Pesona Gadis Penebus Hutang

Pesona Gadis Penebus Hutang
PGPH 10 | Kalah dengan perasaan


__ADS_3

Happy reading 🌻🌻🌻🌻


Hari ini di rumah keluarga paman dan bibi Kiran, sedang mengadakan sebuah pesta pernikahan megah, Sri- putri mereka, kini menjelma sebagai ratu satu malam setelah di persunting oleh anak tertua dari kepala desa tempat mereka tinggal.


"Selamat ya. Selamat atas pernikahan nya." seruan-seruan bernada gembira itu datang dari para tamu yang hadir, mereka turut bahagia dengan pernikahan ini.


Tamu hilir mudik menyalami sepasang pengantin dan keluarga mempelai yang tengah berbahagia itu.


"Akhirnya pak, putri kita bisa jadi menantu keluarga kaya, terpandang." ungkap Sri mengutarakan perasaan bahagia nya pada Anton, suaminya.


"Iya buk. Gak sia-sia selama ini kita memelihara si Kiran, ada gunanya juga dia, bisa mendatangkan uang yang besar hingga akhirnya kita bisa berbesan sama keluarga pak kepala desa."


"Ssst! pak, jangan ngomong tentang keponakan mu di sini, bagaimana jika ada yang dengar?!" desis Sri memperingati suaminya.


Anton refleks menutup mulut. "Aduh iya bu, bapak lupa. Keceplosan!" ia menepuk keningnya sendiri merasa sangat ceroboh dengan tindakannya tadi.


Sri geleng-geleng kepala. "Ya sudah, ayo kita samperin besan, biar makin akrab dan derajat kita di mata mereka semakin tinggi." matanya mengerling senang.


Kedua orang itupun dengan hati penuh riang ikut bergabung bersama yang lain, merayakan pesta dengan di hadiri orkes dangdut koplo sebagai hiburannya.


Fitri tersenyum ke arah pria yang kini sudah resmi berstatus sebagai suaminya, hati gadis itu di penuhi kepuasan juga kesenangan. Akhirnya setelah sekian lama apa yang ia inginkan kini ia dapatkan juga.


"Akhirnya aku bisa memiliki Arya seutuhnya, tanpa adanya penghalang lagi si Kirana, Upik abu itu." batin Fitri dengan seringai lebar.


Mereka menikmati pesta pernikahan meriah itu, sampai tiba-tiba tanpa di duga, ada sebuah mobil mewah yang mendarat pas di depan palang parkir tempat di adakan nya pesta hajatan.


Semua menoleh ke arah datangnya segerombolan pria berjas hitam dengan kacamata, berjalan menghampiri memecah kerumunan para tamu, otomatis mereka mundur demi kemunculan seorang pria di antara mereka yang berpakaian lebih mewah dan terlihat sangat tampan.


"Siapa kalian?!" tanya kepala desa, sebagai tuan rumah, pun begitu juga dengan Sri dan Anton yang langsung menghampiri penuh keterkejutan.


Shaka, pria tampan berbadan atletis itu membuka kacamata hitamnya, lalu ia menyerahkannya pada sang asisten, Liam di belakang.


Semua terperanjat, tampak terperangah penuh binar dengan pesona yang di pancarkan pria itu.


"Di mana keluarga Anton dan Sri?" tanya laki-laki itu pada semua orang, sembari mata elangnya mengitari ke sekitar nya.

__ADS_1


Sri dan Anton yang merasa terpanggil nampak berseri- seri, segera kedua orang itu mendekat.


Sri menatap takjub Shaka yang begitu tampan setelah melihat dengan jelas.


"Saya Sri, tuan ganteng," ucap Sri tanpa malu-malu meong lagi, tidak peduli dengan keramaian yang sedang menatapnya saat ini.


"Ada perlu apa tuan mencari saya dan suami saya?" tanya Sri dengan lemah lembut nya.


"Buk, pria seperti nya orang kaya." bisik Anton pada isterinya. Sri mengangguk dengan pendapat suaminya itu.


Shaka melihat tingkah tidak tahu malu doang orang di depannya ini, meringis geli.


"Jadi kalian dua biaddab itu?" Shaka tersenyum meremehkan, kedua tangannya berdisko di depan dada.


