Pernikahan Yang Tak Diinginkan

Pernikahan Yang Tak Diinginkan
tolong jangan hianati aku mas


__ADS_3

****


" sayang? Mas berangkat ya. ucap Marfin sambil meninggalkan kecupan mesra di kening istrinya.


"hati hati ya mas. balas Alika.


*****


" halo? bisakah kau menjemput Alika dan membawanya kerumah ibu. pinta Marfin kepada jee.


" oke brother. nanti tak jemput. jawab jee disana.


Marfinpun menutup pembicaraannya.


" tuan? saya menemukan villa mewah di jalan x. Leo memberikan informasi.


" yaa.... kau atur jadwal agar kita bisa melihatnya. titah Marfin.


" baik tuan.jawab Leo.


akhirnya mereka tiba di kantor.


******


ting...pesan masuk.


Alika membuka pesan masuk tersebut.


jee.


" nona, aku menunggumu di loby.


Alika menutup ponselnya dan segera bersiap siap.


Alika memakai Dres polos berwarna hitam, rambut terurai ujung rambut ikal, dengan tas kecil yang terselempang, high hells berwarna putih.


****


Alika memasuki mobil yang didalamnya Jee sedang asik mendengarkan musik.


setelah Alika memasuki mobil, tanpa basa basi Jee langsung memacu cepat mobilnya.


" nona ceritakan padaku tentang mu dan juga suamimu? tanya Jee memulai pembicaraan.


" aku.. aku hanya wanita biasa biasa saja tuan, bukankah kau sudah tau sementara suamiku adalah keluargamu dari golongan darah biru? jawab Alika lurus.


"hey, maksudku perjalanan cinta kalian? bukan tentang darah biru. kata jee sambil diiringi gelak tawanya.


" owh.... sebenarnya, Aku dan Marfin tidak pacaran,jadi langsung nikah aja gitu. ujar Alika yang disambut gelak tawa jee.


" kenapa begitu? memangnya bisa ya pernikahan tanpa cinta? jee penasaran.


" pacaran setelah menikah itu indah lo tuan, jawab Alika.


" jangan panggil saya tuan, panggil saja jee. pinta Jee yang fokus dengan setirnya.


" jee..... tegas Alika.


"lalu bagaimana? tanya jee lagi.


"apanya? sahut Alika.


" ya ceritakan lagi tentang kalian, pinta jee kembali.


" intinya aku dan dia bahagia, kata Alika seraya menebar senyum manisnya.


" bagaimana denganmu? apa kau tidak ingin menikah? tanya Alika asal ceplos.


" hahaha.... nikah? aku bahkan tidak sedang dekat dengan wanita manapun. jelas Jee.


" mengapa begitu? ubahlah sikapmu,jangan terlalu dingin. Alika meyarankan.


" Marfin dinginnya kayak kulkas aja mampu jatuh cinta jika sudah saatnya. Jee mengatupkan bibirnya menahan tawa.

__ADS_1


"lohh, ini serius loh? jangan ketawa. tegas Alika sembari memiringkan badannya kearah jee seolah berbicara dengan sangat serius.


" oke... oke... Jee menarik nafasnya perlahan.


"baiklah, tapi katakan padaku? apa saudaraku sangat mencintaimu?tanya Jee dengan wajah serius.


" ya tentu saja, mengapa bertanya seperti itu.sahut Alika ketus.


" ya, aku hanya ingin tahu. jika Marfin bisa jatuh cinta setelah menikah, maka akupun pasti bisa seperti dia. ujar Jee.


"kalian beda loh, ya jangan punya keinginan kisah yang sama.sahut Alika.


" aku dan Marfin memang tidak saling cinta sebelumnya, tapi aku dan dia pernah satu sekolah kok. disitulah kami saling mengenal.Alika menjelaskan.


" benarkah? tanya jee penasaran yang hanya di balas anggukkan oleh Alika.


sepanjang perjalanan dua insan itu bercerita panjang lebar, di sertai gelak tawa.


******


Jee membunyikan klaksonnya berkali kali hingga seorang penjaga lari tergopoh gopoh membukakan pintu gerbang.


mobil memasuki rumah yang berhalaman luas,rumah nan besar juga megah.


pelayan membukakan pintu menyambut kedatangan mereka.


" sayang? bu Risma menyambut Alika dengan pelukan hangatnya.


" apa kabar? tanya Risma.


" baik bu. jawab Alika.


kemudian Anapun dengan ramah menyambut kaka iparnya , mereka sangat lama berbincang bincang, dengan gelak tawa yang memenuhi isi ruangan godaan bu Risma kepafa menantunya setelah menyadari tanda merah di lehernya, kemudian makan bersama, nonton bersama di ruang keluarga,ah mereka begitu menikmati kebersamaan itu.


