Persahabatan Telah Mengubah Takdir

Persahabatan Telah Mengubah Takdir
Episode 45. Gangguan di saat malam pertama


__ADS_3

Malam yang dinanti pun tiba, Angga sudah tidak sabar, dia mulai membuka kerudung sang istri, menggeraikan rambut Zia, baru malam ini Angga bisa melihat kecantikan mahkota wanita yang selama ini membuatnya jatuh hati.


Selama ini Zia menyembunyikan keindahan rambutnya di balik hijabnya, rambutnya yang hitam legam, panjang tergerai hampir ke mata kaki membuat Angga terpana. Seumur hidupnya baru kali ini dia melihat rambut gadis sepanjang itu.


Angga membelai lembut dan mencium puncak kepala Zia sembari berdoa agar Allah memberkati hubungan mereka dalam ikatan rumah tangga yang baru saja terjalin dan berharap Allah akan memberikan keturunan yang baik pula.


Kemudian Angga mencium kening dan bibir Zia yang mungil itu dengan sangat lembut hingga membuat Zia terlena dan membalas ciuman itu hingga berubah menjadi ciuman panas.


Angga menggendong Zia ala bridal style, merebahkannya dan membuka satu persatu pakaian yang menempel di tubuh sang istri, lalu mencampakkannya ke sembarang arah.


Dia menelusuri semua area yang membuatnya ketagihan dan meninggalkan stempel tanda kepemilikan disana. Suara ******* sang istri terdengar merdu di telinga Angga hingga membuatnya semakin bersemangat.


Suasana pun semakin panas, dinginnya AC tidak mampu meredam gelora panas asmara kedua pasangan pengantin baru itu.


Di saat Angga mulai berusaha melakukan penyatuan, terdengar jeritan dan rintihan dari sang istri hingga membuat Angga memperlambat ritme olahraga malamnya.


Angga merasa iba namun rasa yang sudah memuncak terasa sampai ke ubun-ubunnya tidak bisa tertahankan lagi, akhirnya mahkota keperawanan yang selama ini Zia jaga sudah dia persembahkan kepada orang terkasihnya, suami yang sangat dicintainya.


Ketika mereka baru saja selesai melakukan olahraga malam tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, Angga buru-buru mengumpulkan pakaian Zia yang berserakan dilantai, memasukkannya ke dalam selimut dan menutupi tubuh sang istri dengan selimut hingga sebatas lehernya.

__ADS_1


Ketukan pintu terus terdengar malah semakin kuat hingga membuat Angga buru-buru mengenakan pakaiannya, lalu membenahi rambut dan mengelap keringat di dahinya dengan asal, setelah itu barulah membuka pintu.


Terlihat Sang Mama dengan wajah cemberut muncul di balik pintu sembari marah, "Ngapain saja sih, masih sore 'kan? masih juga jam sembilan jadi nggak ada alasan untuk tidur. Mama butuh bantuan kalian terutama Zia, teman-teman Aira sudah datang untuk merayakan pernikahan kalian, sementara kita belum ada persiapan jadi Mama minta tolong khususnya kepada Zia untuk memasak makan malam buat mereka," ucap Mama Angga yang sepertinya sengaja ingin mengerjai menantunya.


Kali ini Angga tidak bisa membiarkan Mamanya bertindak semena-mena terhadap Zia. Apalagi saat ini Angga tahu Zia sangat lelah dan sedang merasakan sakit diarea sensitifnya akibat ulahnya barusan.


"Maaf Ma, kami tidak bisa membantu. Angga kasihan melihat Zia, dia lelah Ma, 'kan kemaren baru selesai acara di rumah Medan bahkan Zia sendiri yang menghandle keperluan acara, nah hari ini langsung kita ajak pindah kesini. Apa Mama tega ingin menyusahkan dia lagi," ucap Angga.


"Yang dirayakan teman-teman Aira kan, acara pernikahan kalian, toh wajar jika Mama meminta bantuannya. Kamu jangan manjain istrimu dong Ngga! baru saja menikah dia sudah membuatmu membantah Mama bagaimana nanti?" ucap Mama yang masih ngotot ingin Zia terjun ke dapur malam ini.


