Pernikahan Yang Tak Diinginkan

Pernikahan Yang Tak Diinginkan
makan siang bersama di kantor


__ADS_3

****


jam 11.30 meeting telah selesai.


"terimakasih pak, semoga kerjasama kita bisa lebih baik lagi.


Marfin berjabat tangan dengan presedir perusahaan x.


ia berhasil meyakinkan presedir bahwa bekerja sama dengan perusahaan miliknya adalah tindakan terbaik.


tim perusahaan x sudah keluar dari ruangan meeting. kini yang tersisa hanya Marfin dan Leo.


" bagaimana untuk meeting dengan semua manager? tanya Marfin.


" nanti tepat pukul 14.00 tuan. jawab Leo.


*baiklah , Marfin dan leo kemudian meninggalkan ruang meeting menuju ke ruangan kerja Marfin wijaya.


*****


" hey , mau kemana? tanya jee yang melihat Alika tampak tergesa gesa membawa rantang di tangannya.


" ke kantor? Alika memaksakan senyumnya.


" ngapain?tanya jee.


" ih kepoo.....! jawab Alika ketus.


"mana kuncinya pak? tanya Alika kepada pak Herman ( security)


" ini non, pak Herman memberikan kunci mobil kepada Alika.


" yakin non mau nyetir mobil sendiri? tanya pak Herman.


" eh , engga engga. ngapain bawa mobil sendiri. kata jee dengan suara keras.


" ih , apa'an sih? lagian gue bisa kok. kata Alika ketus.


" mana pak iyan, suruh dia kemari perintah jee kepada pak Herman.


pak Herman kemudian memanggil pak iyan supir bu Risma.


" gue tau, lo itu bisa! tapi ntar kalo mobilnya kenapa kenapa gimana? ucap jee yang memancing amarah Alika.


" iih... apa'an sih , mobil lagi yang dipikirin. bibir Alika tampak maju karna kesal mendengar ucapan jee.


jee hanya tertawa kecil melihat ekspresi wajah lucu Alika.


" ono opo tuan?tanya Pak iyan dengan nafas ngosngosan karna lari tergopoh gopoh.


" antar nona kekantor tuan Marfin, cepat. perintah jee.


"*baik tuan. seraya membungkukan badan.


dengan terpaksa Alika memberikan kunci kepada pak iyan.


" pak cepat , pinta Alika ketika di dalam mobil seraya menepuk bahu belakang pak iyan.


" ono opo toh non kok buru buru men. tanya pak iyan yang berbahasa jawa.


" bentar lagi jam 12 pak. saya mau makan siang sama suami saya. kata Alika yang terus melihat jam tangan yang ia pakai.


"oalahh non non, baiklah kalo begitu, kita ngebut. pungkas pak iyan.


mobil melaju dengan cepat, pak iyan melajukan mobilnya seperti pembalap liar.


namun Alika tampak tenang, ia tidak sedikitpun takut ketika kecepatan mobil terus bertambah.

__ADS_1


beberpa menit kemudian.


" argg.... akhirnya kita sampai. Alika menghela nafas lega.


pak iyan buru buru membukakan pintu mobil belakang yang terdapat Alika.


" terimakasih pak. ucap Alika.


" sama sama non. saya tak nunggu neng kene yo non.( saya tunggu disini ya non) ucap Pak iyan.


"bapak tidak mau masuk, tidak apa apa, ayo? ajak Alika.


" ora opo opo non, neng kene wae (gak apa apa non disini aja) jawab pak iyan.


Alika memasuki gedung perkantoran milik suaminya itu.


" selamat siang nona.


" siang juga. senyum Alika terpancar.


sepanjang perjalanan, juga di dalam lift. semua karyawan menatapnya dan mengucapkan " selamat siang"


hem, mungkin karena mereka tahu Alika adalah seorang istri dari ceo Marfin wijaya.


****


tokk...tok....


" Masuk. perintah Marfin kepada seseorang yang mengetuk pintu sementara ia masih sibuk dengan tumpukan berkas di mejanya.


"Mas? sapa Alika dengan senyuman manisnya.


" lohh, kenapa kemari? Marfin kemudian menghentikan pekerjaannya dan menghampiri istrinya itu.


" ada apa? tanya Marfin.


Alika mencium tangan suaminya itu.


Ruangan Marfin tampak sangat besar, terdapat ruang ganti, lalu ruang tamu, tidak ketinggalan kamar mandi juga tempat tidur.


hem layaknya rumah hunian sangat nyaman.


" ini, aku bawakan makan siang untuk Mas. Alika menuturkan.