"Apa maksud anda?" Anton dan Sri spontan melongo bersamaan.


Brak! tiba-tiba saja dari arah belakang dua bodyguard Shaka menahan mendorong punggung Sri dan Anton hingga tersungkur, mereka membekuk pergerakan pasangan suami-istri itu.


Semua orang terperanjat, hendak membantu namun dengan cepat para pengawal Shaka menengahi lalu memerintahkan dengan tegas untuk kerumunan di sekitar mereka bubar. Terpaksa ramai orang-orang itupun memundurkan langkah, para pria berbadan besar yang siap untuk melindungi sang tuan, berusaha mensterilkan keadaan hingga hanya keluarga Sri dan Anton saja yang ada.


"Kau bertanya siapa aku?" Shaka tersenyum semrik, terlihat aura mengintimidasinya yang sangat menyeramkan, membuat raut wajah mereka yang melihatnya panik seketika.


"Aku adalah malaikat maut untuk kalian," ucap Shaka lagi membuat Anton dan Sri menengguk saliva kasar, keduanya saling berpandang dengan raut sama takutnya.


"Apa maksudmu?" tanya Sri dengan nada pelan dan sangat ketakutan.


"Kau tidak ingat? Lentera Kirana, keponakan yang tega kalian jual demi keserakahan kalian semata?"


Sontak semua orang membola terkejut.


"Kirana? di mana dia?" Arya mendadak berseru,semua orang sontak menoleh ke arahnya.


"Mas, kamu apa-apaan sih?!" Fitri menyahut kesal.


"Pria ini tahu di mana Kiran berada Fit,aku harus bertanya padanya!"

__ADS_1


Shaka mengerut dahinya dalam, merasa kesal dengan sikap pria di samping wanita yang ia ketahui adalah sepupu Kiran, nampak begitu peduli dan khawatir justru membuat Shaka di liputi cemburu.


"Liam, urus pria itu. Buat keadaan sepi usir mereka yang tidak di perlukan di sini!" titah Shaka kemudian.


Liam mengangguk paham, lalu ia dan para pengawal lain, menarik paksa keluarga kepala desa dan Arya untuk tidak ikut campur.


"Hei, lepaskan kami, apa-apaan ini hah?!" sengit Arya memberontak saat dua pria berbadan besar itu menarik bahunya untuk pergi menjauh.


"Diam! ikuti perintah kami atau kalian sekeluarga akan mendapat masalah!" tukas Liam mengancam, akhirnya mereka menurut untuk pergi namun tidak dengan Arya.


"Tunggu! pria itu tahu di mana Kirana berada. Ku mohon beritahu aku, di adalah calon isteri ku yang sebenarnya!"


Mendengar pengakuan dari mulut Arya, Fitri yang juga ikut di bekuk merasa sakit hati. Sebegitu cintanya kah Arya pada Kiran hingga tidak sekalipun melirik ia sebagai isteri sah pria itu?


Brak! tiba- tiba saja kursi di tendang keras oleh Shaka, pria itu meradang menghampiri Arya dan menarik kerah bajunya.


"Kiran yang kau maksud itu adalah isteri ku! camkan itu baik-baik brengsekk!"


"A-apa?" Arya melongo tak percaya dengan apa yang ia dengar.


Sementara Liam diam-diam mengamati perubahan sikap sang tuan.


"Sepertinya tuan muda sudah mau mengakui nona Kiran sebagai istri nya. Ini aneh tidak semudah itu tuan muda terjebak pada perasaannya sendiri." batin Liam.


"Bawa pergi pria ini dan berikan mereka hukuman!" titah Shaka selanjutnya.


Sementara Sri dan Anton sudah gemetar di tempat begitu juga dengan Fitri, karma sebentar lagi akan menghampiri mereka.


"Dan kalian ... " Shaka menoleh dengan tatapan kejam ke arah Sri, Anton dan putri mereka.


"Bersiaplah untuk kehancuran yang akan menghampiri!"


"Kini, siapapun yang berani menyakiti Kiran, tak akan ku ampuni!"


Shaka sadar dengan setiap kata-katanya. Pria itu akhirnya kalah dengan perasaan peduli dan sayang yang perlahan-lahan ada untuk Kirana.

__ADS_1


To be continued ...


__ADS_2