
...💞 Happy reading 💞...
Malam hari itu, melalui perantara telepon umum Kirana menghubungi Arya, untung nya sebelum mereka berpisah Arya sempat memberikan nomornya pada Kirana pada secarik kertas dan beruntung nya ia masih menyimpan nomor pria itu.
"Bagaimana young lady?" tanya Liam yang menemani Kirana menjalankan misi untuk klarifikasi masalah yang tengah terjadi ini.
"Sudah Liam, kak Arya bilang akan menemui ku di cafe tempat kami bertemu sebelumnya," tutur Kirana.
"Baiklah, jika begitu kita langsung kesana saja."
"Tapi Liam--" Kirana menahan langkah asisten suaminya itu.
"Ada apa lagi young lady?"
"Aku takut, apa tuan Shaka sangat marah terhadap ku?"
Liam menghela nafas lalu tersenyum. "Anda tenang saja, setelah menenangkan dirinya tuan muda pasti mau mendengarkan penjelasan anda, jangan pesimis, aku tahu tuan muda mencintai mu young lady hanya saja dia bingung cara untuk mengungkapkan nya."
Kirana menundukkan wajah lalu mengangguk pelan. "Ini semua bersumber dari ku, andai saja aku tidak berbohong padanya, andai saja--"
"Young lady." Liam menepuk pelan pundak Kirana, menyalurkan kekuatan untuknya. "Jangan terus berandai-andai, sesuatu yang terjadi kita tidak bisa memprediksi nya, jadi lakukan saja yang terbaik sekarang."
Sekali lagi Kirana mengangguk mendengar perkataan Liam yang menenangkan. "Baiklah."
Langit gelap kini terlihat di penuhi cahaya bintang yang bersinar terang bersama rembulan di atas awan. Kini Liam dan Kirana sudah berada di cafe yang Arya janjikan.
"Kirana!" terdengar suara berat seorang pria yang mengalihkan atensi mereka, di sana tepat di meja ujung tempat yang sama keduanya bertemu, Arya melambai perlahan pada Kirana sambil tersenyum.
"Kakak sudah lama menunggu?" tanya Kirana setelah menghampiri.
"Baru beberapa menit yang lalu. Aku senang sekali kita bertemu lagi," ujar Arya terlihat pancaran sinar bahagia di wajahnya.
Kirana hanya mengembang senyum tipis namun kedua matanya yang menunjukkan kesedihan membuat Arya merasa bingung dan bertanya-tanya.
"Ada apa Kirana? pasti ada sesuatu hingga kau mengajakku bertemu lagi?"
Mata Kirana berpendar ke segala arah seolah tak ingin melakukan kontak mata dengan nya, Arya hendak mengajukan pertanyaan lagi hingga tiba-tiba tepukan ringan dari belakang membuatnya terkejut dan begitu menoleh ia mendapati wajah datar yang tengah menatapnya.
"Bisa kita bicara sebentar, bro?" suara bariton Liam mengintruksi, Arya terperenyak seketika ia menepis tangan pria itu dari punggungnya.
"Kau!" mata Arya melotot tajam, segera ia mengingat wajah pria di depannya ini.
__ADS_1
"Kenapa? masih ingat dengan ku?" Liam tersenyum semrik.
"Kirana! dia adalah pria yang datang mengacaukan pesta pernikahan ku dengan Fitri, dia adalah antek-anteknya lelaki yang mengaku sebagai suami mu itu!"
"Sepertinya kau masih sangat mengenali ku, sayangnya dia adalah nona muda ku isteri dari tuan ku hingga kau tidak perlu repot-repot memberitahukannya!"
"Apa?!" Liam tak bisa menerima semua ini, segalanya terlalu cepat untuk ia pahami.
"Sekarang ikut dengan ku! kita harus bicara secara empat mata!" Liam berujar serius.
...---------Oo-------...
Bugh! bugh!" Liam mendaratkan dua bogeman mentah ke arah Arya, pria itu tersungkur tak sempat menghindar karena serangan yang begitu kencang.
"Apa yang sudah kau katakan pada nona muda? Brengsekk! kau mencoba untuk menghasutnya iya?!" teriak Liam penuh emosi.
"Apa yang kau katakan? aku tak pernah sekalipun berniat untuk menghasut Kirana!" Arya tak mau kalah ia berbalik menerjang Liam.