" owh begitu. Marfin menerima rantang yang di bawa Alika dan meletakkannya di atas meja.


Alika melihat kearah rantang susun yang di letakkan diatas meja dan masih berisikan makanan.


" loh mas? ini punya siapa? Alika mengambil rantang itu dan membukanya.


" ini siapa yang masak mas? tanya Alika.


" sial.... kenapa sampe lupa makanan dari Dea . gumam Marfin didalam hati.


" emm.... itu punya Leo. kekasihnya yang membawakan kemari. Marfin membuat Alasan kepada Alika.


" oh begitu? tapi kok di ruangan Mas, bukan di ruangan leo?


" iya, tadi Leo menawarkan makan bersama jadi lupa di bawanya balik keruangannya. Elak Marfin.


" oh begitu? Mana Leonya? tanya Alika lagi.


" di ruangannya. jawab Marfin mengangkat telunjuknya dan menunjukkan kearah pintu.


" lalu? Alika memiringkan kepalanya dan melihat mata suaminya dengan tatapan curiga.


" Mas bohong ya? tanya Alika.

__ADS_1


" bohong.... bohong apa? jawab Marfin.


" Mana pernah Mas bohong. sambung Mafin lagi.


mereka kemudian duduk di sofa.


dan Marfin meletakkan rantang yang dibawa istrinya diatas meja. kemudian membuka rantangnya.


" emmm.... Marfin mengarahkan kepalanya diatas rantang dan menghirup aroma lezat dari makanan itu.


" sepertinya enak sayang? siapa yang masak? tanya Marfin.


" aku? jawab Alika tersenyum.


" wah wah.... istriku baik sekali. Marfin mengangkat kedua tangannya dan mencubit lembut pipi istrinya seraya memuji.


" maaf ya? aku kesini , engga ngabarin.


mau ngasih surprise tadinya. tapi Masnya biasa aja pas aku datang. Alika menekuk wajahnya.


" aku ganggu ya mas? Rengek Alika manja.


" tidak sayang, tidak kok. Marfin mengelus rambut istrinya dengan lembut.


" Mas senang kok kamu datang.tapi harusnya ngabarin dulu biar mas bisa atur waktu lebih. Marfin menuturkan.


" tidak Mas, aku tidak akan lama kok, setelah selesai makan aku akan pulang. jawab Alika.


" oh iya? dengan siapa kemari?tanya Marfin


" dengan pak iyan, tadinya aku ingin nyetir sendiri tapi saudara mu itu( jee) tidak mengizinkanku. gerutu Alika.


" hah? sendiri? baguslah jee tidak mengizinkannya, kalo kau nyetir sendiri.


Marfin menjewer pelan telinga istrinya.


" aww.... sakit. Alika memajukan bibirnya manja.


beberapa menit mereka berbincang bincang,


kemudian mereka makan bersama dengan gelak canda yang keluar dari mulut Marfin. mereka tampak menikmati makanan yang ada.


pasti bahagia tentunya?


tok tok....Masuk sahut Alika.


sementara Marfin masih melahap suapan demi suapan dari sendok istrinya.


" nona, tuan. Maafkan saya, Leo kemudian membalikkan badannya kedepan pintu kembali, untuk bergegas meninggalkan ruangan.


ia tampak tidak enak hati ketika melihat kedua bos nya itu sedang makan siang romantis di kantor.


" *eh tidak apa apa . ucap Alika kemudian menghentikan langkah Leo.


" ini? Alika kemudian berdiri dan mengangkat rantang susun yang berisikan makanan menunjukkannya kepada Leo.


" mohon maaf 🙏 kau sudah repot repot tapi tidak di makan. Alika dengan wajah menyesalnya.


" oh jadi maksudnya Rantang susun nona Dea itu.gumam Leo didalam hati.


" oh iya nona, itu memang punya ku. ibuku memberikannya padaku. ucap Leo kemudian sedikit memalingkan muka.


" tapi tadi kata suamiku, kekasihmu yang membawa. jawab Alika bingung.


" hehe... iya memang kekasihku yang memberikannya, dia begitu khawatir hingga mengirimkan makan siang kemari. ucap Leo..


maaf nona, tadi aku hanya malu jika mengatakan itu dari kekasihku. sambung leo menjelaskan dengan di akhiri senyum kecutnya kepada Marfin.

__ADS_1


" oh begit ya? tidak apa apa, tidak perlu malu. ucap Alika tersenyum sambil sedikit menggerakkan kepalanya.


" Mari makan bersama. pinta Alika kepada Leo


__ADS_2