******


malam pukul 21.00


"sayang??? teriakan Marfin terdengar.


dengan langkah cepat ia menghampiri kamar dab mendapati Alika sedang asik membaca buku dengan posisi tubuhnya tengkurap diatas ranjang.


" sayang, panggil Marfin.


Alika menoleh sebentar kemudian kembali melanjutkan membaca, ia tak menghiraukan kedatangan suaminya.


Marfin kesal dengan tingkah istrinya yang terlihat mengabaikan,dengan kasar ia menarik buku yang sedang Alika baca dan membuangnya kelantai.


" ada apa Mas? tanya Alika santai.


" ada apa? pake nanya? sayang aku dateng,kamu gak nyambut? gertak Marfin.


"Maaf. ucap Alika sembari memasang wajah kecutnya.


" Marah? karna aku jemputnya kemalaman. ucap Marfin lagi.


" iya mas gak langsung jemput aku pas balik kerja. protes Alika.


" iya maaf, aku sibuk dengan kerjaanku yang menumpuk. timpal Marfin.


" gitu ya, jawab Alika datar.


kemudian Marfin menghampiri istrinya dan memeluknya berusaha menenangkannya.


"Maafkan aku sayang. ucap Marfin.


Malam semakin larut, Marfin dan Alika kemudian memutuskan untuk tidur.


*******


Mata Alika masih terbuka, ia masih menatap langit langit kamar,sesekali ia menatap wajah suaminya yang sudah terlelap.


tingg...

__ADS_1


suara ponsel Marfin pesan masuk terdengar.


"siapa malam malam gini yang chat. Batin Alika.


tanpa menaruh rasa curiga ia mengambil ponsel Marfin yang ditaruh diatas meja.


ponselnya masih terkunci dengan keamanan tinggi,namun ia bisa melihat pesan pendek dari notifikasi layar gawai.


atas nama Dea.


tuan, terimakasih ya untuk hari ini,ucapnya.


"siapa dia? makasih untuk apa? fikir Alika.


Sesekali Alika menatap wajah suaminya yang tengah terlelap,disentuhnya wajah itu dengan perasaan gusar yang menyelimuti hatinya.


"kau belum tidur. seketika Marfin membuka mata.


Alika langsung memalingkan muka,Marfin merasa ada yang beda dengan mata istrinya, terlihat berkaca kaca di pangkal sana yang mungkin sekali kedip air mata itu jatuh.


suara hati Alika.


mungkinkah dia menghianati cintaku, apakah benar yang tiara katakan waktu itu tentang suaminya bersama wanita lain, tapi sejak saat itu aku sudah menutup rasa curigaku terhadapnya,karna tidak ada bukti yang mengadah kesana. mengapa malam ini fikiranku seakan melayang bahwa kebenaranlah yang tiara katakan.


baru beberapa saat kau suguhkan aku madunya cinta, mungkinkah kau sudah menyediakan racun pula untukku.


wahai tuan,aku tidak akan mungkin bisa menerima jika cintaku yang besar ini kau bagi dengan wanita lain.


tolong jangan hianati aku Mas. jerit batin Alika seraya menahan bulir bulir air matany agar tidak jatuh dipipinya.


"hey, ada apa? tanya Marfin yang berada di belakang punggung istrinya.


" tidak apa apa, tidurlah. sahut Alika dengan suara parau.


Marfin tak begitu memperhatikan istrinya karna sangking ngantuknya ia pun tertidur lagi membiarkan istrinya membatin seorang diri.


kejadian sebelum menjemput Alika.


******


" tuan, bisakah kau membantuku? ucap Dea disana.


Marfin membalas cepat pesan itu.


" ada apa? mengapa menghubungiku? ucap Marfin.


"Maaf tuan. ucap Dea.


" kenapa? tanya Marfin kembali.


" aku ingin jalan jalan, ucap Dea.


" jangan ! kau harus istrirahat,balas Marfin.


" aku bosan tuan? boleh ya,bujuk Dea disana.


"baiklah,aku akan menjemputmu,balas Marfin.


Marfin yang tengah duduk dengan menyilangkan kaki sesekali memutarkan tubuhnya diatas kursi.


Marfin segera menghubungi leo untuk mengubah jadwalnya.


"leo cepat keruanganku. pinta Marfin melalui telpon genggam.


beberapa menit kemudian leo telah ada di hadapannya.


"aku akan pergi, hari ini kau harus mengubah jadwalku,pinta Marfin.


"tapi tuan,protes Leo.


Marfin tak menghiraukan protes yang di lontarkan leo,ia mengibaskan tangannya meminta leo bergegas pergi meninggalkan ruangannya.


Hari itu Marfin menghabiskan waktunya bersama dengan dea,

__ADS_1


ia bahkan lupa untuk menemui istrinya di rumah ibunya, sampai malam hari barulah ia mengunjungi istrinya.


__ADS_2