
"Kamu putraku!" ucap Tuan Wiguna kembali sambil menyeka air mata dan mengguncang-guncang tubuh Edward.
"Tuan Mike, maaf jika kami mengusik kenyamanan kalian," ucap Frans yang tersadar.
"Apa maksud kalian mengatakan jika Edward putra Tuan Wiguna?"
"Sekali lagi maaf Tuan Mike, apa benar Edward itu putra Anda?"
"Mike pun mengangguk sambil berkata, "Tentu saja! Kenapa kamu bertanya seperti itu," ucap Mike hanya ingin mengorek cerita, apa benar mereka ada hubungannya dengan Edward.
Mike tidak ingin gegabah mengambil langkah yang bisa merugikan putranya, dia ingin menyelidiki dulu masa lalu Edward, ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi hingga dia menemukan Edward dalam keadaan luka-luka dan hilang ingatan.
"Maaf Tuan Mike, tapi sungguh dia benar mirip dengan Bos kami Angga Wiguna, putra Tuan Wiguna. Anda bisa lihat sendiri bagaimana Tuan Wiguna menangis dan memeluk putra Anda."
"Memangnya, apa yang terjadi dengan putra Tuan Wiguna hingga kalian bisa menyangka putraku adalah putra Tuan Wiguna?" tanya Mike penuh selidik sementara Sonya hanya terdiam sambil memperhatikan Tuan Wiguna yang masih tidak mau melepaskan Edward dari pelukannya.
Edward pun hanya diam, dia membiarkan dirinya di peluk oleh Tuan Wiguna. Edward merasakan kenyamanan dalam pelukan pria tua yang memang adalah Papa kandungnya.
Frans masih menceritakan kejadian naas yang menimpa Angga, dia meneteskan air mata saat mengatakan kepada Mike, tidak menemukan jasad Angga hingga sekarang.
Mike yang masih butuh bukti untuk meyakinkan dirinya membuka identitas Edward lalu bertanya, "Apakah putra Tuan Wiguna mempunyai tanda lahir?"
Mendengar pertanyaan Mike, wajah Frans terlihat sumringah, dia memiliki harapan besar jika Edward memang benar Angga putra Wiguna.
"Ada Tuan Mike! Bos Angga memiliki tanda lahir tahi lalat besar di bahu kanannya."
Mendengar pengakuan Frans Mike dan Sonya sekarang yakin, memang benar Edward adalah putra Tuan Wiguna.
Namun Mike masih ingin menguji Frans dengan berkata, "Kamu bisa tunjukkan foto Angga? Aku penasaran kenapa Edward putraku kalian akui sebagai Angga."
Frans yang kebetulan memiliki banyak foto Angga di dalam memori hp nya segera menunjukkan kepada Mike.
Frans memang rajin memfoto Bos nya pada saat mereka melakukan perjalanan ke Papua, baik foto di pesawat maupun foto saat mereka melakukan kunjungan ke rumah-rumah keluarga korban kecelakaan saat di tambang.
Mike meneliti satu persatu foto tersebut, dia sekarang yakin jika Edward adalah Angga Wiguna putra pemilik perusahaan yang sekarang sedang bekerjasama dengan perusahaannya.
__ADS_1
Kemudian Mike berkata kepada Edward, "Nak! mereka benar keluargamu, tunjukkanlah tahi lalat yang ada di bahumu, agar mereka lebih yakin."
Edward yang masih bingung karena dia tidak bisa mengingat apapun lalu membuka kaosnya, di bahu kanannya memang terdapat tahi lalat besar seperti yang dikatakan oleh Frans.
Tuan Wiguna kembali memeluk putranya, tangis kembali tumpah, dengan lirih Beliau berkata, "Alhamdulillah, kamu masih hidup Nak! Papa sangat merindukanmu."
Frans pun menangis memeluk Bosnya yang sudah seperti Kakak kandung baginya.
"Ternyata keajaiban memang benar ada Bos, kamu jangan tinggalkan kami lagi," ucap Frans sambil menepuk pundak Bosnya.
Edward masih tidak berkata apapun, walau dia kini sudah bertemu keluarganya tapi dia masih belum ingat akan dirinya.
Mari silahkan kita duduk kembali Frans, Tuan Wiguna, aku akan menjelaskan semuanya.
