
Dalam hidup, kita akan selalu membutuhkan orang lain, tidak hanya melulu soal pacar tapi hubungan dengan sahabat atau teman sejati sangatlah penting.
Seorang sahabat sejati akan benar benar menyatu dalam kehidupan kita, akan selalu ada untuk kita, bisa menghibur dikala kita sedih dan selalu bisa mengatakan hal yang tak bisa dikatakan orang lain.
Namun kita harus tetap ingat sahabat tetaplah seorang manusia yang kadang salah, kadang khilaf, punya kepentingan dan kehidupan sendiri.
Yang harus kita lakukan adalah bagaimana caranya kita bisa saling mengerti, saling memahami satu sama lain karena itulah sesungguhnya inti dari sebuah persahabatan.
Persahabatan sejati tidak hanya saling mengerti tetapi akan saling menerima hal yang tidak bisa dimengerti.
Zia dan Rania kini terikat dalam ikatan yang disebut persahabatan dimana mereka bisa saling memahami saling mengerti antara keterikatan satu dengan lainnya.
Rania telah melakukan yang terbaik buat sahabatnya dengan memberikan kesempatan, membuka jalan agar kedua hati yang saling mencintai bisa bersatu yang membuat sahabatnya bahagia. Karena kebahagian sahabatnya merupakan kebahagiaannya juga.
Kedua sahabat itu berjalan bergandengan tangan memasuki kelas dengan senyuman bahagia terlihat jelas di wajah mereka hingga membuat Bella dan Lusy terpancing emosinya.
Tiba tiba mereka berteriak,"Sini Kamu", mereka menarik tangan Zia dengan kuat hingga terlepas dari tangan Rania dan Zia hampir saja terjatuh.
"Kami sudah memperingatkanmu kan, kenapa kamu masih juga tidak mengindahkannya, Kamu sepertinya semakin sengaja mendekati Angga. Asal kamu tau ya, yang menyebabkan pot itu pecah adalah aku, itu semua gara-gara kamu.
Kami bisa aja lagi melakukan sesuatu hingga nanti kamu yang akan dihukum. Kamu kemaren bernasib baik karena Angga mengorbankan dirinya untuk membelamu, kalau tidak bea siswa kamu bisa ditarik dan kamu pasti akan keluar dari sekolah ini."
Dengan lantangnya Lusy berkata tanpa memperhatikan sekelilingnya, ternyata bu Tati sejak tadi sudah ada dibelakang mereka. Rania yang memanggil Bu Tati di kelas sebelah agar datang melihat Zia di aniaya oleh Bella dan Lusy.
Akhirnya kebenaran terbongkar dari mulut mereka sendiri. Rencana Bu Tati berhasil, kini hanya tinggal menyadarkan mereka bahwa cinta tak bisa dipaksakan, jangan semena-mena dengan teman karena merasa derajat mereka lebih tinggi dan apa yang telah mereka lakukan akan menjadi boomerang bagi diri mereka sendiri.
Bu Tati kemudian memerintahkan Bella dan Lusy agar menghadap ke ruang dewan guru untuk segera memberikan penjelasan.
Keduanya berjalan mengikuti bu Tati ke arah ruangan dewan guru sambil menundukkan kepala mereka karena malu. Bu Tati segera menghubungi nomor handphone Angga untuk segera datang kesekolah, sekitar 20 menit Anggapun sampai.
__ADS_1
Bu Tati segera memutar CCTV sekolah saat kejadian Lusy memecahkan pot bunga, disana terlihat betapa Bella dan Lusy sedang marah-marah setelah melihat Angga begitu perhatian menolong Zia yang hampir terjatuh karena tersandung pot bunga tersebut.
Bella dan Lusy terbelalak menyaksikan rekaman itu. Mereka tidak menyangka jika sekolah mereka dilengkapi oleh kamera CCTV, kini mereka hanya tertunduk malu. Kemudian Bu Tati kembali bicara,
"Sebenarnya kami sudah tau kalian pelakunya tapi saya meminta Angga untuk bekerjasama agar kalian mengungkap sendiri kesalahanan kalian.
Kalian tahu, orang tua kalian membayar mahal agar kalian bisa sekolah disini. Kami juga sebagai guru harus memberikan imbal balik yang sepadan dengan yang mereka keluarkan. Kami hanya ingin kalian menjadi anak yang baik. Anak yang bisa nenghargai jerih payah orang tua, bisa menghargai teman terutama menghargai perasaan orang lain", sejenak Bu Tati terdiam kemudian melanjutkan ucapannya.
