Persahabatan Telah Mengubah Takdir

Persahabatan Telah Mengubah Takdir
Episode 73. Kebahagiaan perlahan kembali


__ADS_3

"Ayo sayang cepat bangun! Katanya mau ke rumah Eyang," ucap Zia sambil mencium Gara.


Gara menggeliat sambil mengucek matanya, dia mengulurkan kedua tangannya agar Zia menggendong Gara. Zia pun menggendong Gara membawanya ke kamar mandi, sementara Angga sudah mempersiapkan mobil.


Setelah memandikan Gara, Zia pun memakaikan pakaiannya dan dia juga berdandan. Mereka lalu berpamitan kepada Ibu dan Rania. Zia mengajak Rania tapi dia tidak bisa ikut, Nia ingin memberikan kesempatan kepada sahabatnya untuk menikmati harinya bersama Angga dan Gara.


Angga pun melajukan mobil sesuai maps dan petunjuk Zia, karena dia tidak mengingat jalan menuju rumah orang tuanya. Mereka tiba di sana langsung di sambut oleh Papa, Mama dan juga Aira.


"Assalamualaikum," ucap Angga dan juga Zia.


Semua menjawab salam dengan serempak. Gara langsung di gendong oleh Aira. Keangkuhan Mama dan Aira dulu sudah sirna seiring berjalannya waktu, kini mereka menyayangi Zia layaknya putri sendiri apalagi setelah ada Gara.


Gara asyik bermain dengan Aira sementara Angga dan Zia ngobrol dengan Mama dan Papa. Zia ngobrol masalah wanita dan teman sosialita Sang Mama yang sekarang hampir semua menjadi langganan di usaha loundry Zia.


Sementara Pak Wiguna asyik berbicara bisnis dengan Angga dan masalah kerjasama dengan perusahaan Mike yang di bawah kendali Angga.


Mike sudah bicara ke Angga bahwa perusahaan mereka akan di gabungkan dengan di pimpin oleh Angga. Angga ternyata hari ini juga mengundang Mike untuk datang ke rumah Pak Wiguna. Tak lama menunggu akhirnya Mike pun tiba di sana dengan naik taksi.


Pak Wiguna mempersilakan Mike masuk, lalu mereka melanjutkan obrolan tentang perusahaan.


Zia dan Mama membuat minuman dan menyajikan Snack untuk para suami, lalu mereka kembali mengobrol di ruang tengah.


"Saya bangga dengan putra Anda Tuan Wiguna, selama perusahaan di Australia di kendalikan oleh Angga kemajuannya begitu pesat."


"Putra kita Tuan Mike, berkat bantuan Anda, saya masih memiliki seorang putra. Apa jadinya jika anda saat itu tidak menolong Angga," ucap Pak Wiguna.


"Iya Dad, aku putra Dady juga. Dady yang hebat sudah mengajari aku bagaimana mengurus perusahaan dengan baik," Angga pun menimpali omongan sang Papa.


"Lusa adalah pernikahan Frans, berarti dua hari setelah pernikahannya baru kita mulai pengerjaan proyeknya ya Nak?" tanya Pak Wiguna.


"Iya Pa."


"Minggu depan Dady akan kembali ke Australia, ada yang harus Dady urus di sana sekalian akan mengajak Mami kamu kesini untuk bertemu Sonya sebelum dia berangkat bulan madu."


"Iya Dad, ajak Mami kesini, pasti beliau akan suka melihat Indonesia dan Angga juga ingin memperkenalkan Zia dan Gara."


"Mami kamu pasti senang sekali bisa bertemu keluarga di sini."

__ADS_1


"Pa, Tuan Mike dan kamu Angga, Ayo makan dulu, jangan ngobrol bisnis terus. Itu Bibi sudah menyajikan makanan, nanti dingin jadi kurang enak."


"Iya Ma. Ayo Pa, Dady kita makan dulu," ajak Angga.


Semua segera menuju ke ruang makan, di sana telah terhidang berbagai menu. Karena tahu Angga dan Zia akan datang Mama telah meminta Bibi untuk menyiapkan makanan kesukaan putra dan menantunya itu.


"Nia, tolong bawa Gara kesini ya, biar kamu bisa makan. Kakak akan makan sembari menyuapinya," ucap Zia.


"Memangnya Gara suka pedas Kak?"


"Mau juga sih, sedikit-sedikit."


