Persahabatan Telah Mengubah Takdir

Persahabatan Telah Mengubah Takdir
Episode 40. Berhasil Mempengaruhi


__ADS_3

Angga kesal dengan Bella yang selalu menghina Zia, walaupun yang dikatakannya memang benar bahwa Zia si gadis miskin. Namun ia tidak rela, apalagi jika Mama dan adiknya ikut membela Bella, bagaimana pun Zia tetap gadis terbaik diantara semua gadis yang pernah ia kenal.


Untuk menenangkan hatinya Angga menghidupkan musik dengan lagu-lagu romantis yang saat dulu selalu ia dengarkan bersama Zia. Setelah kekesalannya reda, Angga lalu mengambil handphone dan mencari kontak Zia. Kemudian terdengarlah suara merdu diseberang sana, suara gadis yang selalu membuat hatinya bergetar.


"Assalamu'alaikum yang", sapa Angga terhadap Zia.


"Wa'alaikumsalam", Zia menjawab salam dari Angga sembari tersenyum.


"Apa kabar calon istriku?, lagi ngapain nih?", tanya Angga.


"Alhamdulillah aku sehat yang, dan ini baru selesai meriksa tugas anak-anak. Mas Angga sendiri Bagaimana?, masih repot ya dengan urusan kantor?"


"Alhamdulillah, Mas pun sehat yang, urusan kantor memang banyak jadi cukup menyita waktu."


"Bagaimana persiapan pernikahan kita, sudah diurus yang?" tanya Angga lagi.


"Sudah mas, mengenai Rania, ia diizinkan kuliah di Jakarta dengan syarat harus mencari tempat kost yang dekat dari rumah kita nanti."


"Nggak apa-apa Zia, bagus juga ide tuan Arya,. dengan begitu kalian bisa terus sama-sama dan jika nanti Mas pergi ke kantor cabang yang ada di luar daerah kamu kan jadi punya temen, tidak bakal takut kesepian", lanjut Angga.


"Rencananya siapa saja yang berangkat dari sana Mas untuk acara akad kita nanti?", tanya Zia.


"Inshaallah Papa, Mama, Aira dan Frans yang akan hadir dalam acara kita yang, kenapa apa masih kurang ? kalau iya ntar biar mas bawa warga Jakarta semuanya", jawab Angga sambil tertawa.


"Enggak kok mas, mau pastikan saja, biar tahu berapa banyak yang harus kami masak untuk menyambut kedatangan rombongan."


"Nggak usah repot memasak Yang, ntar catering lewat restoran saja ya, aku nggak mau ntar ibu kecapean malah jatuh sakit."


"Nggak apa-apa lho mas, nggak enak aja menjamu mertua dengan makanan luar, ntar aku kok yang akan memasak, paling ibu hanya bantu-bantu aja."

__ADS_1


"Oh ya Zia, jangan lupa sekalian diurus surat kepindahan sekolah adek biar pas tiba hari pernikahan kita semua urusan sudah selesai. Kita di Medan hanya dua hari karena mas nggak bisa terlalu lama meninggalkan urusan kantor, jadi dua hari setelah menikah kita langsung balik ke Jakarta."


"Memangnya untuk tempat tinggal kita sudah ada mas, soalnya nggak enak kan jika harus tinggal serumah dengan Mama Papa!, jika hanya kita berdua nggak jadi masalah, inikan aku bawa ibu dan adik!"


"Kamu tenang saja Yang, tadi aku dan Frans sudah tanda tangan kontrak ruko di dekat kampus jadi bisa sekalian untuk usaha, lagipula biar mempermudah kamu jika sekalian kuliah. Nanti kita pelan-pelan sambil cek-cek rumah mana yang pas untuk kita beli, aku ingin kita punya rumah sendiri Yang dengan hasil kerja kerasku."


"Aamiin..., begini saja aku sudah sangat bersyukur Mas, nggak pernah terbayang olehku punya rumah sendiri."


"Inshaallah, do'akan saja yang calon suamimu ini sehat dan lancar usahanya jadi bisa membahagiakan kalian."


"Iya Mas, Aamiin."


"Sudah lanjutin dech pekerjaannya, mas juga mau cek laporan. Titip salam buat ibu dan adik ya Yang?, I love you and I really miss you β™₯️."


"I love you to, hati-hati ya yang dalam bekerja."


"Hehehehe iya maaf Mas, I love you to emmuachπŸ‘„."


"Thanks Yang, selamat bekerja ya dan jangan lupa istirahat, salam juga buat cewek matre ya."


"Oke yang."


Angga pun segera menutup telephonenya. Kekesalannya sedikit terobati karena melihat wajah kekasihnya. Namun Angga tidak menceritakan perihal kehadiran Bella kepada Zia karena ia tidak ingin hal itu akan menambah beban fikiran kekasihnya.


