Persahabatan Telah Mengubah Takdir

Persahabatan Telah Mengubah Takdir
Episode 68. Bertemu Sang Istri


__ADS_3

Di dalam perjalanan, Frans menghubungi Rania,


"Assalamualaikum Sayang, maaf aku mengganggu waktu tidurmu," ucap Frans dari balik ponselnya.


"Wa'alaikumsalam Sayang, nggak kok! Aku baru selesai ngobrol dengan Zia dan ini baru rebahan," ucap Rania.


"Begini lho Nia, kami sedang dalam perjalanan ke sana ada hal penting yang akan kita bicarakan dengan Non Zia," ucap Frans.


"Memangnya hal penting apa, kok mendesak harus malam ini juga dibicarakan, soalnya Zia-kan harus istirahat biar besok lebih fresh."


"Pokoknya penting Nia! Tidak bisa di tunda lagi, jadi aku mohon kamu sampaikan ke Non Zia untuk menunggu kami sampai dan aku akan menelephone Papa Arya agar secepatnya datang ke rumah Non Zia."


"Aku jadi khawatir Frans, sebenarnya ada masalah apa? Kok Papa juga musti datang kesini? Pamali lho...calon pengantin bertemu sekarang sementara besok akan melangsungkan akad," jawab Rania yang sangat khawatir akan terjadi hal buruk terhadap pernikahan Papanya.


"Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang Nia? Soalnya lagi pokus nyetir."


"Baiklah Frans, aku akan membangunkan Zia, apa ibu juga harus di beritahu?" tanya Rania.


"Iya, Ibu juga harus di beritahu. Sudah ya Yang, aku mau hubungi Papa Arya dulu."


"Hati-hati ya, jika Papa tidak bisa dihubungi jemput saja Frans! terkadang saat malam Papa sering mematikan ponselnya," ucap Rania lagi.


"Baiklah, aku coba dulu hubungi Papa."


Frans segera mematikan panggilannya terhadap Rania lalu mencari nomor kontak Tuan Arya, calon Papa mertuanya.


Rania sebenarnya tidak sabar ingin segera mengetahui tentang masalah yang ingin di bicarakan Frans, tapi akhirnya dia memaklumi dan tidak ingin terjadi hal buruk terhadap Frans di perjalanan karena tidak fokus menjalankan mobil jika sambil ngobrol.


Sesuai permintaan Frans, Rania segera menuju ke kamar Zia untuk membangunkannya, "Assalamualaikum Zia," ucap Rania sambil mengetuk pintu.


"Wa'alaikumsalam," jawab Zia sambil yang ternyata belum tidur. Zia pun bergegas membuka pintu karena mendengar ucapan salam dari sahabatnya.


"Maaf Zia, terpaksa aku membangunkan kamu."


"Aku belum tidur Nia, tadi Gara terbangun jadi membuatkan susu untuknya."


"Oh, syukurlah."


"Memangnya ada apa Nia? Apa ada barang yang tertinggal?"


Rania menggelengkan kepalanya, lalu dia menyampaikan pesan Frans. Zia pun terkejut mendengar penuturan Rania, dia menjadi khawatir, sebenarnya ada masalah penting apa hingga semuanya harus berkumpul malam ini.

__ADS_1


Kemudian Zia dan Rania pergi ke kamar ibu untuk membangunkan beliau. Ibu juga merasakan hal yang sama, tapi beliau segera menenangkan Zia dan Rania agar mereka bersabar menunggu kedatangan Frans untuk menjelaskan semua.


Frans yang sudah berhasil menghubungi Tuan Arya merasa lega, sementara Tuan Arya yang merasa penasaran segera bergegas mengenakan jaketnya dan hanya memakai sendal segera berlari ke garasi untuk mengeluarkan mobil.


Mobil Tuan Arya pun melaju kencang, membelah jalanan yang sudah sepi dari lalu lalang kendaraan. Hatinya resah, menunggu penjelasan Frans, hingga dia tidak sabar ingin segera tiba di rumah calon istrinya.


Zia, Ibu dan Rania, duduk di ruang tamu menunggu kedatangan Frans. Hanya Ibu saja yang mampu menyembunyikan rasa cemasnya, sementara Rania kadang berdiri melihat ke luar berharap Frans cepat sampai. Dan Zia berusaha menyembunyikan kecemasannya dengan mengotak atik ponselnya.


"Itu Frans telah sampai!" teriak Rania saat melihat mobil Frans sudah memasuki halaman toko.


Ibu dan Zia pun berdiri, mereka bertiga pun berjalan ke arah pintu.


Angga yang sedari tadi di dalam mobil celingak-celinguk melihat sekeliling tempat itu, dia merasa tidak asing. Pak Wiguna yang melihatnya pun bertanya, "Bagaimana Nak, kamu ingat tempat ini?"


"Aku tidak asing dengan tempat ini Pa! ini sering ada di mimpiku."


Pak Wiguna lalu mengajak putranya untuk turun dan diikuti oleh yang lainnya. Dalam temaramnya lampu teras, Zia hampir saja terjatuh karena kaget, saat matanya tertuju pada sosok pria yang baru saja turun dari mobil Frans dan di belakangnya ada Pak Wiguna.