Zia yang mendengar perdebatan antara anak dan mama, sebenarnya sudah tidak sabar, dia malas ribut, kalau saja saat ini dia sudah mandi wajib mungkin Zia akan langsung ke dapur untuk memasak, tapi saat ini dirinya belum bersuci apalagi Zia sedang tidak memakai sehelai benangpun maka dia akan malu jika memunculkan diri di depan Mama mertuanya yang judes itu.


Mendengar nada memaksa dari perkataan sang Mama, akhirnya membuat Angga menyalahkan Aira, lalu Angga pun berkata, "Seharusnya Aira bisa menanyakan dulu kepada kita Ma! kapan teman-temannya bisa datang. Kita akan mencari waktu yang tepat, setelah rasa lelah kita hilang barulah membuat acara lagi, jangan tiba-tiba datang seperti ini, seperti tidak ada hari esok saja," gerutu Angga.


"Jadi kita harus bagaimana ini? kasihan Aira 'kan, jika kita tidak menjamu teman-temannya, bisa-bisa Aira akan jadi bahan gunjingan nantinya," ucap Mama lagi.


"Sekarang tolong Mama minta kepada Aira untuk membantu Bibi membuat minuman, sementara makanannya biar Angga minta tolong Frans agar memesankan di cafe terdekat dari rumah kita, jadi tidak membutuhkan waktu yang lama pihak cafe bisa langsung mengantarnya," ucap Angga yang sudah mendapatkan solusinya.


Mama pun pergi dengan kesal, kali ini rencananya gagal. Mama dan Aira sebenarnya bekerjasama agar malam pertama Angga dan Zia terus tertunda sampai mereka dan Bella bisa menemukan akal untuk memisahkan keduanya. Mereka tidak ingin Zia sampai mengandung keturunan Wiguna.

__ADS_1


Setelah berhasil membuat Mamanya pergi, Angga menarik napas dalam dan membuangnya dengan kasar, lalu dia berkata, "Untung saja kita sudah melakukannya, jika belum bisa-bisa tertunda lagi, bakal kasihan deh nasib junior ku," ucap Angga sembari menarik selimut ingin menggoda sang istri lagi.


Zia berusaha menghindar, dia menarik selimut dan berniat pergi ke kamar mandi tapi rasa sakit di area sensitif membuatnya meringis dan susah untuk berjalan.


Dia akhirnya kembali duduk di kasur. Angga tahu yang sedang di rasakan oleh Zia, lalu dia berkata, "Sini Yang coba aku periksa mana yang sakit dan biar aku obatin," ucap Angga sembari tersenyum.


Zia membulatkan matanya sembari mencebikkan bibir hingga membuat Angga semakin gemas, lalu dia bangkit dan menggendong Zia ke kamar mandi.


Mereka mandi bersama, namun bukan Angga namanya jika tidak berhasil menggoda istrinya lagi. Kembali terjadi penyatuan disana dan kali ini Angga berjanji akan melakukannya dengan perlahan dan dia mengatakan permainan kali ini tidak akan sesakit yang pertama.


Ternyata benar yang di katakan Angga, Zia kali ini ikut menikmati ritme permainan panas yang di lakukan oleh suaminya. Keduanya sama merasakan kenikmatan yang biasa dirasakan oleh pasangan yang sedang di mabuk cinta.


Selesai mandi Angga baru teringat jika dia berjanji akan menghubungi Frans untuk memesankan makanan buat tamu Aira. Angga menepuk jidatnya lalu berkata, "Haduuh...kenapa bisa lupa! bisa-bisa Mama bakal kesini lagi menggagalkan olahraga lanjutan kita," ucap Angga sambil memandang sang istri.


Zia tertawa, dia nggak bisa membayangkan jika sang Mama datang lagi dan memergoki mereka saat sedang melakukan olahraga malam.


Angga kemudian menghubungi Frans agar secepatnya datang membawa makanan ke rumah sesuai pesanan sang Mama, jika tidak secepatnya datang pastilah Frans juga bakal kena damprat sebagai pelampiasan kekesalan Mama.


Bersambung........

__ADS_1


🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys... vote, like dan coment. Terimakasih atas semua dukungannya, semoga kita tetap sehat dan bahagia selalu.


__ADS_2