Pernikahan Yang Tak Diinginkan

Pernikahan Yang Tak Diinginkan
55...


__ADS_3

bu tety beralasan pergi kedapur untuk menyiapkan makan siang,ia meninggalkan keduanya di ruang tamu, Alika sempat mencegah bu tety dan ia berniat membantu bu tety menyiapkan makan malam.


" Alika bantu ya, Alika berdiri dan meletakkan bantal kecil yang sedari tadi berada di pangkuannya.


"oh yasudah, Al juga bantu ya, Alfino menawarkan.


Bu tety menggelengkan pelan kepalanya menolak tawaran mereka.


" kalian mengobrol saja ya, kaliankan sudah lama engga ketemu, biarkan bibi saja, tegas bu tety yang kemudian meninggalkan keduanya dan pergi kedapur.


keduanya terlihat tampak canggung, mereka akhirnya duduk kembali , Alika yang duduk di sofa tepat dihadapan aL itu sesekali melihat lantai tak melihat lawan bicaranya.


"bagaimana kabarmu? tanya Al.


"baik,jawab Alika.


" sudah lama sekali kita tidak bertemu, ucap Al lagi.


Alika hanya tersenyum mendengar ucapan Al.


" mengapa tidak bersama suamimu kemari? tanya Al.


"Dia kerja,nanti menyusul. kata Alika.


"bagaimana denganmu? tanya Alika.


" aku? aku belum menikah, kata Al.


"owh... jawab Alika singkat.


"oh iya, suamimu Marfin wijaya ya?


siapa yang tidak mengenal pengusaha sukses itu sih,tapi aku sama sekali belum pernah bertemu langsung dengannya,kata Alfino.


"nanti kapan kapan akan aku kenalkan langsung, ucap Alika sembari tersenyum.


"Aku melihat luka di balik senyum itu, yang entah mengapa aku merasakan dia sedang tidak baik baik saja, batin Alfino.


*****


bu tety tak mengizinkan Alfino pulang tanpa makan terlebih dahulu,dengan menu makan sederhana yang tersaji di meja makan Alfinopun dengan lahap memakan banyak makanan yang di siapkan.

__ADS_1


"emmm....ini nih masakan bibi yang sangat aku rindukan, ucapnya sembari mengunyah makanan di mulutnya.


"enak banget bi,puji Alfino.


" yasudah habiskan ,habiskan ,kata bu tety sembari menyodorkan kembali makanan pada Alfino.


Alfino terlihat menikmati makannya sementara Alika masih dengan menatap makanannya, Alfino melirik kearah Alika kemudian meminta Alika untuk segera menghabiskan makanannya.


"hey ?kau sedang apa, ayo makan ,ucapnya.


"emm...iya ,kata Alika mulai menyendoki makanannya.


"nak ,ada apa? tanya bu tety yang melihat wajah khawatir Alika.


"tidak apa apa bi, Alika hanya memikirkan suami Alika sebentar lagi jam makan siang, ucapnya.


"lalu kenapa memangnya nak? suamimu itukan bukan anak kecil yang tidak bisa makan sendiri, ketus bu tety.


Alika sejenak berhenti kemudian menatap lirih bibinya seolah menunjukkan ketidaksukaannya atas ucapan yang keluar dari mulut bibinya.


suasana meja makan menjadi hening seketika ,hanya terdengar suara sendok yang beradu dengan piring.


jam menunjukkan 13.00 Alika berpamitan untuk pergi ketempat pak Anton,bu tety dan pa Adipun tentu mengizinkan.


sementara Alfino ia bersikekeh ingin mengantarkan Alika ketempat mertuanya itu,dan dengan helaan nafas panjang karena terpaksa akhirnya Alika menyetujui alfino membuntutinya.


mobil Alika melaju dengan kecepatan standar di ikuti oleh Mobil yang di kendarai Alfino di belakang.


*****


Alika mengeluarkan ponsel dari dalam tas kecilnya kemudian menghubungi adik iparnya.


" halo kak, suara ana terdengar dari sana.


" iya na, maaf na sebenarnya kaka hanya ingin memberi kabar bahwa kaka gak bisa kerumah saat ini, kaka masih bnyak urusan tolong sampaikan ke ayah dan ibu ya, ucap Alika.


" kaka baik baik saja kan? tanya Ana.


"tentu saja , ucap Alika kemudian menutup pembicaraannya.


seketika Rem di injak perlahan kemudian mobil menepi, Alika dengan cepat turun dari mobil dan menghampiri mobil yang juga berhenti di belakangnya.

__ADS_1


Alfino kemudian keluar dari mobilnya dengan pelan, ia dengan terheran heran menatap seorang wanita cantik di hadapannya yang menatapnya dengan tajam.


jalanan tampak sepi hanya terdengar suara angin yang berhembus Alika menatap Alfino dengan penuh tanda tanya.


" mengapa kau datang lagi kekehidupanku? tanya Alika.


aku tidak ingin kau mengejarku seperti dulu, sudah ku katakan aku tidak mencintaimu, tidak sama sekali! terlebih sekarang aku sudah mempunyai suami,tegas Alika.


"apa maksudmu? aku hanya ingin menyambung tali silaturahmi kembali, itu saja,bukankah sudah ku katakan,tegas Alfino.


"ya baiklah, jangan ikuti aku dan jangan lagi muncul di hadapanku,tegas Alika kembali.


Alfino menarik nafas pelan sembari memutar lehernya ke samping.


"baiklah nona Alika, aku tidak akan mengikutimu,kembalilah pada suamimu, kata Alfino.


"apa maksudmu? kembali pada suamiku,aku tidak pernah pergi darinya ,jawab Alika.


sorot mata Alika sangat tajam ia begitu terlihat tak suka akan kedatangan Alfino kembali kedalam hidupnya terlebih dia sudah mempunyai suami.


Alfino memandangi punggung belakang Alika yang berjalan menghampiri mobil kemudian memacu mobil itu dengan cepat.


" Dia masih sama, dia keras kepala, sombong dan egois, tapi itulah alasan mengapa aku sulit melupakannya sampai saat ini, Gumam Alfino sembari tersenyum miring.


Ditempat lain...


Duduk di sebuah restaurant dua pria tampan sedang menyantap makanannya,


" bagimana dengan nona Dea? tanya Leo.


" Dia sudah melahirkan,anaknya perempuan,pungkas Marfin.


"lalu apa rencana tuan selanjutnya? tanya Leo.


" aku tidak Mungkin meninggalkan dia begitu saja, kata mArfin.


"apa maksud tuan,tuan sudah memberikan banyak apapun kepadanya jadi biarkan dia dengan kehidupannya yang baru, tuan berbahagialah dengan istri tuan, Leo menyarankan.


" apa mungkin semuanya akan utuh seperti dulu lagi, istriku dia seperti tidak ingin melanjutkan hidup bersamaku, tutur Marfin.


mendengar itu Leo hanya menundukkan kepala tak mampu menjawab penuturan Marfin,mau bgaimana lagi? bukankah setiap tindakan akan menimbulkan akibat?

__ADS_1


__ADS_2