Persahabatan Telah Mengubah Takdir

Persahabatan Telah Mengubah Takdir
Bab 22. Hadiah untuk sebuah senyuman


__ADS_3

Rumah Zia kini sudah rapi, pekarangan telah bersih, pakaian sudah tertata rapi di lemari, tinggal mengumpulkan pakaian almarhum ayahnya dan mensedekahkan kepada tetangga yang membutuhkan.


Ketika membereskan pakaian Ayahnya Zia sempat menangis, ia teringat semua kenangan bersama ayahnya. Kenangan sejak ia kecil hingga terakhir sebelum kematian sang ayah terlintas satu persatu dalam ingatannya. Suka duka kehidupan telah ia lalui, janji ingin mempersembahkan ijazah sarjana belum sempat ia penuhi sang ayah telah pergi. Kini tugas sang ayah pindah ke pundaknya.


Selamat jalan ayah, semoga engkau bahagia disana. Tugasmu di sini telah selesai, aku akan melanjutkan perjuanganmu ayah untuk membahagiakan ibu dan adik. Tenanglah Ayah, kami tidak akan melupakanmu, disini kami akan selalu mendo'akanmu dan do'akanlah kami dari tempatmu sekarang agar kami tetap mendapatkan keridhoan dari Allah SWT.


Sambil berdoa Zia bertekad dalam hatinya akan berjuang untuk bisa masuk perguruan tinggi dan meraih gelar sarjana sebagaimana janjinya terhadap sang ayah.


Angga yang sedari tadi memperhatikan kekasihnya menyadari ada raut kesedihan diwajahnya segera menghampiri dan berusaha menghiburnya.


Dia membantu memasukkan pakaian almarhum Ayah Zia yang telah tersusun rapi itu ke dalam sebuah tas, selanjutnya keduanya pergi menjumpai bilal mayit yang menangani penyelenggaraan fardhu kipayah ayahnya untuk menyerahkannya kepada beliau. Dan beliau lah nanti yang akan membagikan kepada yang membutuhkan.


Semua tugas telah selesai dikerjakan, mereka kembali kerumah mengambil pakaian seragam sekolah Zia dan memasukkannya kedalam tas kemudian berniat kembali ke rumah sakit.


Sepanjang perjalanan Zia hanya diam, ia masih teringat kenangan akan ayahnya. Angga tidak mau kekasihnya terus bersedih, ia membelokkan mobilnya kesebuah taman bermain untuk menghibur kekasihnya. Zia tersadar dari lamunannya ketika Angga mengajaknya turun dari mobil.


"Kita lagi dimana ini yang, bukankah kita akan kembali ke rumah sakit?"


"Kamu sedari tadi melamun saja makanya aku mau kamu sejenak tertawa disini, aku tidak suka melihat kamu bersedih terus yang, ayo kita masuk dan mencari tempat duduk dulu."


Keduanya pun berjalan memasuki taman, mereka mencari tempat duduk tepat dibawah sebuah pohon rindang dekat kolam air pancur, terlihat banyak macam permainan anak anak disana, ada ayunan, perosotan, jungkat jungkit dan lain-lain. Sementara diujung taman ada kolam yang sangat luas. Kolam tersebut dijadikan area bermain sepeda air sambil memberi makan ikan-ikan yang sengaja dipelihara untuk menghibur pengunjung.


Dari tempat itu mereka bisa bebas mengamati pengunjung berlalu lalang yang sedang mengawasi anak anak mereka bermain.


Angga kemudian mulai memikirkan alasan yang tepat agar dia mempunyai waktu menjauh dari Zia untuk menjalankan idenya membuat Zia tersenyum. Dia berpamitan kepada Zia dengan alasan mau ke toilet.


"Tunggu disini dulu ya yang, aku mau ke toilet sebentar."


Zia hanya mengangguk. Sepeninggal Angga, ia hanya memperhatikan anak anak bermain dan sesekali ia tersenyum serta tertawa melihat tingkah lucu anak anak itu.


Angga memperhatikannya dari kejauhan sembari ke luar taman. Ia mencari penjual bunga, kemudian ia membeli setangkai mawar merah. Setelah itu ia kembali ketaman dan membeli balon warna warni.


Dipanggilnya dua orang anak laki laki yang sedang bermain kemudian ia minta tolong agar mereka memberikan bunga dan balon balon itu kepada Zia. Dengan imbalan setelah mereka melakukan tugasnya, Angga akan membelikan mereka es cream masing masing 2 cup. Dengan senang hati anak anak itu menjalankan apa yang diminta Angga. Perlahan anak anak itu mendekati Zia.


"Tante cantiiiik, Tante bisa tolong kami?"


"Iya, apa yang bisa tante tolong dek", sambil tersenyum Zia menjawabnya.


