Persahabatan Telah Mengubah Takdir

Persahabatan Telah Mengubah Takdir
Episode 50. Mendapat kabar buruk


__ADS_3

Angga terus berjalan meninggalkan Frans tanpa mengindahkan perkataan asistennya itu, saat dia melangkah kakinya tersandung lalu dia terjatuh dan tubuhnya masuk kedalam lubang seperti terowongan. Angga menjerit hingga membuat Frans kaget dan berlari ke arah suara jeritan bosnya.


Namun sayang tiba-tiba atap dan dinding tambang di depan Frans runtuh hingga menghalangi langkahnya untuk mencari keberadaan Angga. Frans sempat berlari mundur jadi tidak terkena reruntuhan. Frans panik, bosnya terjebak di dalam reruntuhan.


Spontan Frans berteriak, "Bos, dengar aku! Apa bos ada di dalam, jawab aku bos!" ucap Frans panik. Dia merasa tidak becus mengawal bosnya.


Frans mengulang-ulang jeritannya tapi sama sekali tidak ada jawaban. Dia bingung bagaimana cara untuk menolong Angga. Akhirnya Frans memutuskan untuk keluar dari sana guna meminta bantuan.


Sementara di tempat KKN Zia merasakan perasaannya tidak enak, seperti akan terjadi sesuatu yang buruk, tapi dia berusaha menepis pirasat tersebut.


Yang membuat dia kembali teringat dengan pirasat buruk itu adalah gelas yang di pegangnya tiba-tiba retak dan akhirnya jatuh ke lantai.


Jari kaki Zia berdarah, terkena pecahan gelas, Zia hanya bengong memikirkan kejadian tersebut tanpa melihat kakinya yang berdarah.


Rania yang melihat hal itu langsung menarik tangan Zia, mengambil kain untuk membersihkan darah yang keluar dari sana.


"Zia, ada apa denganmu, kenapa kamu cuma bengong saja, lihat kakimu berdarah!" bentak Rania.


"Nia, pirasatku tidak enak!" cuma kata itu yang keluar dari mulut Zia.


Tenang Zia, kamu duduk di sini dulu ya? aku akan meminta tolong teman-teman untuk membelikan perban. Rania meninggalkan Zia, lalu dia meminta tolong Dicky untuk membelikan perban, ternyata Dicky punya persediaan obat-obatan serta perban dan kain kasa.


Rania kembali ke tempat duduk Zia, dia membersihkan luka tersebut, memberinya betadine lalu melilitkan perban di jari kakinya.


Setelah selesai Rania pun membersihkan pecahan gelas tadi. Sementara Zia masih duduk diam di tempat duduknya.


Zia mencoba menelepon Angga tapi tidak tersambung, begitu juga dengan Frans. Zia mengulangi lagi panggilannya tapi masih sama.


Rania yang melihat hal tersebut lalu berkata," nelephone Angga ya Zia?"


"Iya, tapi tidak tersambung, Frans juga tidak bisa di hubungi."


"Sabar, mungkin mereka sedang berada di daerah yang tidak ada signal."


"Iya Nia, nanti aku coba lagi menelepon mereka."


"Ayo kita ke kamar, kamu harus istirahat. Jangan berpikir yang tidak-tidak, semuanya pasti baik-baik saja."


Zia pun menuruti perkataan Rania untuk beristirahat, tapi pikirannya tetap saja tertuju kepada Angga.


Sementara di area tambang, Frans kembali keluar dengan selamat, begitu dia sampai di luar, tambang tersebut pun runtuh lagi hingga menutupi pintu masuk.

__ADS_1


Frans berteriak, lalu beberapa orang pekerja tambang menghampirinya. Dia menceritakan semua kejadian tapi mereka tidak ada yang berani untuk menolong dengan masuk kesana. Sementara sahabat mereka saja ada yang belum di temukan.


Akhirnya Frans memutuskan mencari tempat yang ada signal untuk mengabari keluarga Angga, lalu dia menelephone Pak Wiguna, "Assalamu'alaikum, Maaf Pak! Saya ingin menyampaikan kabar buruk," ucap Frans sejenak terhenti karena masih takut mengatakannya.


"Ada kabar apa Frans! cepat kamu katakan!" ucap Pak Wiguna penasaran.


Kemudian Frans menceritakan semua kejadian Angga terkubur di dalam tambang. Pak Wiguna sangat terkejut, sambil memegangi dadanya yang sakit, beliau pun berkata akan menyusul kesana.


Sebelumnya beliau telah memerintahkan Frans untuk memeriksa jalan tembus rahasia dalam tambang tersebut yang terletak di perkampungan sebelah utara tempat itu.


Yang mengetahui hal ini cuma ada beberapa orang saja yang benar-benar di percaya oleh Tuan Wiguna.


Frans langsung mengerahkan beberapa orang untuk membantunya ke sana, dia memakai helikopter perusahaan sesuai perintah Pak Wiguna untuk sampai di perkampungan yang di sebutkan oleh Tuannya tadi.


Daerah ya dilewati adalah hutan dan perbukitan, hingga memakan banyak waktu untuk tiba di sana.


Frans pun bersama rombongan tiba, dia bertanya kepada penduduk arah yang telah di katakan pak Wiguna.


