Pernikahan Yang Tak Diinginkan

Pernikahan Yang Tak Diinginkan
memasak untukmu


__ADS_3

keesokan harinya


"ini tempat tinggal kita yang baru, ucap Marfin sembari menggandeng tangan istrinya Di ikuti oleh dua asisten yang membawakan koper mereka, tak ketinggalan leo juga ikut Serta.


villa yang nyaman serta bangunan yang dibuat mewah itu berlantai dua, memiliki halaman dan taman yang luas, fasilitas yang lengkap berada didalamnya.


" wowww.....indah sekali nyonya, ucap salah satu asistennya.


"biasa aja Ras, jawab Alika.


Marfin langsung menggandeng istrinya menuju kamar utama yaitu kamar yang akan ditempati oleh mereka berdua..


"liat sayang, ini kamar kita,kamu suka kan? kata Marfin sembari menunjukan fasilitas yang ada dikamar mewah tersebut.


Alika tampak sangat biasa saja, terlihat dari ekspresi wajahnya yang santai dan datar tak menunjukan rasa terkesan dengan kemewahan yang diberikan suaminya.


yaa.... harta bukanlah segalanya, kebahagiaan tidaklah bisa diukur dari seberapa banyak harta yang kamu punya.


Alika kemudian duduk dikasur tak memperdulikan suaminya yang sedang memperlihatkan isi kamar mereka.


"sayang, ini kamar gantinya,kata Marfin sembari membuka ruangan yang di maksud.


"aku capek mas, pengen istirahat,jawab Alika.


" Mas, mau makan apa? nanti aku siapkan, tutur alika sembari merebahkan tubuhnya.


" Dingin....


mengapa sikapnya menjadi dingin terhadapku?


akankah aku tidak bisa mengembalikan kehangatan itu kembali seperti dulu, katakan Alika apa yang harus aku lakukan agar kehangatan itu selalu menyertai kehidupan kita.


Marfin meninggalkan Alika di kamar seorang diri tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh istrinya itu.


"leo! teriak Marfin.


leo berlari cepat menghampiri marfin yang menuruni anak tangga.


" iya tuan, ada apa?


"kau harus membantuku untuk membeli bahan bahan makanan, aku akan memasak hidangan untuk kita makan malam,ujar Marfin.


sontak dua pelayanpun kaget dan melongo mendengar apa yang di lontarkan majikannya itu.


"maksudnya tuan?


" aku sendiri yang akan memasak untuk istriku malam ini, kata marfin kembali mengulangi ucapannya.


"Hahhhh, ada apa dengan tuan?


apa dia baik baik saja? gumam Rasti dengan mata terbuka lebar.


"apa kalian tidak mendengarku? tanya Marfin yang memecah keheningan.


"aaa.... baaa...baikk tuan, ucap Rasti dan Bi ina kemudian dengan cepat bergegas meninggalkan Marfin untuk melaksanakan perintah majikannya itu.

__ADS_1


"permisi tuan, ucap Leo kemudian mengikuti langkah kedua pelayan itu.


setibanya di parkiran leo memacu pelan mobilnya menyusul kedua pelayan yang terlebih dahulu mendahului dengan berjalan kaki.


tinnn...tiinnn...Leo membunyikan klaksonnya.


"Masuk,perintah Leo.


" tapi...tuan, sudah masuk aku akan mengantar kalian,ini perintah tuan,ucap Leo.


akhirnya keduanyapun memgikuti perkataan leo dan kemudian rasti duduk di sebelah leo dan bi ina di kursi belakang.


setelah selesai berbelanja apa yang dibutuhkan dalam beberpa menit, akhirnya mereka kembali kerumah dan menyerahkannya kepada Marfin.


" kalian boleh pergi, perintah Marfin setelah mereka menaruh bahan masakannya di dapur.


Marfin mulai sibuk dengan alat dapurnya, yah ini pertama kalinya ia memasak ya tujuan utamanya adalah untuk istrinya,yah mungkin dengan seperti itu setidaknya ia berfikir bahwa istrinya akan terkesan kepadanya.


"ah siall !! ini mau ku apakan ! gerutu Marfin ia tampak sangat bingung bagaimana cara memasak yang benar.


akhirnya berfikir lama ia mencari cara memasak dengan membuka aplikasi youtube.


pertama Marfin tampak serius mendengarkan tutorialnya, kemudian kedua ia mencoba memulai memasak dengan cara yang ia dapat dari tutorial masak dari youtube tersebut.