Mereka pun mulai makan, Mike senang dengan masakan Bibi, selama di Indonesia Mike suka mencicipi aneka masakan Indonesia, jadi dia sudah terbiasa dengan rasa lidah pribumi.


Selesai makan mereka kembali berkumpul di ruang tamu melanjutkan obrolan, lalu Mike permisi ingin balik ke hotel. Angga yang memang ingin mengajak Gara jalan-jalan juga pamit, dia bermaksud mengantar Mike terlebih dulu barulah pergi ke taman hiburan.


Angga mengajak Mike untuk ikut jalan-jalan, tapi sayang Mike tidak bisa karena masih ada pekerjaan yang harus dia selesaikan.


Setelah mengantar Mike ke hotel tempat dia menginap, barulah Angga membawa anak dan istrinya ke taman bermain.


Gara sangat senang bermain di sana, dia menceritakan bahwa dia pernah bermain di sini dengan Papa Arya. Angga tahu putranya masih kecil, dia berkata begitu tentunya bukan untuk membandingkan.


Mereka semakin akrab walaupun Angga belum benar pulih ingatannya, Zia sangat bersyukur kebahagiaan rumah tangganya perlahan mulai kembali.


"Om... Gara boleh minta tolong?" tanya Gara kepada pengunjung yang berdiri di dekat mereka bermain.


"Iya Dek, apa yang bisa aku bantu?"


"Fotoin kami dong Om, Gara ingin foto bersama Mama dan Papa."


Zia menepuk keningnya, dia tidak menyangka jika Gara berani meminta tolong kepada pengunjung lain. Tapi pengunjung tersebut tidak merasa keberatan dengan permintaan Gara.


Akhirnya dengan berpose aneka gaya ketiganya pun memiliki foto kenangan bersama. Setelah itu Gara meminta Mama dan Papanya untuk foto berdua.


Setelah selesai Gara pun mengucapkan terimakasih, "Om... terimakasih ya sudah fotoin Gara bersama Mama Papa."


"Sama-sama dek, kamu pintar sekali, om senang berkenalan dengan anak pintar seperti kamu."

__ADS_1


Angga dan Zia pun mengucapkan terimakasih kepada pengunjung tersebut, mereka menggelengkan kepala melihat kebijakan putranya.


Setelah puas bermain, Angga mengajak Gara membeli es cream, mereka pun menikmati es cream sambil duduk di pinggiran kolam ikan.


"Sudah puas bermain kan Nak?" tanya Zia.


Gara pun mengangguk lalu menggandeng tangan Papa Mamanya meninggalkan tempat itu. Angga segera menjalankan kembali mobilnya sesuai petunjuk Zia, mereka sekarang akan pergi ke Mall berbelanja kebutuhan bulanan sekaligus mengajak Gara bermain time zone.


"Pa...Ayo kesini," ajak Gara sambil menarik tangan Papanya.


Ternyata Gara mengajak Angga untuk melihat alat musik drum yang di jual berdekatan dengan toko buku.


Gara mencoba memainkan alat tersebut di bantu oleh pramuniaga. Angga yang melihat putranya suka memainkan drum segera meminta pramuniaga untuk membawakan seperangkat drum ke kasir. Gara sangat senang melihat Sang Papa membelikan drum untuknya, jadi dia mengurungkan niatnya untuk bermain time zone.


Setelah menitipkan barang itu di kasir mereka kemudian pergi berbelanja barang kebutuhan bulanan, Angga membantu Zia dengan mendorong troli, sementara Gara berlarian mengambil snack yang dia inginkan.


Troli pun penuh, lalu mereka menuju kasir untuk membayar, setelah itu Angga mendorong troli ke arah parkiran dan menaikkan semua barang ke dalam bagasi dan juga di jok belakang.


Mereka kembali ke rumah setelah singgah ke masjid melaksanakan sholat Dzuhur. Gara yang kelelahan bermain, akhirnya tertidur di mobil, dalam pangkuan Zia.


🌻 Terimakasih atas dukungannya ya guys.


See you ♥️♥️♥️


PENGUMUMAN :




Selamat malam kepada seluruh reader kesayangan " PERSAHABATAN TELAH MENGUBAH TAKDIR "


hari ini telah publish karya terbaru ku, dengan judul " TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA "



MOHON DUKUNGANNYA JUGA DI SANA YA.... TERIMAKASIH 🙏♥️

__ADS_1



![](contribute/fiction/3231258/markdown/24522111/1647100072712.jpg)


__ADS_2