Walaupun medannya sangat sulit, Frans harus bisa demi majikannya. Mereka berjalan menyusuri lembah, hutan, jurang untuk menemukan pintu rahasia seperti yang di katakan oleh Pak Wiguna.


Sementara Angga di dalam terowongan tadi terus terguling-guling hingga kepalanya terbentur oleh tembok dan benda lain yang ada di sana. Kepalanya banyak mengeluarkan darah hingga membuatnya pingsan.


Ternyata di ujung terowongan ada dua orang yang selamat dari kecelakaan sebelumnya. Mereka bisa melihat cahaya kecil dari luar yang masuk menembus terowongan hingga ada udara masuk di dalam sana.


Angga mulai sadar dan memegani kepalanya, dia bingung sedang berada di mana. Dia tidak ingat apapun yang terjadi, yang dia rasakan hanya sakit di kepala yang masih mengeluarkan darah.


Dengan terseok-seok dia terus berjalan, Angga melihat ada cahaya kecil di ujung terowongan, dia yakin di sana adalah pintu keluarnya.


Akhirnya Angga pun tiba di ujung terowongan, dia terkejut melihat rumput berserakan dan mulai layu. Lalu dia menduga jika belum lama ada orang di sana.


Angga menjerit meminta tolong, tapi tidak ada jawaban, akhirnya dia nekad keluar dan menyusuri pinggiran hutan untuk mencari pertolongan.


Karena kepalanya yang pusing dan sakit, membuat Angga berjalan tidak stabil hingga kakinya tersangkut akar kayu. Dia kembali terjatuh dan terguling-guling ke sisi jurang, tubuhnya menghantam batang kayu hingga membuatnya pingsan.


Kedua pekerja tambang yang selamat tadi sudah mencapai perkampungan dengan di tolong oleh warga sekitar. Mereka di berikan tempat beristirahat oleh kepala kampung, sebelum di antarkan pulang kepada keluarganya.


Sementara Angga masih tergeletak, di tengah semak belukar saat seorang pemburu hewan liar di hutan bersama anjing pelacaknya menemukan dirinya.


Orang tersebut lalu memanggil teman-temannya agar membantunya menggotong tubuh Angga hingga ke pinggiran hutan di mana mobil mereka berada.


Karena Angga belum juga sadarkan diri, dan banyak luka goresan semak belukar di tubuhnya serta mereka tidak menemukan identitas apapun tentang Angga, akhirnya Angga di bawa ke klinik di perkampungan terdekat.

__ADS_1


____________


Pak Wiguna telah menyampaikan berita buruk tersebut kepada Mama, Aira dan juga ibunya Zia. Mereka sangat terkejut dan tidak bisa membendung tangis.


Mama dan Aira menangis sejadi-jadinya, sementara ibu langsung terduduk lemas sembari meneteskan air mata hingga membuat para pelanggan kedai serta loundry mereka khawatir.


Mereka memapah ibu agar duduk di bangku dan memberinya minum supaya tenang. Saat ini yang menjadi pikiran ibu bagaimana keadaan Zia jika mendengar kabar ini sementara kondisinya masih lemah karena bawaan ngidamnya.


Papa dan Mama menenangkan Ibu dan mereka berjanji akan datang ke tempat KKN Zia untuk memberitahukan berita ini langsung kepadanya.


Sebelum berangkat ke Papua Pak Wiguna meminta supir kantor untuk mengantarkan mereka ke lokasi tempat di mana Zia KKN.


Zia yang melihat kedatangan mertuanya merasa heran, apalagi saat melihat wajah Mama yang sembab seperti kebanyakan menangis.


Papa sudah menduga Zia pasti terkejut, makanya Beliau langsung menyapa Zia terlebih dahulu dengan mengucap salam.


"Assalamualaikum Nak," sapa Pak Wiguna.


"Wa'alaikumsalam Pa, bagaimana kabar Papa Mama. Papa dan Mama harusnya telephone Zia saja, biar Zia yang datang kerumah jadi tidak perlu repot kesini, Papa kan masih harus banyak istirahat dan perjalanan kemari pasti sangat melelahkan buat Papa," ucap Zia yang merasa khawatir.


"Nggak apa-apa kok Nak, ada hal penting yang ingin kami bicarakan dan lebih enak ngomong langsung daripada melalui telepon," jawab Pak Wiguna.


Jantung Zia mulai berdetak tidak normal, dia menduga pasti mertuanya membawa kabar buruk, hingga bersusah payah datang jauh-jauh untuk menemuinya.


"Hal penting apa Pa? Apa yang terjadi dengan Mas Angga Pa?" tanya Zia tidak sabar dan hampir menangis.


Kemudian Papa dan Mama menjelaskan semuanya hingga membuat Zia yang mendengar kabar tersebut jatuh pingsan.


Bersambung.........


🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys, vote like coment dan rate bintang limanya. 🙏


PENGUMUMAN




Selamat pagi sahabat semuanya, hari ini aku ingin merekomendasikan karya temanku yang sangat bagus, mari silahkan mampir ya ke karyanya, jamin nggak nyesel deh....dan jangan lupa ya tinggalkan jejaknya di sana. Terimakasih 🙏


__ADS_1


![](contribute/fiction/3231258/markdown/24522111/1645492079607.jpg)


__ADS_2