
Gara sudah puas bermain di taman tersebut, lalu Arya mengajak mereka ke Mall yang letaknya tidak terlalu jauh dari taman bermain. Di sana Gara meminta bermain mandi bola, Arya pun membelikan tiket bermain untuknya.
Setelah Gara masuk dan asyik bermain dengan banyaknya bola di sana, Arya pun duduk di dekat Zia, inilah saatnya dia harus mengajak Zia bicara tentang kelanjutan hubungan mereka.
Arya memesan dua gelas jus dan satu gelas milkshake coklat untuk Gara dan sepiring cemilan.
"Silahkan diminum Zia," ucap Arya.
"Terimakasih Tuan."
"Kok Tuan sih? terserah kamu panggil saya apa asal jangan Tuan," pinta Arya.
"Iya."
Zia masih bingung harus memanggil Arya apa, lalu Arya bertanya, "Kamu sudah memberikan jawaban melalui perhiasan itu, sekarang saya ingin mendengar langsung dari mulut kamu, apakah kamu benar bersedia untuk menikah dengan saya, tanpa paksaan dari siapapun?" tanya Arya.
Suasana tetap hening, hanya suara anak-anak bermain yang terdengar di sana, sekali lagi Arya mengulangi pertanyaannya, "Bagaimana Zia? Apakah kamu bersedia menikah dengan Saya?"
Zia memberanikan dirinya memandang mata Arya, lalu diapun menjawab, "Iya Kak, aku bersedia."
Setelah mengatakan itu, Zia pun kembali menunduk dan Arya yang mendengar jawaban dari Zia pun spontan berucap, "Alhamdulillah, terimakasih Zia, Inshaallah aku akan berusaha menjadi suami dan Papa yang baik bagi Gara."
Kemudian Arya berkata lagi, "Inshaallah, setelah pernikahan Rania dan Frans selesai, kita akan melangsungkan pernikahan. Kamu maunya bagaimana, apa kita akan mengadakan resepsi juga seperti mereka?"
"Tidak usah Kak, cukup ijab qobul dengan dihadiri anggota keluarga saja sebagai saksi."
"Semua terserah kamu, aku ikut saja."
Mereka telah sepakat pernikahan akan di adakan setelah Rania dan Frans menikah, kini tinggal memberitahukan kepada pihak keluarga saja. Rencananya setelah keluarga jauh datang untuk menghadiri pesta pernikahan Rania dan Frans, di situlah Arya akan mengumumkan tentang acara pernikahannya.
Gara yang sudah bosan bermain mandi bola pun minta keluar, dia yang haus langsung mengambil segelas milkshake yang ada di meja.
Arya yang melihat Gara datang kemudian bertanya, "Sudah selesai mainnya Gara?"
__ADS_1
Gara pun mengangguk sembari menghabiskan milkshakenya.
"Kalau begitu, ayo sekarang kita beli baju baru untuk Gara. Mami Nia dan Papi Frans akan menikah jadi Gara harus tampil oke buat menyenangkan hati mereka. Gara mau kan?"
"Iya Papa"
Gara segera memegang tangan Arya dan juga Zia, lalu dia dengan senangnya berjalan menuju toko pakaian khusus anak.
Arya meminta pelayan toko agar memberikan pakaian terbaik yang mereka jual untuk ukuran sebesar tubuh Gara. Dalam beberapa menit saja pelayan datang membawa beberapa pakaian beda mode yang semuanya seukuran tubuh Gara, hanya tinggal pilih warna.
"Bagaimana Gara, kamu menyukai Semuanya?"
"Iya Pa, Gara suka."
"Kami ambil semua ya Mbak," ucap Arya kepada pramuniaga.
Merekapun lanjut menuju butik untuk membeli baju Zia dan juga Arya. Arya meminta pramuniaga agar memilihkan baju couple terbaik untuknya dan Zia yang akan mereka pakai saat acara pernikahan Rania dan Frans.
Zia hanya memilih gaun sederhana, tapi bagi Arya itu gaun yang indah dan cocok untuk di kenakan oleh Zia. Dan tak lupa Arya meminta pramuniaga agar mencarikan sepatu serta sendal yang cocok untuk mereka bertiga.
