudian mengangkat sebelah tangannya meraih keningnya.


heyy.... mengapa kau dirumah ini,apa yang kau lakukan.jawab jangan membisu. jee meninggikan kembali suaranya.


salah satu pelayan memberanikan diri menghampiri jee. karna melihat Alika seperti ketakutan.


" tuan.... suara pelayan itu bergetar.


" dia adalah nyonya di rumah ini, dia adalah istri tuan muda.


mungkin tuan muda sudah tau bahwa tuan muda sudah menikah. dan ini istri tuan muda.pelayan dengan sopan membungkukkan badannya mengarah pada Alika .


mendengar penuturan dari pelayan itu jee terkejut.


seakan tak percaya, dia berjalan mundur menjauhi Alika.


kemudian Dari jarak beberapa meter ia berhenti dan menyapu bersih tatapannya kepada Alika.


matanya seolah olah menunjukkan keheranan.

__ADS_1


dari arah lain


nampak seorang nyonya besar bergaya sosialita turun dari mobilnya, seorang supir membukakan pintu dengan sopan.


kemudian salah satu pelayan menghampiri pintu dan segera membukakannya.


nyonya... sapa pelayan membungkukan badan.


Bu risma dengan high hells tinggi di kakinya,tas ber merk limited edition berada di lengannya. berjalan dengan langkah lebar.


" halo ... jee , bu risma melambaikan tangannya dari kejauhan.


ayahmu baru memberi tahuku tadi menanyakan apakah kau sudah sampai atau belum, bu risma berekspresi sangat antusias melihat jee berdiri di hadapannya.


disudut lain Alika masih saja diam , kemudian dia memalingkan tubuhnya dari hadapan mereka menuju anak tangga kedua.


" sayang... mau kemana, bu Risma menghampiri Alika , menggenggam lembut tangan menantunya dan membawanya kepada jee.


sayang, ini keponakan ibu?


dia baru pertama kali ke indonesia.


ibu sudah lama tidak melihatnya , terakhir kali ibunya melihatnya dia masih sangat kecil, sekarang sudah tumbuh dewasa . ucap Bu Risma sambil memegang halus punggung Jee.


Dann ya....


ini Alika. menantu pertama di keluarga kita,


dia sangat cantik bukan?


jee menanggapi pertanyaan bu risma dengan tersenyum kecut seperti tidak menyetujui pujian bu Risma kepada menantunya .


" Dimana suamimu, tanya bu Risma ke pada Alika.


dia.... Alika terbata bata. Dia bingung karna Marfin tidak meminta izin kepadanya.


dia keluar bersama Leo tadi, ada urusan pekerjaan katanya. ucap Alika dengan senyumannya*.

__ADS_1


__ADS_2