Persahabatan Telah Mengubah Takdir

Persahabatan Telah Mengubah Takdir
Episode 69. Takdir menunjukkan jodoh mereka


__ADS_3

Zia yang melihat kedatangan Arya segera melepaskan pelukannya terhadap Angga, dia mengelap air mata dan berusaha untuk tenang agar bisa berbicara dengan Arya.


Setelah dirasanya tenang, Zia pun berkata, "Maafkan aku Kak!" ucap Zia sambil mengatupkan kedua tangannya.


Hanya kalimat itu yang sanggup Zia ucapkan, kepulangan Angga otomatis membuat rencana akad nikah Zia dan Arya besok pagi batal. Bagaimanapun Zia tidak mungkin menikah lagi sementara dirinya masih terikat pernikahan dengan Angga.


Arya pun paham hal itu, dia harus rela membatalkan acara pernikahannya. Perasaan sayangnya terhadap Zia yang mulai tumbuh di dalam hati kini harus dia kubur dalam-dalam.


Ibu pun merasa tidak enak dengan Arya, kebaikan Arya sangat banyak untuk keluarganya tapi kini mereka akan mempermalukan Arya dengan batalnya pernikahan sementara tamu keluarga dan para tetangga besok pagi pasti berdatangan untuk menyaksikan akad nikah.


"Maaf Nak Arya, maafkan Ibu dan Zia, kita tidak mungkin meneruskan rencana pernikahan kalian," ucap Ibu sambil mengatupkan tangannya.


"Ibu, Zia dan kita semua tidak ada yang salah, takdir telah menunjukkan jalannya. Angga dan Zia masih berjodoh hingga hari ini Allah mempertemukan mereka kembali. Arya ikhlas Bu dengan takdir ini," ucap Arya yang berusaha tegar, dia tidak ingin orang tahu ada perasaan sedih di hatinya.


Yang hadir di sana pun merasa iba dengan nasib Arya, apalagi Rania. Dia langsung mendekati sang Papa dan memeluknya sambil menangis.


"Maafkan Nia Pa, jika Nia tidak memaksa mungkin hal ini tidak akan terjadi."


"Nggak apa-apa lho Sayang, kamu tidak salah. Papa tahu, kamu ingin melihat Papa bahagia. Zia bukan jodoh Papa Nak, Inshaallah suatu saat nanti kamu akan mendapatkan seorang Mama yang baik seperti Zia."


Rania semakin terisak, dia hanya bisa mengaminkan perkataan sang Papa.


Pak Wiguna juga iba melihat Tuan Arya, besok Arya pasti akan malu karena akad nikahnya batal.


"Tuan Arya maafkan saya, kepulangan putra Saya akan mempermalukan anda besok. Malam ini tidak mungkin kita memberitahu para tamu dan tetangga yang di undang, mereka pasti sudah pada tidur," ucap Pak Wiguna di ikuti anggukan Mike dan Frans.


"Benar yang dikatakan Pak Wiguna, lagipula catering juga telah di pesan. Pak penghulu, MUA dan fotografer bisa aku batalkan besok pagi," timpal Frans.


Semua terdiam, masalah catering tidak jadi persoalan bagi Arya, bisa dia sumbangkan ke panti asuhan, yang jadi masalah adalah bagaimana memberitahu para tamu agar tidak usah hadir.

__ADS_1


Mike yang ikut memikirkan masalah inipun menarik Sonya putrinya agar mendekat, lalu dia berbisik, "Apakah kamu mau membantu mereka Nak? Bagaimanapun, sekarang mereka adalah keluarga kita. Malu mereka juga malu kita," ucap Mike.


"Bagaimana caranya Dad?"


"Jadilah pengantin pengganti," ucap Mike lagi.


Sejenak Sonya terdiam untuk berpikir, lalu dia berkata, "Para Tuan semua, jika Tuan Arya dan putrinya tidak keberatan, saya bersedia menggantikan posisi Nona Zia. Saya sebagai adik dari Kak Angga tidak ingin melihat orang-orang terkasihnya menanggung malu. Saya bersedia menjadi pengantin pengganti."


Sejenak Sonya terdiam, lalu dia melanjutkan ucapannya, "Jika Tuan Arya dan keluarga keberatan, setelah tamu pulang, Tuan boleh menceraikan Saya."


Semuanya merasa tidak percaya dengan keputusan Sonya kecuali Mike. Mike tahu, putrinya sejak lama selalu bilang ingin bersuamikan orang Indonesia yang baik seperti Angga. Mike yakin, Arya pasti orang baik setelah dia mendengar keikhlasannya tadi melepaskan Zia.