Pramuniaga pun memasukkan pesanan Arya ke dalam paper bag setelah Arya menyerahkan kartu black card-nya untuk membayar semuanya, lalu Arya meminta tolong kepada pramuniaga laki-laki agar membawakan barang yang di belinya sampai ke mobil.
Arya pun memasukkan semua barang ke dalam bagasi dan menyerahkan dua lembar uang ratusan sebagai tips untuk pramuniaga yang telah membantunya.
Kemudian Arya melajukan mobilnya meninggalkan Mall lalu dia membelokkan mobilnya ke sebuah cafe, mereka akan makan dulu sebelum pulang. Arya meminta pramusaji untuk membawa mereka ke tempat VIP karena dia ingin mereka makan dengan tenang.
Pramusaji menyodorkan catalog menu, "Silahkan Tuan dan Nyonya, ini adalah menu andalan di cafe ini."
Arya pun mengangguk lalu dia meminta Zia untuk memilih makanan serta minuman yang dia mau dan memesankan soup daging untuk Gara. Arya menyamakan pesanan sesuai selera Zia karena diapun menyukai makanan pilihan Zia.
Setelah hidangan datang mereka menikmati makanan tersebut dengan hening hingga selesai. Lalu Arya bertanya kepada Zia, "Oh ya Zia, setelah kita menikah, mungkin saya akan balik ke Medan untuk beberapa hari karena ada urusan kantor yang harus diselesaikan, apakah kamu mau ikut? Aku sih inginnya kalian ikut jadi kita bisa sekalian jalan-jalan ke Danau Toba dan juga ke Berastagi."
"Terserah Kakak saja, jika menurut Kakak yang terbaik kami ikut, saya akan ikut."
__ADS_1
"Baiklah, aku akan pesan tiketnya dari sekarang. Aku ingin mengajak kalian kesana sekalian kita jalan-jalan."
Mereka bertiga memutuskan untuk pulang karena Gara sudah tertidur, dia kelelahan bermain. Arya menggendong Gara dan meletakkan di bangku tengah agar dia leluasa tidur. Zia pun duduk di depan tapi selalu mengecek ke belakang takut apabila Gara terbangun.
Mereka tiba di rumah, lalu Arya menggendong Gara dan mengantarnya ke kamar Zia. Dia terkejut saat melihat foto pernikahan Zia dan Angga masih terpasang di sana.
Namun Arya berusaha menekan perasaannya, ada terselip rasa cemburu di hatinya, tapi dia tidak mau memaksa, biarlah Zia sendiri nanti yang akan menyadari hal itu.
Memang sulit melupakan orang yang kita cintai, apalagi Angga adalah cinta pertama di hidup Zia begitu juga Arya pernah merasakan sakit yang sama saat dia kehilangan sang istri yaitu Mamanya Rania.
Arya permisi pulang, dia bilang akan menurunkan barang-barang belanjaan dan meletakkannya di ruang tengah saja agar tidak mengganggu tidurnya Gara. Dan Arya mengatakan agar Zia beristirahat saja, menemani Gara, tidak usah mengantarnya kedepan.
Namun sebelum pulang, dia ingin bertemu Ibu untuk membicarakan rencana pernikahan mereka. Arya mencari ibu di kedai, ternyata Ibu sedang melayani pembeli.
Ibu yang melihat Arya datang kemudian berkata, "Oh...Tuan Arya sudah pulang?"
"Iya Bu. Panggil saya Arya saja ya Bu."
"Zia mana Nak?"
"Gara tidur Bu, jadi Saya bilang tidak usah mengantar ke depan, biar Zia temani Gara saja."
"Oh, Gara kelelahan bermain."
"Iya Bu, dia sangat senang dan bebas berlarian di taman. Begini Bu, tadi Saya sudah berembuk dengan Zia dan rencananya setelah acara pernikahan Rania selesai, Inshaallah kami akan melangsungkan akad nikah. Zia ingin acara sederhana saja."
"Alhamdulillah, akhirnya dia mau memikirkan masa depannya. Terimakasih Nak, Ibu mohon bahagiakanlah Zia dan Gara."
"Inshaallah Bu, saya akan membahagiakan mereka."
BERSAMBUNG......
🌻 Terimakasih atas kunjungannya.🙏
__ADS_1