
Angga beserta keluarganya sudah siap berangkat ke Medan untuk melaksanakan acara pernikahan. Walaupun Mama dan adiknya kurang setuju mau tidak mau mereka harus ikut atas permintaan sang Papa.
Frans juga sudah mengurus semuanya, dari mulai tiket sampai penginapan dan seserahan. Saat ini mereka berangkat ke bandara Soekarno Hatta untuk keberangkatan sore.
Supir kantor Angga mengantar mereka ke bandara, lalu Angga beserta rombongan check-in keberangkatan dan tak lama panggilan untuk para penumpang tujuan Medan pun terdengar.
Mereka naik ke dalam pesawat sesuai tempat duduk masing-masing. Frans duduk di samping Angga dan Tuan Wiguna, mereka ingin memberikan dukungan terus kepada Angga, sementara Mama dan adiknya tidak peduli dan sibuk dengan urusannya masing-masing.
Seorang pramugari sudah memberikan perintah untuk mereka mengenakan sabuk pengaman karena pesawat akan segera lepas landas.
Angga membantu papanya mengenakan sabuk pengaman barulah ia mengenakan sabuk pengamannya sendiri.
Angga kini sangat bahagia, ia akan segera bertemu dengan pujaan hatinya. Zia dengan sunggingan senyum di wajahnya kini terbayang di pelupuk mata Angga.
Frans yang melihat bosnya tersenyum sendiri mencoba menggodanya dengan berkata," Tuan Wiguna, awas anak Tuan nampaknya sedang terserang demam", ucap Frans.
"Apa Frans!, Angga demam, begitu tiba kita harus segera membawanya ke rumah sakit. Kasihan kan jika ia sakit di saat pernikahan berlangsung", ucap Tuan Wiguna sambil memegang kening putranya.
Angga terkejut ketika pak Wiguna memegang keningnya kemudian ia berkata," Memangnya ada apa Pa? kok papa pegang kening Angga, Bayu baik-baik saja kok Pa", ucap Bayu.
"Kamu Frans tapi tubuh Angga tidak panas kenapa kamu bilang ia demam?", ucap tuan Wiguna lagi.
Frans pun menjawab sembari tersenyum," Kan saya belum selesai ngomong Tuan, Bos Angga memang lagi demam yaitu demam rindu buktinya tuh dari tadi senyum-senyum sendiri", ucap Frans sambil memandang bosnya.
Angga yang mendengar ledekan dari Frans segera mengambil majalah yang ada di depannya, lalu melemparkannya kearah Frans. Frans segera menangkap majalah itu sambil tertawa.
"Kamu belum pernah merasakan jatuh cinta Frans, makanya cepat cari pasangan biar tahu rasanya rindu bagaimana. Om juga dulu terhadap Tante seperti itu bahkan lebih parah daripada Angga", ucap Tuan Wiguna sembari tersenyum mengenang masa mudanya.
Angga, Frans dan Tuan Wiguna terus bercerita mengenang masa lalu Tuan Wiguna sedangkan Mama Angga berserta Aira membicarakan Zia.
__ADS_1
Mereka penasaran sebenarnya apa yang membuat Angga begitu mencintai gadis itu, jika melihat foto yang ditunjukkan Angga menurut mereka biasa biasa saja kecantikan Zia.
Saking asyiknya mengobrol, tidak terasa pesawat mereka sudah tiba di bandara internasional Kualanamu. Kemudian Angga dan rombongan naik kereta api bandara menuju stasiun pusat di kota Medan. Dari sana Angga segera memesan grab Car menuju hotel JW Marriott sesuai bookingan Frans.
Setelah mereka tiba di hotel, Angga langsung menghubungi Zia, memberitahukan bahwa mereka telah sampai di Medan. Angga juga menanyakan bagaimana persiapan untuk pelaksanaan aqad, apakah sudah beres semua atau belum.
Zia kemudian berkata bahwa semua sudah diurus oleh Rania di bantu oleh para tetangga.
Mendengar penjelasan dari Zia, membuat Angga tenang lalu ia mengakhiri panggilannya karena ia ingin membersihkan dirinya lalu beristirahat.
Mama Angga dan Aira juga telah beristirahat di kamar mereka sementara Frans dan Tuan Wiguna masih berada di luar hotel, mereka ingin melihat sejenak suasana kota Medan pada saat menjelang malam.
