Persahabatan Telah Mengubah Takdir

Persahabatan Telah Mengubah Takdir
Episode 55. Kontak Batin


__ADS_3

"Bagaimana Dok keadaan sahabat Saya?" tanya Rania saat Dokter selesai memeriksa kondisi Zia.


"Sebentar lagi suster akan melepas selang infus, dan Dek Zia hari ini sudah di perbolehkan pulang. Alhamdulillah bayinya juga sehat," ucap Pak Dokter.


"Alhamdulillah, terimakasih Dok," ucap Zia bersamaan dengan Rania hingga membuat Dokter tersenyum.


Suster segera membuka selang infus yang ada di tangan Zia, lalu Rania segera menebus resep obat yang telah di berikan Dokter sebelum mereka pulang. Angga junior juga telah di antarkan oleh suster ke ruangan Zia, kini tinggal menunggu Mama datang bersama supir kantor untuk menjemput mereka.


Tidak lama menunggu, Mama sudah muncul di balik pintu dengan senyum bahagianya, lalu Beliau menggendong Angga junior, menciumnya sembari meneteskan air mata. Beliau sudah tidak sabar ingin bisa cepat bermain dengan sang cucu.


Melihat Mama begitu menyayangi Angga junior membuat Zia ikut meneteskan air mata, dia masih berharap Angga bisa melihat kebahagiaan Mamanya karena kelahiran sang cucu.


Rania pun sudah kembali dari menebus resep, lalu dia merapikan dan mengangkat tas yang akan di bawa pulang di bantu oleh Pak Supir. Mereka pun segera menuju ke mobil yang sudah di siapkan oleh Pak Sopir.


Mama sebenarnya ingin Zia tinggal di rumah beliau, tapi Mama juga tidak berani memaksa karena Zia harus mengurus usahanya dan menemani ibu yang sudah tua dan terkadang kambuh penyakitnya.


Namun Mama berjanji akan sering berkunjung untuk melihat mereka, Zia pun tidak merasa keberatan bagaimanapun dia sudah menganggap orang tua Angga sebagai orangtuanya sendiri.


Mereka sudah tiba di tempat tinggal Zia, Ibu menyambut kedatangan anak, cucunya dengan gembira. Beliau yang sudah tidak sabar lalu mendekati sang besan yang sedang menggendong Angga Junior.

__ADS_1


Kemudian Mama memberikan Angga junior kepada Ibu, lalu beliau mengantarkan Zia ke kamarnya agar bisa segera beristirahat.


Sementara Rania dan Pak Sopir sedang menurunkan tas dari bagasi dan membawanya masuk ke dalam rumah. Setelah tugas mereka selesai, Pak Sopir pun di minta Rania untuk meminum teh yang telah di sajikan oleh Ibu sesaat sebelum mereka sampai.


Hari beranjak senja ketika Sang Mama mohon pamit kepada Zia dan Ibu juga Rania, Beliau memegang tangan Angga junior sebelum meninggalkan kamar Zia seakan tidak ingin berpisah dengan cucunya.


Zia tahu, Mama sangat merindukan Angga dan kerindu. an itu hanya bisa beliau curahkan kepada putranya.


Setelah semua pergi untuk beristirahat, kini tinggallah Zia beserta Angga junior. Zia menggendong lalu memberinya Asi setelah itu menceritakan tentang sosok Angga sembari memainkan tangan mungil yang mulai belajar menggenggam jemari tangannya.


Zia ingin mengenalkan dan menanamkan sejak dini sosok Papa terbaik yang mungkin hanya akan di kenal putranya dari foto dan juga cerita-ceritanya saja.


Tinggallah Zia sendiri yang belum bisa tidur, pikirannya menerawang ke masa-masa indah yang dia lalui bersama Angga, sementara Angga atau Edward di tempat tinggalnya yang baru, belakangan ini sering bermimpi.


Di dalam mimpinya, Edward melihat sosok wanita yang sedang menggendong seorang bayi menarik tangannya, meminta dia untuk pulang.


Saat Edward bingung di alam mimpinya, diapun terbangun sambil memegangi kepalanya yang sangat sakit. Edward berpikir pasti wanita yang hadir di mimpinya itu adalah orang dari masa lalu yang ingin dia ingat tapi setiap kali berusaha rasa sakit itupun datang menyerang.


Akhirnya Edward mencari obat pereda rasa sakit yang telah Dokter keluarga Mike berikan. Edward sebenarnya beberapa bulan ini sudah bekerja di perusahaan milik Dady angkatnya itu dan Mike merasa bangga atas prestasi kerjanya.

__ADS_1


Namun setiap kali dia sendirian dan tidak ada beban kerja maka rasa ingin mengingat masa lalunya pun muncul dengan diiringi rasa sakit yang luar biasa.


Lalu dokter menyarankan agar Mike sementara ini memberikan Edward kesibukan hingga dia lelah dan bisa tertidur. Cara ini berhasil hanya untuk beberapa bulan saja, sekarang malah masa lalu Edward sering muncul di saat dia tidur.


Mike bingung, sudah beberapa dokter dia panggil untuk mengobati Edward tapi belum juga menunjukkan hasil.


Edward akhirnya memutuskan, menghabiskan waktunya untuk kerja dan terus bekerja, dia hanya akan tidur jika benar-benar tubuh dan pikirannya sudah merasa lelah.


Keluarga Mike merasa senang, selama Edward masuk ke perusahaan, bisnis mereka semakin berkembang tapi sekaligus membuat mereka takut bisa saja hal ini memperburuk kondisi Edward karena saking gilanya dia bekerja.


Mike mencoba mengembangkan bisnisnya ke Indonesia, dia ingin nantinya Edward yang memimpin di sana.


Dia berharap kembalinya Edward ke negara asal dan namanya masuk ke jajaran pengusaha muda terkenal bisa membawanya dekat dan menemukan orang-orang dari masa lalu yang bisa membantunya untuk sembuh.


Walaupun dalam batin Mike sebenarnya dia masih takut jika Edward nanti ingat akan masa lalunya, pasti dia akan kehilangan putra angkatnya itu.


Tapi dorongan semangat dari istri dan putrinya, akhirnya membuat Mike sadar bagaimanapun dia harus terus berjuang untuk kesembuhan Edward.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


🌻 Jangan lupa dukungannya ya guys, favorit, vote, like, coment dan rate bintang limanya. Terimakasih 🙏


__ADS_2