
seminggu kemudian..
Marfin dan Dea tengah di rumah sakit memeriksa kandungan Dea.
"bagaimana dok? tanya Marfin.
" cukup baik tuan, bayi dan ibunya sangat sehat,ucap dokter Dim.
Mareka keluar dari ruangn dokter Dim, kemudian mereka memasuki mobil yang dikendarai oleh Marfin sendiri,
Marfin membukakan pintu,dan membantu Dea duduk disampingnya.
"tuan? panggil Dea memecah lamunan.
"hem...
"apa tuan dan nona Alika baik baik saja? tanya Dea.
"aku takut nona Alika mengetahui tentang kita, ujar Dea.
"tenanglah, aku paham bagaimana cara menyikapinya. ucap Marfin penuh percaya diri.
"Dea? sebenarnya kau tak perlu memanggilku tuan. kata Marfin sembari melirik Dea.
" lalu aku memanggil tuan apa? tanya Dea.
" bagaimana jika kau memanggilku abang, atau Mas saja,pinta Marfin.
" Abang? ...
hahaha.... bagaimana jika aku memanggilmu abang? Dea kembali tertawa.
"memangnya kenapa jika kau memanggilku abang? tanya Marfin ketika melihat gelak tawa Dea.
"tidak apa apa tuan, eh maksudku abang, Dea menutup mulutnya kembali menahan tawa.
"sudahlah,jangan tertawa. kata Marfin kesal.
" Iya maaf, ucap Dea.
dan sepanjang perjalanan akhirnya suasana menjadi hening.
" apa kau pernah, mohon maaf, berhubungan intim dengan seorang laki laki. tanya Marfin memecah keheningan.
__ADS_1
" apa maksud abang? Dea tidak pernah tidur dengan laki laki manapun bang, bayi ini murni pertama kalinya aku di sentuh paksa oleh para ******** itu, tutur Dea.
" memangnya kenapa bang? tanya Dea lagi.
"aku hanya bertanya,jawab Marfin tersenyum.
Marfin membelokkan mobilnya ke sebuah restaurant.
"kita makan dulu, ajak Marfin.
Dea dan Marfin melangkah memasuki sebuah restaurant, Marfin duduk di sebuah kursi sembari menyilangkan kakinya, sama halnya dengan Dea.
*****
" hey.... sedang apa kau disini, Marfin di kagetkan oleh suara tepat di hadapannya.
"jee....! ucap Marfin kaget kemudian menghentikan suapannya.
jee mendekati keduanya dan duduk di kursi yang masih kosong diantara mereka.
jee tampak banyak bicara kepada Marfin saja, hingga ketika melihat di depan Marfin tampak seorang gadis muda berambutkan lurus panjang memakai Dres berwarna biru tua, sepatu flat warna putih, wajah yang baru kali pertama ia lihat
Dea tampak menunduk malu ketika menyadari jee menatap kearahnya.
" siapa gadis ini? tanya Jee kepada Marfin sembari masih melihat kearah Dea.
" owh begitu, mohon maaf apakah aku mengganggu kalian? tanya jee.
" oh tidak tuan,,, sudah selesai kok, ucap Dea kemudian berdiri sembari mengambil tasnya diatas meja.
" tuan Marfin, terimakasih hari ini, senang bekerjasama dengan Anda, Dea sembari tersenyum dan membungkukkan badannya.
" selamat siang, ucap Dea kemudian melangkah pergi.
Marfin berdiri dan hendak memanggil Dea, namun jee menahannya dan memintanya untuk duduk kembali.
" jika sudah beres, ada urusan apalagi?
sudahlah... jangan kerjaan terus yang di fikirin, sesekali bersenang senanglah,ucap jee sambil menepuk punggung Marfin.
******
"apa ! jadi kau melihat suamiku dengan seorang wanita, kerumah sakit. bertemu dengan dokter Dim?,Alika kaget menerima laporan lewat ponsel disana.
__ADS_1
" benar nona,saya melihat sendiri nona ,dan saya juga mendengar bahwa wanita itu tengah mengandung,ucap yang disana membenarkan.
bagai tersambar petir di siang hari ketika mendengarnya,bibirnya bergetar, matanya mulai berlinangan air mata, badannya lemas terkulay jatuh di lantai,ia senderkan kepalanya diatas kasur dengan membiarkan airmata jatuh begitu saja di pipinya.
"lalu sekarang mereka kemana? tanya Alika, sembari mengusap air mata di pipinya.
" saya membuntuti mereka tadi sampai kesebuah restaurant nona,jawab disana.
"restaurant mana? tanya Alika.
seseorang menyebutkan nama restaurant dan alamatnya.
"baiklah, terimakasih atas laporannya, ucap Alika kemudian menutup pembicaraannya.
Alika bergegas mengambil jaket keluar dari apartemennya dan mengambil mobil yang terparkir di bawah.
Alika memacu mobil dengan kecepatan maksimal, perasaannya saat itu sedang kacau sembari menyetir matanya masih mengeluarkan bulir bulir airmata, amarah yang memuncak dihatinya semakin membuatnya lepas kendali saat berkendara hingga ia hampir saja beradu dengan mobil pengendara lainnya saat berada di sebuah tikungan.
"ya allah.... tenang Alika, tenangg...
ucapnya sambil menghela nafas saat menepikan mobilnya.
Kemudian kembali Alika memacu mobilnya namun dengan kecepatan standart,
beberapa menit kemudian,
Alika memasuki Halaman restaurant, dengan langkah cepat ia memasuki restaurant tersebut.
Matanya menelisir kesegala arah, ia mencari cari suaminya bersama wanita itu seperti yang dilaporkan seseorang di telpon kepadanya.
" Mas marfin? sapa Alika.
" loh sayang? kok disini. jawab Marfin terkejut saat melihat Alika berdiri di hadapannya.
" Ada jee juga rupanya, kata Alika sembari tersenyum menghampiri keduanya.
" hey nona, silahkan duduk, ucap jee mempersilahkan.
"baiklah,ucap Alika mengembangkan senyum.
" ada apa dengan rona di wajahnya, mengapa seperti sehabis nangis, Batin Marfin.
"sayang? kau sama siapa? mengapa tidak mengabariku saja jika inginkan sesuatu?,kata Marfin.
__ADS_1
" tidak kok Maas, aku tidak ingin apa apa aku hanya keluar sebentar saja kok. dan aku hanya sendiri, ucap alika.
"Dimana wanita itu? mengapa tak bersama suamiku?apa dia sudah melihatku disini, kemudian pergi , lalu mengapa ada jee disini,apakah jee juga tau tentang ini? tapi tidak mungkin. Batin alika sembari menatap lirih suaminya.