Zia yang sudah menyelesaikan pekerjaannya kemudian menelephone Rania, ia ingin memberitahu tentang tempat tinggalnya nanti setelah menikah, agar Rania bisa mencari tempat kost dekat dengan lokasi itu juga.


Panggilan telephone pun tersambung, disana Rania bak burung Betet aja, nyerocos menanyakan kabar Angga, karena Angga lah teman bertengkarnya selama di Medan. Setelah mendapatkan info dari Zia, Rania kemudian menghubungi Papanya untuk memberitahu jika Zia akan tinggal di dekat kampus jadi sang papa bisa segera mencarikan tempat kost di daerah itu juga.


Relasi tuan Arya sangat banyak jadi sebentar saja ia sudah mendapatkan tempat kost untuk putrinya sesuai yang diinginkannya. Tempat tinggal Zia nanti dengan tempat kost Rania hanya berjarak sekitar 300 meter. Tuan Arya merasa lega dan tidak takut untuk melepas kepergian putrinya jika ia bisa tinggal berdekatan dengan keluarga Zia.

__ADS_1


Rania yang sudah diberitahu oleh Tuan Arya segera menelephone balik Zia dan memberitahunya tentang bakal tempat kostnya nanti. Mereka sangat senang bisa bersama terus walaupun Zia nanti sudah menikah.


Mengenai Bella, ia bertekad tidak ingin menyerah, Bella ingin berjuang mendapatkan Angga, Bella juga tidak terima jika Zia yang akan menjadi istrinya. Bella berencana ingin mendekati mama Angga yang sepertinya kurang menyukai Zia.


Bella terus berkomunikasi via telephone dengan mamanya Angga dan menceritakan semua tentang latar belakang keluarga Zia dengan memberikan gambaran bagaimana nanti tanggapan teman-teman sosialita Mama Angga jika mereka tahu bahwa putra satu-satunya dari tuan Wiguna hanya beristrikan seorang gadis miskin yang tidak bisa dibanggakan.


Mama Angga membenarkan semua yang diucapkan oleh Bella, mau ditaruh dimana mukanya nanti jika teman-temannya tahu. Aira juga mendukung Mamanya, kini hanya tinggal satu harapan mereka yaitu Pak Wiguna, jika Pak Wiguna setuju mereka pasti bisa membatalkan pernikahan ini. Masalah Zia menurut Mama Angga aman, tinggal beri uang maka semuanya selesai.


Begitulah pemikiran sebagian orang kaya yang selalu mengandalkan uang, mereka merasa semuanya bisa di beli dengan uang termasuk perasaan.


Mama Angga bersama Aira bergegas menemui pak Wiguna, mereka membicarakan tentang semua yang dikatakan Bella, namun pak Wiguna lebih memilih kebahagiaan putranya ketimbang memikirkan gengsi keluarganya. Pak Wiguna sadar jika dia menurutkan perasaan hati hanya demi gengsi maka dia akan kehilangan putranya kembali.


Kemudian pak Wiguna berkata kepada istri dan putrinya itu," Memangnya kalian siap Angga pergi lagi jika kita sampai membatalkan pernikahannya. Selama ini Angga banyak berubah papa yakin karena dorongan gadis itu. Jadi papa akan dukung siapapun wanita yang dicintainya asal Angga bisa bahagia sekalipun wanita itu hanya seorang gembel", jawab Pak Wiguna dengan sangat tegas.


Lalu ia melanjutkan perkataannya," Mama juga harus ingat, Papa ku dulu hanya berasal dari anak seorang tukang kebun yang berhasil menikah dengan mamaku yang merupakan anak majikannya. Tapi aku salut dengan Papa, papa berhasil menunjukkan kepada keluarga Mama bahwa ia sanggup membahagiakan Mama bahkan bisa menjadi menantu kebanggaan di keluarganya."


Tapi kan dulu beda Pa, sekarang Mama bergaulnya dengan istri-istri pejabat, bagaimana Mama mau memperkenalkan menantu yang latar belakangnya tidak sebanding dengan kita", jawab Mama Angga yang masih bertahan dengan gengsinya.


"Jika begitu terserah mama, tapi ingat papa selamanya akan mendukung Angga selagi apa yang ia lakukan baik untuk masa depannya", ucap Pak Wiguna yang juga teguh dengan prinsipnya.


Bersambung.....


Apakah akhirnya Mama Angga akan menyetujui pernikahan putranya? ikuti terus ceritanya ya guys....πŸ™πŸ˜‰


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys....dukung author dengan Vote sebanyak-banyaknya, like, comment dan rate bintang limanya. πŸ™πŸ˜‰


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2