Setelah beberapa saat berkeliling, tuan Wiguna kemudian mengajak Frans kembali ke kamar, beliau ingin beristirahat.
Malam hari Angga mengajak keluarganya berjalan-jalan di Mall Podomoro dekat dari hotel tempat mereka menginap.
Mama Angga dan Aira adiknya semangat untuk shopping, mereka membeli beberapa pakaian dan perhiasan. Sementara Angga, Tuan Wiguna dan Frans menunggu mereka sambil duduk santai di Cafe ditemani jus dan kopi.
Frans menghampiri mereka, lalu berkata," Nyonya dan Nona, Mall sudah hampir tutup, kalian diminta tuan Wiguna agar segera kembali.
"Iya Frans, bilang sama tuan sebentar lagi kami kembali, lagi tanggung nih!", ucap Mama Angga.
"Benar Frans tinggal tas yang belum aku beli", ucap Aira.
"Baiklah Nyonya dan Nona, kami akan menunggu kalian di pintu keluar", ucap Frans lagi.
Kemudian Frans meninggalkan mereka dan kembali menemui Tuan Wiguna serta Angga.
Tuan Wiguna yang melihat Frans kembali sendirian sudah menduga, istri dan anak gadisnya pasti belum selesai berbelanja. Ia hanya menggelengkan kepala, tidak mengerti mengapa keduanya tidak pernah berubah, selalu mementingkan gaya.
__ADS_1
Angga juga hanya menggelengkan kepala, ia tidak habis pikir dengan Mama dan adiknya. Sudah beratus pakaian, tas dan sepatu yang mereka beli sebelumnya namun tidak pernah puas.
Mereka menunggu keduanya sambil ngobrol dengan security Mall, sekitar dua puluh menit kemudian barulah Mama dan Aira datang dengan membawa begitu banyak tas belanjaan.
Frans diminta membantu membawakan belanjaan oleh Aira. Lalu mereka meninggalkan tempat itu dan kembali ke hotel tempat mereka menginap.
Malam terus berlalu dan berganti pagi, masih ada waktu satu hari lagi buat mereka berjalan-jalan dan beristirahat karena besok pagi acara akad nikah baru akan di laksanakan.
Hari ini Angga membawa keluarganya berjalan-jalan ke Istana Maimun dan mesjid raya. Setelah puas berkeliling lalu mereka singgah di Mall Simpang raya untuk makan dan minum.
Kemudian Angga memutuskan untuk kembali ke hotel agar bisa beristirahat, menjaga stamina buat acara besok pagi.
Malam pun tiba, saat Mama dan Aira hendak tidur, terdengar suara ponsel berdering, terlihat di sana nama Bella memanggil. Kemudian Mama mengangkatnya dan mereka mengobrol tentang pernikahan Angga yang akan dilaksanakan besok.
Bella terdiam, hatinya patah, besok tidak ada harapannya lagi untuk memiliki Angga. Air mata Bellapun menetes dan ia terisak tidak bisa melanjutkan percakapannya dengan Mama Angga.
Mama tahu perasaan Bella, kemudian beliau berkata," Sudahlah Bella, kamu jangan bersedih, kamu pasti akan mendapatkan jodoh yang lebih baik dari Angga, Tante yakin itu", ucap Mama memberi semangat kepada Bella.
Kemudian Bellapun menjawab," Iya Tante, tapi boleh nggak Tan, jika aku besok ikut hadir bersama temanku dalam acara pernikahan Angga? kebetulan saat ini kami sedang di Medan", tanya Bella.
"Oh, dengan senang hati Nak, kalian tahu kan rumah calon istrinya Angga? jadi langsung saja besok pagi kesana ya, Tante akan tunggu kalian di sana", ucap Mama Angga.
"Kira-kira jam berapa ya Tan akad nikahnya di mulai? Biar kami nggak ketinggalan acaranya besok", ucap Bella lagi.
"Kata Angga sekitar jam sembilan pagi penghulu pernikahan sudah hadir di sana. Jadi usahakan kalian hadir selambat-lambatnya pukul setengah sembilan pagi ya Nak Bella."
"Oke Tan, Inshaallah kami akan datang besok pagi", ucap Bella sebelum mengakhiri panggilannya.
Bersambung......
__ADS_1
🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys, vote, like, comment dan rate bintang limanya. Terimakasih 🙏😉