Pernikahan Yang Tak Diinginkan

Pernikahan Yang Tak Diinginkan
Lagi lagi wanita itu.


__ADS_3

sementara itu Marfin dan sekretaris Leo masih berada di ruang tamu, Marfin masih dalam keadaan menangis, ia mengusap air matanya. memngembalikan ponsel yang ia pegang karna membalas chat dari Alika tadi.


" lalu apa rencana tuan selanjutnya? tanya Leo.


apakah tuan akan menikahi nona Dea sesuai janji tuan kepadanya, tanya Leo .


Marfin hanya diam menundukkan kepalanya. mengangkat kedua tangannya dan meletakkannya di pundak.


pray....


terdengar suara barang pecah.


Dea...


Marfin langsung berlari kekamar Dea.


ia melihat Dea yang masih terbaring di ranjangnya sedang menangis.


Marfin perlahan menghampirinya.


ia mengusap rambut Dea, Dea menghempas tangan Marfin.


" Mengapa lagi lagi kau menyelamatkan aku, aku ingin mati sajaaa . Dea berteriak suaranya menggema di sudut ruangan.


" kau ingin mati? tanya Marfin dengan santai. ia memasukkan kedua tangannya kesaku celana berpura pura seolah ia sangat kuat.


" ia aku ingin mati... jerit Dea .


" lalu kenapa tuhan tak mengizinkanmu mati?


tidakkah kamu berfikir bahwa mungkin tuhan akan memberimu hidup yang lebih indah makanya tuhan tidak mengizinkanmu mati sekarang. ucap Marfin dengan nada tinggi, suaranya bergetar menyeramkan.


seketika Dea terdiam. dia hanya menangis sejadi jadinya.


Marfin kemudian memeluknya .


" tapi kenapa? aku tidak sanggup dengan semua ini tuan, anak ini. aku tidak ingin anak ini.


" tapi tuhan menginginkan anak ini tetap bersamamu, percayalah ada aku yang akan menjagamu, Marfin mengusap rambut Dea.

__ADS_1


Dea menangis di pelukan Marfin.


Disudut lain sekretaris leo memalingkan badan saat melihat kesedihan mereka.


" sekarang kau sudah tenang bukan?


Marfin menggapai wajah Dea dengan kedua tangannya kemudian mengusap air matanya.


*ingin makan apa? tanya Marfin kepada Dea.


" aku tidak ingin apa apa.


Jawab Dea dengan tatapan kosongnya.


" Bagaimana aku bisa meninggalkannya dalam keadaan seperti ini,aku tidak tega. Batin Marfin.


Leo, kau pesankan makanan terenak dari restaurant ter Mahal di kota ini. pinta Marfin.


"baiklah taun, Leo segera memesan makanan.


tak lama kemudain makananpun tiba.


" *tuan ada pesanan atas nama Marfin wijaya. ucap pelayan kepada Marfin.


terimakasih. ucap Marfin kepada kurir dengan nada datar.


" kembali tuan,semoga sesuai keinginan tuan. sedikit membungkukkan badan.


Marfin kemudian melebarkan langkahnya membawa kotak berisikan makanan .


"ayo makanlah, Marfin membantu Dea untuk duduk.


kemudian Marfin menyuapi Dea dengan rasa penu kasih.


Dea memandang Marfin dengan seksama. kemudian ia menundukkan kepalanya saat menyadari Marfin menyadarinya.


" jangan melihatku seperti itu, ucap Marfin sembari menyodorkan sendok berisikan bubur kepada Dea.


Dea hanya terdiam sembari menelan makanannya matanya terus saja berpaku pada Marfin yang sedang menyuapinya.

__ADS_1


" Tuan....sekretaris Leo menghampiri dan membisikkan.


" bukankah tuan akan menjemput nona ?


Marfin hanya tersenyum ia masih menyuapi Dea sampai suapan terakhir.


setelah selesai menyuapi Dea Marfin kemudian berdiri dan menghampiri pintu di ikuti sekretaris Leo.


" tapi bagaimana aku bisa meninggakan Dea dalam kondisi seperti ini?


" Lalu bagaimana dengan nona Alika tuan? tanya sekretaris Leo.


Dia menunggu tuan.


" *malam ini aku akan bermalam disini , kau juga. besok pagi baru kita jemput nona.


ucap Marfin kepada Leo.


Leo hanya terdiam mengangguk meski dalam hatinya perasaan tidak enak kepada Alika menyelimutinya.


sementara itu...


Alika sudah berada di kamar yang dahulu sebelum menikah ia tempati, dan kamar yang pengantinnya bersama marfin waktu itu.


ada rasa rindu saat matanya menelisir ke segala arah di kamarnya, terbayang ketika ia bangun dari tempat tidur, dengan kagetnya ia terperanjak dari tempat tidur karna melihat Marfin ada di sampingnya saat itu.


" ya tuhan, semoga saja aku bisa melewati semua ini. Alika menarik nafas berat. ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang tidak terlalu besar dari yang ia tempati sekarang.


Alika mulai merasakan kantuk, ia lelah.


pandangan matanya mulai kabur.


tring ..


notif pesan di terima.


" Maaf ya , tidak bisa menyusulmu saat ini. besok siang ku jemput ya.


dari Marfin.

__ADS_1


hahh... batin Alika mengeluh. kemudian melemparkan pelan ponsel yang ada di genggamannya ke kasur.


sepersekian menit Alika sudah tertidur*.


__ADS_2