
Rania sudah selesai di hias oleh MUA, kini mereka siap berangkat ke gedung yang sudah dipesan sebelumnya oleh Tuan Arya dan Frans.
Rombongan pengantin wanita sudah berangkat, sementara Frans diiringi oleh keluarganya yang baru saja tiba dari Palembang.
Kini kedua mempelai tiba bersamaan di gedung yang sudah dipersiapkan untuk acara akad nikah sekaligus resepsi.
Rania dengan paras wajah Indo keturunan Jerman, sangat terlihat cantik sebanding dengan Frans yang tampan.
Penghulu perkawinan pun telah tiba disana siap untuk memulai acara. Kali ini wali pernikahan Rania adalah Tuan Arya, Papanya sendiri.
Frans dan Tuan Arya sudah saling berjabat tangan untuk mengucap ijab qobul. Dengan satu kali tarikan napas akhirnya lafaz ijab dan qobul pun selesai. Para saksi dan semua yang hadir di sana mengucapkan bahwa pernikahan tersebut telah sah.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan janji pernikahan oleh Frans baru diakhiri dengan doa yang dibawakan oleh Pak Penghulu perkawinan.
Setelah acara ijab qobul selesai barulah acara resepsi di gelar. Tepat jam sepuluh para tamu sudah banyak yang hadir, terutama dari luar kota dan juga para kolega Tuan Arya dan teman-teman Frans.
Acara sangat meriah, para tamu mengucapkan selamat kepada kedua mempelai, sekaligus kepada pasangan Tuan Arya dan Sonya.
Para kolega perusahaan yang melihat Angga telah kembali dengan selamat merasa senang. Kini mereka lebih yakin apalagi setelah penggabungan perusahaan antara perusahaan Wiguna dengan perusahaan Mike.
Acara pun selesai, Frans membawa Rania pulang ke rumahnya. Rencananya mereka besok langsung berangkat berbulan madu selama satu minggu ke pulau Bali.
Sementara Arya dan Sonya pada hari yang sama terbang ke Medan. Mereka akan berbulan madu di Medan sekaligus Tuan Arya menyelesaikan urusan pekerjaannya di kantor Medan.
Angga yang sudah berjanji dengan Zia dan Gara, apabila telah sembuh akan mengajak mereka jalan-jalan pun sudah memesan tiket. Mereka berencana terbang ke Medan setelah Frans kembali dari bulan madunya.
Tuan Wiguna dan istri merasa senang dan tenang, di hari tuanya, mereka masih sempat menyaksikan kebahagiaan putranya, kini tinggal menunggu Aira dilamar oleh sang kekasih.
Ibu juga merasa bahagia, begitu berat cobaan hidup yang telah menimpa Zia sejak dia kecil, remaja hingga berumah tangga. Kini Zia sudah mendapatkan kembali kebahagiaannya yang telah hilang.
"Gara tunggu!" ucap Angga yang berlari mengejar Gara di lapangan dekat rumah mereka. Setiap sore pulang dari kantor Angga menyempatkan dirinya untuk bermain bola bersama sang putra.
__ADS_1
Dia ingin menghabiskan waktu senggangnya hanya untuk anak dan istrinya saja. Pada malam hari Angga akan mengajak mereka jalan-jalan menikmati suasana kota Jakarta.
Sesekali dia juga membawa ibu dan adik untuk ikut. Adik lebih senang pokus belajar karena sebentar lagi ujian kelulusan, sementara ibu memilih menemani adik di rumah.
Mike pun sudah kembali ke Australia saat Angga berangkat jalan-jalan ke Medan. Angga memenuhi janjinya dulu saat mereka belum menikah.
Angga membawa Zia dan Gara ke pantai, ke puncak gundaling dan juga ke danau Toba.
Zia yang tidak pernah sekalipun mengunjungi tempat itu merasa sangat senang, angan-angan dulu yang ingin melihat pantai, gunung dan danau sudah tercapai.
Mereka pun kembali ke Jakarta setelah puas seminggu berkeliling kota Medan dan mengunjungi Sonya di rumah kediaman Arya.
Kini semua telah kembali menjalankan aktivitasnya masing-masing. Angga pokus mengurus perusahaan bersama Frans, sementara Zia pokus mengurus loundry dan pusat bimbingan belajarnya.