Tapi sebelum bercerita, Mike terlebih dahulu meminta pelayan agar membawakan minuman untuk Frans serta Tuan Wiguna dan meminta agar pihak resto menyajikan hidangan menu spesial di resto tersebut.
Sambil menunggu tersajinya hidangan, Mike pun menceritakan saat pertama kali dirinya bertemu Edward yang sama sekali tidak ingat apa-apa walau hanya sekedar nama.
"Sekarang kita sudah menemukan keluargamu Nak, namamu adalah Angga Wiguna bukan Edward lagi," ucap Frans sambil memegang tangan Angga.
Angga memeluk Mike dan berkata, "Dad, walaupun aku sudah menemukan keluargaku, tapi Dady tetap orangtuaku dan Sonya adalah adikku."
Mike memeluk erat Angga, dia juga tidak bisa menahan saat dua bulir air bening menetes dari kedua matanya. Sonya juga melakukan hal sama, "Terimakasih Kak, Kakak masih menganggapku adik."
Kini semua bersyukur atas pertemuan ini, Mike langsung mengatakan, "Perusahaan kita sekarang satu dan akan dipimpin oleh Angga Wiguna."
"Tidak!" ucap Tuan Wiguna yang mengagetkan semua orang.
"Bukan dipimpin oleh Angga Wiguna tapi akan di pimpin oleh Angga Putra Mike Wiguna. Tuan Mike juga orang tua putraku, jadi sekarang kita adalah keluarga," ucap Tuan Wiguna.
Mike sangat terharu mendengar perkataan Tuan Wiguna, mereka akhirnya saling berpelukan.
"Sekarang tugas kita semua adalah mencari cara bagaimana mengembalikan ingatan Angga," ucap Mike, di balas anggukan Frans dan Tuan Wiguna.
Saat mereka asyik mengobrol, pelayanpun datang menyajikan makanan. Tapi sebelum mereka memulai makan Frans tiba-tiba menepuk dahinya, sambil berkata, "Gawat!" seru Frans.
__ADS_1
Semua melihat bingung ke arah Frans, lalu Angga pun bertanya, "Ada apa Frans, apanya yang gawat?"
"Bos..., istrimu besok akan menikah! Malam ini juga kita harus kesana untuk membatalkannya."
"Istri?" tanya Angga bingung.
"Iya Nak, kamu sudah menikah dan bahkan sudah mempunyai seorang putra. Saat kamu menghilang, istrimu sedang hamil muda dan sekarang putramu sudah berumur lebih dari 4 tahun," ucap Tuan Wiguna yang mencoba menjelaskan semuanya kepada Angga.
"Putra! Aku sudah memiliki seorang putra?"
"Benar Bos, putramu sangat tampan, pintar dan tentunya mirip dengan Bos," timpal Frans.
Angga bangkit, dia hendak pergi, kini dia tahu, bayangan wanita dengan membawa seorang bayi yang sering datang di alam mimpinya ternyata adala anak dan istrinya sendiri.
"Sabar Nak! Kamu mau kemana?" tanya Mike.
"Mencari istri dan putraku," jawab Angga tegas.
"Memangnya kamu tahu dimana mereka tinggal?" tanya Tuan Wiguna.
"Tahu Pa, bayangan mereka dan rumah itu sering muncul dalam mimpiku, tapi aku tidak tahu siapa mereka," jawab Angga.
"Alhamdulillah, ternyata walau sedikit masih ada yang kamu ingat Nak," ucap Tuan Wiguna.
"Sebaiknya kita makan dulu, baru kita mencari mereka," ajak Mike.
Tuan Wiguna dan Frans pun setuju. Akhirnya Angga kembali duduk di kursinya, lalu mereka mulai menikmati hidangan yang ada, tapi Angga tidak berselera, dia tidak sabar ingin melihat langsung wanita dan anak yang selalu datang di dalam mimpinya itu.
Selesai makan, Mike langsung memanggil pelayan dan meminta bil tagihan atas pesanan mereka. Mike membayar semuanya lalu memberikan tips kepada pelayan tersebut.
Merekapun segera meninggalkan tempat itu, bergegas menuju parkiran di mana mobil Frans ada di sana.
Frans mempersilakan semua untuk naik, lalu dia melajukan mobilnya dengan kencang menuju rumah Zia.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1
Ayo ikuti terus ya guys ceritanya dan jangan lupa dukungannya 🙏 See you...😉