Pernikahan Yang Tak Diinginkan

Pernikahan Yang Tak Diinginkan
diperayaan pesta


__ADS_3

Alika masih terpaku dengan sorot matanya yang tajam memikirkan kata kata tiara mengenai dirinya dan suaminya.sekretaris Leo yang sibuk berbicara dengan teman temannya sedari tadi sepintas lirikannya terlihat Tiara pergi meninggalkan Alika dengan ekspresi yang tidak menyenangkan. kemudian sekretaris leo menghampiri Alika dan memastikannya sendiri.


" *apakah nona, mengenal wanita tadi? tanya sekretaris Leo.


" saya rasa , anda pun mengenalnya. jawa Alika dengan wajah sinis


" apa yang wanita gila itu katakan kepada nona Alika sampai nona bersekspresi seperti ini, Batin sekretaris leo.


" begini nona, apapun yang dia katakan apalagi menyangkut tentang tuan muda, tolong jangan didengarkan, sekretaris Leo menuturkan.


semuanya tidak benar . ucapnya lagi.


Alika menatap dalam dalam sekretaris Leo, sampai sekretaris Leo dibuat salah tingkah olehnya.


kenapa nona menatapku seperti itu? tanya sekretaris leo.


" kau tau banyak bukan tentang tuan muda? tanya Alika.


" Apa yang ia rahasiakan dariku? wanita tadi, kemudian wanita yang menelponnya saat pertama kali aku datang kerumah tuan muda ?kau tau maksudku kan. kau tau persis bukan siapa mereka. tanya Alika lagi.


Leo hanya tertunduk diam tak bisa menjawab pertanyaan Alika. Alika terus menatapnya dengan sorotan mata tajam.


Alika melihat Marfin dengan gagahnya menghampiri kerumunan pesta matanya seperti mencari cari keberadaan seseorang.


kemudian tiara menghampiri Marfin dan sengaja melingkarkan tangannya di lengan Marfin.


Marfin kemudian menghempaskan tangan Tiara " perempuan gila, jangan menyentuhku" bentak Marfin.


" *aku sangat suka ketika kau membentakku menunjukkan betapa kau sangat kecewa terhadapku, maka maafkan . ucap tiara tersenyum.


Marfin hanya mengarahkan sorot matanya kepada tiara. kemudian sekretaris leo menghampiri tuan mudanya tersebut.


" tuan,lama sekali? ucap leo.


"mana istriku,tanya Marfin.


itu Nona,sekretaris leo menunjuk ke arah Alika.


" apa wanita bodoh itu melihatku dengan tiara sedari tadi? Batin Marfin.

__ADS_1


kemudian ia menghampiri Alika.


sekretaris leo menatap tajam tiara. matanya seolah menunjukkan ketidaksukaan kepada tiara*.


" jangan mengganggu kebahagiaan tuan mudaku. Ancam sekretaris Leo.


tiara tersenyum licik mendengar perkataan sekretaris Leo.


" kau tau persis, dia sangat mencintaiku, jadi kau tau wanita yang di nikahinya sekarang hanya wanita biasa yang ia jadikan sebagai pelampiasan saja. Tiara membisikkan ucapannya kepada sekretaris Leo.


sementara itu Alika hanya mematung , ia hanya mengekspresikan tatapan matanya kesemua arah berpura pura tak melihat Marfin telah berada di depan matanya.


" hey bodoh,apa yang kau lihat? tanya Marfin.


Alika hanya diam .


kemudian Marfin menggenggam tangannya dan memeluknya erat.


Alika tercengang dengan perlakuan Marfin yang demikian.


" apa mungkin dia hanya ingin membuat tiara cemburu" Batin Alika.


"wanita siall.... ucap Tiara.


Sekretaris Leo tertawa kecil melihat tiara penuh dengan kecemburuan.


Marfin melepaskan pelukkannya.


" Maaf membiarkanmu menunggu lama, aku masih ada urusan pekerjaan tadi. ucap Marfin.


" Aku sangat heran dengan sikap laki laki ini,kadang ia lembut, kadang ia juga kasar kepadaku. Batin Alika menatap tajam Marfin.


" heyy... aku tidak suka dengan tatapanmu. Marfin mendekatkan mulutnya ketelinga Alika,membisikkan suaranya.


marfin kemudian menggandeng tangan Alika membawanya kepada sekretaris Leo dan tiara.


ia memperkenalkan istrinya kepada tamu tamu pesta.


" *Tuan terimakasih atas undangannya, Mana istrimu? . tanya salah satu tamu.

__ADS_1


" tidak masalah, tapi maafkan aku aku datang terlambat. namun meski demikian nikmatilah pesta ini , Marfin tersenyum hangat kepada semua tamu tamu pesta.


" dan yaa... perkenalkan ini istriku, nona Alika. Marfin meremas pundak Alika.


Alika heran dengan perlakuan tamu tamu pesta setelah tau bahwa ia adalah istri Marfin.


mereka menyapa Alika, menundukan kepala , seolah Alika seseorang yang penting yang harus di hormati.


Alika tersenyum kepada mereka berpura pura menunjukkan betapa bahagianya ia di peristri oleh tuan muda seperti dugaan mereka.


" kalian tidak perlu bersikap seperti itu, harga diri kalian lebih tinggi dari pada aku, aku hanya wanita pajangan bagi tuan Muda. dia bahkan tidak suka menyentuhku nilai ku dimatanya mungkin sangat rendah.sungguh aku tidak seberuntung itu. Batin Alika


"apa maksud semua ini, mengapa mereka berterima kasih padamu. apa ini pestamu? tanya Alika dengan berbisik.


" ya benar, ini pestaku, aku sengaja menyewa tempat ini untuk pesta? bisik Marfin kembali.


" pesta apa, ? tanya Alika lagi.


" mau bagaimana lagi, aku sudah menikah mereka memintaku untuk sebuah pesta jadi aku menuruti. jawab Marfin.


" mengapa tak mengabariku sebelumnya, bisik , lalu ayah, ibu, ana mengapa tidak kau beri tahu .tanyaAlika kembali.


" mereka tau, karna ini hanya pesta kita berdua , jadi tidak ada keluarga . bisik marfin


" inikejutan untukmu, bisik Marfin kembali*.


Tiara yang melihat mereka berbisik bisik seperti mbayangkan betapa romantisnya suara yang keluar dari mulut marfin ke telinga Alika. ia begitu terlihat makin marah.


" *lihat saja , aku akan merebutnya kembali kepelukanku, Batin Alika.


pesta tak menyenangkan bila tak ada tarian dansa. semua tamu tamu pesta berdansa terutama Alika dan Marfin.


mereka seperti pasangan terromantis di pesta itu.


Seorang tamu menyodorkan minuman kepada tuan muda. namun sekretaris leo mengambilnya karna meski demikian tuan muda tidak pernah meminum alkohol.


" maafkan aku , ucap Marfin, tapi nikmatilah malam ini ucap marfin kepada tamu tersebut.


pukul 23.00 pesta selesai , Marfin menggandeng tangan Alika menuntunya pulang. sekretaris leo nampak tersenyum bahagia melihat keduanya begitu romantis. alika yang tertidur di pundak Marfin sepanjang perjalanan, Marfin yang harus terjaga agar tidur istrinya menjadi nyaman*.

__ADS_1


__ADS_2