Perusahaan pemberian Arya, untuk Rania dan juga Gara, sementara ini masih di bawah kendali Arya sampai akhir tahun. Rencananya di awal tahun depan, semua akan di serahkan Arya kepada Rania dan juga Zia sebagai wakil Gara.
Hari demi hari, bulan demi bulan berlalu, Sonya dan Rania kini tengah hamil anak pertama mereka, sedangkan Zia masih ingin pokus mengurus Gara.
Pagi ini Zia merasa sangat pusing, dia muntah terus menerus sejak bangun tidur, Angga pun merasa hawatir, dia teringat saat Zia tengah hamil Gara.
Setelah menitipkan Zia kepada Ibu, Angga menghidupkan sepeda motor lalu melajukannya motornya ke arah apotik, dia meminta kepada pemilik apotik agar memberinya 3 buah alat tes kehamilan.
Setelah membayar apa yang dibelinya, Angga pun kembali ke rumah, dia sudah tidak sabar ingin melihat hasil tes tersebut.
Ketika tiba di rumah Angga langsung berjalan ke kamar, ibu yang melihat menantunya telah tiba segera meninggalkan kamar mereka. Sementara Gara masih mendampingi Zia, dia memijat kaki Mamanya dengan sangat telaten.
Angga pun senang melihat sang putra begitu perhatian, lalu Angga berkata, "Terimakasih Nak, sudah menjaga Mama, Angga sekarang pergilah minum susu, Nenek sudah membuatkan susu untuk Gara di dapur."
"Iya Papa, Gara titip Mama ya Pa," ucap Gara hingga membuat Angga gemas.
"Cium dulu dong Mama sama Papa," pinta Zia.
__ADS_1
Gara segera mencium Mama dan Papanya, lalu dia menuju ke dapur untuk meminum susu yang telah neneknya siapkan setelah itu Gara pergi bermain bersama Omnya yang kebetulan sedang libur sekolah.
Angga yang sudah tidak sabar segera mengajak Zia ke kamar mandi, lalu dia meminta Zia menampung urine di tempat yang sudah Angga siapkan.
Zia kemudian mencelupkan alat tes kehamilan yang telah Angga beli sekaligus ketiganya. Mereka menunggu sejenak berharap jika hasilnya positif.
Angga yang sangat berharap istrinya hamil, mengangkat ketiga alat tes tersebut dan ternyata disana terlihat dua buah garis. Diapun memeluk Zia , menciumnya dan mengucapkan terimakasih karena telah bersedia mengandung buah hati mereka lagi.
Zia kembali muntah, Angga dengan telaten membersihkannya, lalu menggendong Zia kembali ke tempat tidur. Hari ini lengkap sudah kebahagian mereka, Allah telah memberikan Angga dan Zia kembali hadiah terindah.
Angga pun menelephone Papa dan Mamanya, memberitahukan kabar bahagia itu setelah memberitahu Ibu. Tuan Wiguna, Mama dan Aira segera berangkat ke rumah Angga dengan membawa aneka buah, dari yang berasa manis hingga yang asam.
Mama berharap menantunya senang dengan buah yang mereka bawa. Frans dan Rania juga hadir disana memberi selamat, tahun depan mereka akan kedatangan 3 buah hati sekaligus.
Mereka pun berencana membuat syukuran bersama dan memberikan sumbangan ke panti asuhan. Angga meminta Frans untuk mengatur semuanya.
Acara selamatan pun di buat dengan mengundang tetangga sekitar dan juga anak yatim, mereka ingin berbagi kebahagiaan, makan bersama orang-orang terkasih dan berharap mendapatkan doa selamat untuk kelahiran anak-anak mereka kelak.
Persahabatan telah mengubah semua, kini antara Angga, Zia, Rania dan Frans bukan hanya sebagai sahabat melainkan sudah menjadi satu bagian keluarga yang akan saling mendukung dalam suka dan duka.
🌻TAMAT🌻
Terimakasih atas seluruh dukungan para reader yang telah setia hingga karya perdanaku ini selesai dan juga telah mendukung dua karyaku yang lain.
Mohon dukungannya kembali ya guys...dalam karya terbaruku " TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA " TERIMAKASIH 🙏♥️
SEE YOU♥️♥️♥️
Karya tamatku,
__ADS_1