Wajah Zia pucat, bibirnya bergetar dan air mata pun lolos dari kedua matanya. Tubuh Zia akhirnya luruh ke lantai, diapun tak sadarkan diri.


Rania juga terpaku melihat siapa yang datang, sementara Ibu segera mendekati Zia yang sudah tergeletak di lantai sambil mengguncang tubuh putrinya, Ibu pun ikut menangis.


Angga masih bingung, dia memang melihat wanita yang sedang tidak sadarkan diri inilah yang datang dalam mimpinya dengan membawa seorang bayi laki-laki.


Sekali lagi Pak Wiguna berkata, "Cepat Nak! kasihan istrimu."


"Dia istriku Pa?" tanya Angga masih tidak percaya.


Pak Wiguna mengangguk dan Frans pun ikut menimpali, "Benar Bos, Non Zia istrimu, Istri kesayanganmu."


Mendengar hal itu, Anggapun mendekati Zia yang masih dalam pelukan Ibu.


"Maaf Bu, izinkan Saya mengangkatnya ke dalam," ucap Angga sambil berlutut di hadapan Ibu.


Ibu yang mendengar suara Angga pun menoleh, air mata terus mengalir di pipi keriputnya saat melihat wajah Angga.


"Kamu kembali Nak! Terimakasih ya Allah, Engkau telah mengembalikan suami putriku."


"Angga yang mendengar hal itu semakin yakin, ini memang keluarganya, lalu dia berkata, "Bu... biar Angga angkat dulu Zia ke dalam."


Ibu pun bergeser dari sisi Zia, kemudian Angga menggendong tubuh Zia ke dalam. Dia menidurkan Zia di atas sofa yang ada di ruang tamu, lalu meminta minyak kayu putih kepada Ibu.

__ADS_1


Rania yang melihat hal itu pun menangis, dia senang Angga kembali tapi sekaligus sedih memikirkan nasib Papanya.


Semua sudah berkumpul di ruang tamu menunggu Zia sadar dari pingsannya. Angga yang sudah mendapatkan minyak kayu putih dari Ibu segera mengoleskan ke hidung Zia untuk merangsang kesadarannya.


Zia perlahan sadar, dia membuka mata dan menangis bahagia saat melihat Angga ada di hadapannya. Spontan dia menghambur ke pelukan Angga sambil terisak-isak.


"Aku tidak sedang bermimpi-kan? ini benar Mas Angga suamiku? hiks...hiks...hiks, jangan tinggalkan aku lagi Mas?" ucap Zia sambil mempererat pelukannya.


Angga hanya diam, dia berusaha mengingat Zia, perlahan terlintas di pikirannya seperti kaset yang memutar kenangan saat dirinya dan Zia di sekolah hingga Angga mengatakan cinta kepada Zia.


Kenangan itu satu persatu muncul dalam ingatan Angga, hingga membuat kepalanya sakit. Angga melepaskan pelukan Zia lalu memegangi kepalanya sambil berteriak sakit, Mike yang melihat hal itu berlari mendekat dan memapah Angga agar duduk tenang di kursi.


Mike membantu memijat kepala Angga sambil berkata, "Tenang Nak, jangan terlampau memaksakan diri untuk mengingat semuanya."


"Zia heran dan sangat khawatir, lalu dia mendekati Mike, "Tuan siapa? Apa yang terjadi dengan suamiku? Kenapa dia nampak kesakitan?" tanya Zia panik.


Belum mendapatkan jawaban dari Mike, Zia langsung mengarah ke Angga, "Mas...Mas Angga tidak apa-apa 'kan? Mana yang sakit Mas? Ayo kita ke dokter." Ucap Zia sembari memeluk suaminya kembali.


Saat bersamaan, terdengar ucapan salam dari luar, ternyata Arya sudah sampai. Arya terperangah melihat Zia, calon istrinya memeluk seorang pria.


Dia berusaha tenang dan berjalan mendekat, Arya sangat terkejut saat melihat wajah pria yang saat ini sedang di peluk oleh Zia.


BERSAMBUNG......


Kasihan banget Tuan Arya 😭, Bagaimanakah nasib pernikahan Tuan Arya selanjutnya?


See you...😉


Jangan lupa dukungannya ya guys... biar aku lebih semangat menyelesaikan karya perdanaku ini. Walau pendukungnya kurang di bandingkan karyaku yang lain, Inshaallah aku akan melanjutkannya hingga tamat.


Ini adalah karya perdanaku yang acak kadul, kulanjutkan untuk kenang-kenangan, dari Novel ini aku mulai belajar menulis hingga bisa menghasilkan dua karya ku yang sudah tamat yaitu " TERIKAT CINTA LAIN " dan " MENIKAHI CUCU BILLIONER "


Mudah-mudahan kedepannya aku bisa menciptakan karya yang lebih baik lagi hingga bisa menyenangkan hati para pembaca karyaku.


Inshaallah akan segera rilis karya baru ku yang berjudul, " TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA " Mohon dukungannya terus ya para reader 🙏🙏🙏



HAPPY READING ♥️♥️♥️


See You 😉

__ADS_1


__ADS_2