"Sebentar lagi kalian akan keluar dari sekolah ini untuk lanjut ke perguruan tinggi, apa kalian tidak ingin meninggalkan citra yang baik buat sekolah.
Jika masalah cinta, persaingan dalam cinta itu biasa. Tapi kita harus berbesar hati menerima jika yang kita cintai tidak pernah mencintai kita."
"Masa depan kalian masih panjang, masih banyak pemuda baik diluaran sana. Lebih baik jika kita dicintai daripada kita mencintai orang yang tidak mencintai kita, itu hanya akan menimbulkan penyakit hati."
Bella dan Lusy terus tertunduk malu.
Kemudian bu Tati menyuruh Angga untuk membawa Zia masuk kedalam ruangan. Angga beranjak dari kursinya untuk menjemput Zia.
Kini mereka sudah berkumpul, Bu Tati kemudian melanjutkan,
"Apakah kalian bisa saling memaafkan?, hanya tinggal dua bulan lagi status kalian menjadi siswa siswi disini, berbuat baiklah. Kalian semua adalah satu keluarga disekolah ini. Saat masuk baik dan saat pergi harus baik pula, kalau tidak berarti kami telah gagal menjadi seorang pendidik, coba kalian semua renungkan apa yang telah saya sampaikan. Kini apa yang bisa kalian lakukan untuk menyelesaikannya?"
Bella dan Lusy menyadari akan kesalahannya, kemudian mereka beranjak dari kursi berjalan mendekati Zia dan Angga. Mereka kemudian mengulurkan tangannya untuk meminta maaf kepada Angga dan Zia.
"Maafkan kami Angga, maafkan kami Zia, maafkan Kami Bu."
"Masihkah boleh kami menjadi teman kalian?", tanya Bella dan Lusy.
Angga dan Zia pun tersenyum dan mengangguk tanda setuju.
__ADS_1
"Tentu saja", jawab keduanya dengan serempak.
Kemudian Bella dan Lusy memeluk Zia sambil mengucapkan terima kasih. Bu Tati tersenyum dan berkata,
"Ini yang saya mau dari kalian, kita disini semua keluarga harus saling dukung dan saling memaafkan, kita semua sama, kaya dan miskin bukan suatu ukuran. Sahabat terbaik adalah sahabat yang tetap ada ketika orang lain telah meninggalkan kita."
"Terima kasih anak anakku, kalian semua memang kebanggaan sekolah ini. Semoga kedepannya nanti kalian semua menjadi orang yang sukses. Sukses dikarir dan sukses dalam rumah tangga kalian."
"Untuk kamu Angga mulai besok kamu sudah boleh kembali ke sekolah seperti biasa. Maafkan saya telah memanfaatkanmu untuk menyelesaikan masalah ini."
"Nggak apa-apa kok bu, yang terpenting sekarang semuanya kembali baik."
"Oke kalau begitu, sekarang semuanya silahkan kembali ke kelas karena proses belajar mengajar akan kita lanjutkan."
Bella, Lusy dan Zia segera berjalan menuju kelas mereka, sementara Angga bermaksud menunggu Zia menyelesaikan jam belajarnya.
Angga menunggu Zia diparkiran sebelah utara sekolah sambil membaca modul pelajaran yang sengaja ia bawa dari apartemennya.
Sementara di dalam kelas setelah kejadian Bella, Lusy dan Zia dipanggil ke ruangan dewan guru, mereka pada ribut kasak-kusuk menerka-nerka dan memprediksi apa yang bakalan terjadi dan hukuman apa yang bakalan Bella dan Lusy terima.
Tapi setelah melihat ketiganya berjalan beriringan sambil tertawa bersama membuat murid murid yang lain terdiam keheranan. Ketiganya masuk ke kelas dengan serempak mengucap salam.
Kemudian didepan kelas dihadapan semua temannya secara bersama berkata sambil melakukan toss
"Kita semua dulu, sekarang dan selamanya tetap bersahabat dan merupakan satu kesatuan keluarga besar sekolah ini."
Murid-murid semuanya berhamburan ke depan kelas ikut saling toss dan memeluk ketiganya.
Suasana bahagia kembali memenuhi ruangan kelas mereka.
__ADS_1