Namun bagaimanapun Arya adalah seseorang yang tak pernah suka keributan. "Bisakah kita bicara baik- baik? jangan seperti anak kecil yang langsung menyerang, kita bisa mendiskusikan ini dengan kepala dingin."
Liam mengangguk, ia pun bangkit setelah sempat terjatuh lantas membetulkan kerah kemeja nya.
"Tak apa. Sekarang ceritakan dulu padaku ada masalah apa memangnya?" tanya Arya dengan sedikit lebih tenang.
Lalu Liam pun menceritakan segalanya setelah terjadi pertemuan antara Arya dan Kirana. Beberapa menit Liam bercerita, Arya bisa mengambil kesimpulan nya.
"Jadi benar pria bernama Arshaka itu adalah suami Kirana? dan kalian memang sengaja datang hari itu untuk memberikan hukuman pada keluarga Kirana yang selama ini telah membuatnya menderita?"
"Ya, kau benar. Tuan muda ingin memberikan pelajaran untuk pak Anton dan bu Sri yang telah membuat hidup nona muda begitu sengsara,
"Ku harap kau menceritakan ini semua tanpa ada yang di lebih-lebih kan pada nona Kirana." lanjut Liam sambil menoleh menatap Arya.
"Aku sama sekali tak pernah melebih-lebihkan apapun, ku ceritakan segalanya yang memang terjadi pada Kirana. Dan lagipula kalian sudah berhasil memberikan karma untuk keluarga paman dan bibi Kirana."
"Sekarang apa lagi masalahnya?" tanya Arya kemudian.
"Pertemuan kalian berdua, itu membuat tuan muda ku sangat marah, terlebih nona Kirana berbohong demi untuk menemui mu dan tuan ku sangat benci kebohongan apalagi bila terucap dari orang tersayang nya."
"Sekarang aku ingin kau menemui tuan muda ku dan klarifikasi kepadanya tentang masalah ini," ucap Liam lalu kembali menatap Arya, jeda sesaat lalu pria itu pun mengangguk.
"Baiklah. Tapi aku ingin mengajukan satu pertanyaan dulu," ujar Arya.
__ADS_1
"Apa itu?"
"Apa tuan muda mu itu sangat mencintai Kirana?"
"Tentu saja." jawab Liam, pasti.
"Lalu kenapa dia sama sekali tidak percaya pada Kirana?
Liam diam, ia tak bisa menjawab.
"Dia hanya tidak tahu bagaimana cara mengekpresikan perasaannya," ucapnya kemudian.
****
"Bagaimana Liam?" tanya Kirana dengan cemas.
"Anda tenang saja young lady, serahkan semuanya pada kami," ucap Liam, Arya ikut mengangguk.
"Aku akan menjelaskan pada suami mu yang sebenarnya, kau tidak perlu khawatir lagi," ucap Arya, Kirana pun bisa menghela nafas lega.
Di mansion saat ini, Liam segera membawa Arya untuk bertemu dengan Shaka.
"Tuan muda, ada yang ingin bertemu dengan mu."
"Siapa?" Shaka yang semula sedang memandang ke arah jendela, menoleh saat melihat orang yang di maksud Liam, Shaka tertegun setelahnya.
"Kenapa dia bisa ada disini Liam?!" teriak Shaka marah.
"Tuan muda tenang dulu. Pak Arya datang kesini untuk menjelaskan padamu apa yang sebenarnya terjadi."
Shaka menatap berang secara bergantian pada Liam dan pria di sampingnya itu.
"Yang asisten mu katakan benar tuan Arshaka yang terhormat." Arya maju, menenggelamkan kedua tangan pada saku celana.
"Aku dan Kirana sama sekali tak memiliki hubungan seperti yang kau kira, selama ini kau salah paham," ucap Arya lalu mulai menjelaskan segalanya, Shaka meski dengan masih menunjukkan wajah garang nya perlahan mulai mereda seiring Arya yang bercerita, membenar kan benang kusut masalah yang terjadi.
Shaka pun mulai menyadari kekeliruannya dengan hanya mempercayai sebuah foto yang di ambil dengan angel berbeda-beda daripada mendengarkan pembelaan Kirana sebelumnya.
"Jadi ku harap kau mengerti. Aku dan Kirana sama sekali tak melakukan apapun dan tidak memiliki hubungan yang kau kira."
To be continued ....
__ADS_1