"Tante tolong pegangkan bunga dan balon-balon ini dong, jika Tante nanti beruntung itu bisa jadi milik Tante lho."


"Oh ya gimana caranya dek?"


"Sekarang Tante harus cium kami sambil berlutut dengan mata terpejam tanpa melepas bunga dan balon balon yang ada ditangan tante."


"Kok harus berlutut ?"


"Memang Itu syaratnya lho Tante."


"Baiklah, tante terima tantangan kalian."


Zia memang sayang dengan anak anak, makanya dia mudah luluh dengan apapun permintaan anak anak.


Saat Zia hendak mencium mereka, tiba-tiba balon yang ada ditangannya semua pecah. Kedua anak tadi sengaja menusuk balon-balon itu hingga pecah, merekapun tertawa gembira melihat balon balon yang pecah, Zia pun membuka matanya dan ikutan tertawa.


"Ini hadiah untuk Tante cantik karena hari ini sudah tersenyum. Bunga ini sangat indah kan tante, tapi tante lebih cantik dari bunga ini jika tersenyum. Dengan wajah lucu mereka spontan mencium Zia."


"Emmmuuuah, emmmuuuah, kami Sayang tante."

__ADS_1


"Kalian lucu sekali adik-adik, tante jadi gemes lihat kalian. Terima kasih adik adik, kalau boleh tau siapa yang menyuruh kalian memberikan ini kepada tante ?"


Mereka tidak menjawab, kemudian mereka berlari pergi sambil berkata, "Da Tante, semoga tante selalu bahagia ya."


Kemudian muncul lagi dua orang anak membawa dua mangkuk es cream coklat dan menyerahkannya kepada Zia.


"Tante Cantiiik, terimalah es cream ini. Es Cream ini akan membuat tante semakin manis. Bahagia selalu ya tante", kemudian mereka juga berlari meninggalkan Zia.


Rasa terkejut Zia belum lagi hilang, tiba-tiba ia mendengar suara petikan gitar, seorang pengamen memainkan gitarnya dan Angga menyanyikan sebuah lagu dari Admesh kamaleng. Sambil bernyanyi Angga menyuapkan es cream ke mulut kekasihnya.


..." Cinta Luar Biasa "...


Waktu pertama kali


Kulihat dirimu hadir


Rasa hati ini inginkan dirimu


Hati tenang mendengar


Suara indah menyapa


Geloranya hati ini tak ku sangka


Rasa ini tak tertahan


Hati ini selalu untukmu


Terimalah lagu ini


Dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Tulus padamu


Hari hari berganti


Kini cintapun hadir


Melihatmu, memandangmu bagai bidadari


Lentik indah matamu


Manis senyum bibirmu


Hitam panjang rambutmu anggun terikat


Rasa ini tak tertahan


Hati ini selalu untukmu


Terimalah lagu ini

__ADS_1


Dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Tulus padamu


Oh-ho-hm


Terimalah lagu ini


Hm-mm


Dari orang biasa


Terimalah lagu ini


Dari orang biasa


Tapi cintaku luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Terimalah cintaku yang luar biasa


hm-mm


Tulus padamu


Setelah selesai bernyanyi Angga berlutut di depan Zia dan menyematkan sebuah cincin kecil bermata biru dijari manisnya kemudian mencium jemarinya sembari berucap,


"Tersenyumlah Sayang, membahagiakanmu adalah salah satu tujuan hidupku, ini semua adalah hadiah untuk senyumanmu hari ini."


"Jadi semua ini kamu yang lakukan yang?,


terimakasih sayang, terimakasih atas semuanya,


aku akan selalu tersenyum untukmu."


Keromantisan yang dilakukan Angga membuat Zia terharu dan sangat bahagia, kini senyum manis mengembang diwajahnya menutup semua kesedihannya.


Kemudian Angga mengajak Zia kearah kolam dan naik sepeda air, sebelum naik sebelumnya mereka telah membeli makanan ikan dari pedagang keliling. Mereka mengayuh sambil memberi makan ikan-ikan yang bermunculan disekitar mereka. Melihat tingkah ikan-ikan yg kelaparan membuat Zia tertawa.


Mereka bermain sampai puas hingga terdengar seruan Adzan Ashar berkumandang, kemudian keduanya bergegas meninggalkan permainan untuk menjalankan ibadah sholat di tempat ibadah yang ada di taman itu.


Angga dan Zia menjadikan sholat bukan sebagai beban melainkan sholat untuk meringankan beban hati mereka karena sholat merupakan jembatan untuk manusia berhubungan langsung dengan Rob nya.


Dari Jabir bin Abdullah RA dia Berkata,


...Rasulullah bersabda "Kunci Surga adalah Sholat dan kunci sholat adalah wudhu".(HR. Tirmidzi)...


Selesai menjalankan ibadah, keduanya bergegas menuju area parkir lalu kembali kerumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2