Ditempat lain,


Alika tampak masih dengan posisi yang sama ia masih merebahkan badannya dengan menatap langit langit kamar,


kriukkk.....kriukkk....tiba tiba ia mendengar suara perutnya sendiri, Alika memegangi perutnya yang dirasa ia merasa lapar.


apa ada makanan dirumah ini, fikir Alika.


Dengan langkah perlahan Alika membuka gagang pintu kamar kemudian membukanya, kemudian langkah kakinya dengan santai menuruni anak tangga.


dianak tangga terakhir ia menengok ke sebelah kanan yaitu tempat makan,tampak suaminya sedang sibuk menghidangkan makanan di meja makan.


"oh akhirnya beres juga, ucap Marfin sembari menghela nafas dan menepukkan kedua tangannya.


" sayangg....... panggil marfin yang melihat Alika berdiri di anak tangga.


"apa yang mas lakukan? tanya Alika sembari menghampiri suaminya.


" ini aku.... untukmu, ucap Marfin gugup.


"ayo duduklah, Marfin menarik kursi dan mempersilahkan istrinya duduk.


"tapi aku tidak lapar, tolak Alika.


"ayolah ,aku sudah sangat bekerja keras untuk menghidangkan semua ini,ucap Marfin dengan wajah memelas.


sebenarnya Alika begitu ingin melahap semua masakan yang di buat oleh suaminya itu, selain karna menghargai usahanya tentu saja ia juga penasaran bagaimana rasanya,


" ada angin dari mana, kok dia mau masak kayak gini, batin Alika.


"sayang ayo cicipi,pinta Marfin.

__ADS_1


"Rasti dan bi ina kemana, mengapa mas yang melakukan ini, tanya Alika kembali.


" ah sudahlah,cicpi saja.Marfin kemudian mengambilkan menu yang ia masak kedalam piring yang sudah ia letakkan di hadapan istrinya.


kriukkk..perut AlikA kembali berbunyi.


"ihhhh,bikin malu ! batin Alika, Alika menatap malu wajah suaminya.


Mendengar bunyi perut istrinya yang menandakan bahwa istrinya itu sebenarnya sudah lapar Marfin mengatupkan bibirnya menahan gelak tawanya.


" ayo makan sayang, apa mau aku suapin,Marfin merayu.


" tidakk... aku makan sendiri, jawab Alika.


Dengan ragu ragu alika menyendoki makanan kedalam mulutnya ,ia mengunyahnya pelan pelan sembari merasakan rasa masakan suaminya.


Marfin tertegun melihat ekspresi istrinya, ia benar benar lupa bahwa dia sendiri belum mencicipi masakan yang ia buat.


dengan cepat ia mengambil sesendok sayur dan mencicipinya.


" ah siallll !! ucap Marfin kemudian setelah merasakan masakan yang masuk kedalam mulutnya.


marfin kemudian tersenyum dan mendekati istrinya,memegangi tangan istrinya dengan lembut.


"sayang maafkan aku, rasanya sangat asin sekali. aku sendiri tidak suka dengan rasanya, maafkan aku tapi aku sudah berusaha memasak untukmu meski rasanya gagal seperti ini. ucap Marfin sembari menggerakkan kepalanya.


Alika diam kemudian tersenyum.


Marfin tak mengerti dengan maksud senyuman istrinya, dengan cepat ia merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya dan memanggil Leo.


leo : halo tuan,ada apa ? tanya leo.


Marfin : cepat bawakan makanan paling enak kemari, kata Marfin.


leo : bukankah tuan sedang memasak?


Marfin : sudah jangan banyak tanya, cepat,perintah Marfin.


alika menggapai jari jemari suaminya kemudian menggerakkan kepalanya mengisyaratkan sesuatu.


"jangan Mas, aku akan makan masakanmu malam ini,ucap Alika.


Marfin menatap wajah istrinya terdiam sejenak,


"sudahlah sayang,rasanya tidak enak. ucap Marfin.


" sudah tidak apa apa, kata Alika.


" leo... kau dengar, istriku akan memakan masakanku. ucap Marfin yang kemudian menurunkan ponsel dari telinganya dan mematikan percakapannya dengan leo.


" kau sungguh? kata Marfin kepada Alika.


dengan lahap Alika menyendoki makanan dipiringnya,kemudian tersenyum setelahnya.


Marfin hanya menatap istrinya yang terlihat lahap hingga suapan terakhir ia tampak menikmati masakannya itu,meski Marfin tahu masakan itu tidak sama sekali enak di lidah.

__ADS_1


"terimakasih sayang, batin Marfin.


__ADS_2