"Sonya! kenapa kamu berpikir seperti itu? Kenapa kamu mengorbankan dirimu demi kami?" tanya Angga.


"Kakak jangan khawatir, Sonya tidak mengorbankan diri kok. Kakak kan tahu, Sonya sejak lama mendambakan suami orang Indonesia yang baik seperti Kakak. Sonya yakin Tuan Arya orang baik, jika tidak mana mungkin Nona Zia menerima beliau sebagai calon suami."


"Sekarang semua terpulang kepada Tuan Arya, saya pribadi mendukung keputusan Sonya. Keluarga Angga adalah keluarga Saya jadi kami ikut bertanggungjawab atas masalahnya."


Rania tahu arti tatapan sang Papa, kemudian dia mengangguk. Dia telah memperhatikan Sonya sejak tadi. Menurutnya, Sonya gadis yang cantik dan pasti baik karena rela mengorbankan dirinya demi menutup aib orang yang sudah di anggap keluarga.


Akhirnya Arya pun menjawab, "Terimakasih atas kesediaan Nona Sonya menjadi pengantin pengganti, Saya dan Rania setuju dengan solusi ini. Inshaallah Saya akan berusaha menjadi suami yang baik bagi Nona. Saya tidak ingin ada perceraian dalam kehidupan Saya, karena itu adalah perbuatan yang sangat di benci oleh Allah," ucap Arya dengan tegas.


"Alhamdulillah..."


Itulah sebuah kata yang diucapkan oleh semua orang yang hadir di sana. Mereka senang, akhirnya mendapatkan solusi terbaik.


Zia dan Rania segera bergegas ke dapur untuk menyiapkan minuman dan menyajikan cemilan.


Wajah Zia terlihat merona, karena kebahagiaannya telah kembali.

__ADS_1


Rania pun sembari menyeduh teh terus menggoda Zia, walaupun Zia tidak jadi menikah dengan Sang Papa, tapi dia tetap menyanyangi sahabatnya itu yang sudah dia anggap seperti keluarganya sendiri.


Kini hidangan ringan sudah tersedia, ibu dan Zia mempersilakan semua untuk menikmatinya.


Di sela menikmati tehnya, Pak Wiguna berkata, "Nak Zia, ada yang perlu kamu ketahui, Angga suami kamu sekarang sedang hilang ingatan, memang ada beberapa moment yang dia ingat tapi itupun masih samar. Kita tidak boleh terlalu memaksakan agar dia ingat semuanya karena bisa patal akibatnya. Jadi sekarang kita harus bersabar sambil berusaha mencari pengobatan yang terbaik untuknya."


"Iya Pa, Zia tahu. Inshaallah Zia akan sabar dan berusaha membantu Mas Angga agar bisa perlahan mengingat kita dan semua masa lalunya," ucap Zia sembari menggenggam kedua tangan Angga.


"Mengenai Mama dan Aira, besok saja kita akan memberikan kejutan kepada mereka. Besok Papa akan membawa mereka kesini sekalian menghadiri pernikahan Tuan Arya dan Nak Sonya."


"Iya Pa."


"Baiklah Nak, sekarang kami pamit dulu, hari sudah larut pasti Mama dan Aira khawatir menunggu Papa. Ayo Frans kita pulang, kamu juga harus istirahat, pernikahan mu juga sudah dekat Frans."


"Iya Pak," jawab Frans sembari bangkit dari duduknya.


"Kamu Nak tetap disini ya, bersama istri dan putramu. Nanti saat Gara terbangun dan melihat kamu pasti dia sangat senang. Sosok Papa yang selama ini di harapkannya telah kembali."


Angga pun mengangguk. Mike dan Sonya juga pamit kembali ke hotel, Frans akan mengantar mereka terlebih dahulu sebelum mengantar Pak Wiguna. Hotel tempat menginap Mike dan Sonya searah dengan rumah Pak Wiguna jadi lebih memudahkan Frans.


Mereka pun pamit kepada Ibu, Zia, Angga, Rania dan Tuan Arya. Rania pun berkata kepada Frans, "Frans, tolong hubungi MUA yang akan merias pengantin ya...agar besok pagi pekerjaannya di lakukan di hotel tempat Nona Sonya menginap."


"Siap Bos," ucap Frans hingga membuat yang lain tertawa.


"Sebentar ya Nona Sonya ada yang ingin saya berikan kepada Anda," ucap Zia sambil berlalu ke kamarnya.


BERSAMBUNG......


Apakah yang akan Zia berikan kepada Sonya? ikuti terus kelanjutannya ya guys.....

__ADS_1


Terimakasih atas dukungannya 🙏


See you 😉


__ADS_2