Pesona Gadis Penebus Hutang

Pesona Gadis Penebus Hutang
PHGP | Bab 34


__ADS_3

...💞 Happy reading 💞...


Fiona melangkah dengan tersenyum ringan menuju ruangan Shaka, wanita itu sudah bisa menebak apa yang akan di bicarakan sang adik pada dirinya nanti.


"Pasti Shaka akan menceraikan wanita udik itu hahaha!" Fiona tertawa keras, tak pernah ia merasa segembira ini sebelumnya. Sejak awal dia memang sudah menaruh benci pada Kirana, apalagi ketika mendapati ibu dan neneknya lebih memperhatikan wanita itu ketimbang dirinya hingga bertambah lah kebencian Fiona terhadap Kirana.


Krieet! pintu ruang kerja Shaka di bukanya perlahan, melihat sang adik yang sedang berdiri menatap jendela Fiona segera saja menghampiri.


"Ada apa kamu memanggil Ka? ada yang ingin kamu bicarakan?" Fiona semakin berseri-seri tak sabar menunggu Shaka memberi keputusan untuk mengusir Kirana dari mansion ini setelah ia berhasil mencuci otak sang adik jika Kirana telah berselingkuh dengan pria lain di tambah foto-foto yang Fiona sangat mendukung semua skenario nya.


Shaka berbalik, pria itu menatap datar ke arah Fiona.


"Aku meminta ponsel mu kak." Shaka mengulurkan tangannya ke hadapan wanita itu.


Fiona mengernyit kaget. "Hah? untuk apa?" hatinya bertanya-tanya.


"Berikan saja, ponsel yang sempat ku lempar berisi foto-foto Kirana bersama pria lain."


Raut Fiona yang semula heran berubah berbinar, ia mengira Shaka membutuhkan bukti perselingkuhan Kirana untuk proses perceraiannya nanti, hingga akhirnya Fiona dengan tanpa curiga memberikan ponselnya itu pada Shaka.


"Ini, kakak baru menservis nya kemarin. Apa kamu membutuhkan foto-foto perselingkuhan istri mu di dalam sana sebagai bukti untuk proses perceraian mu nanti?"


"Proses perceraian?" Shaka mengulang pertanyaan Fiona.


Wanita berhidung bengir itu mengangguk. "Ya, kamu memanggil kakak untuk membicarakan perceraian mu kan?"


Sekonyong-konyong Shaka tertawa geli. "Apa yang kakak bicarakan? untuk apa aku membuat proses perceraian?" ujarnya dengan sambil tangannya membongkar ponsel itu dan mengambil kartu memori di dalam sana.


"Jika bukan karena itu, lalu?" perasaan Fiona mulai tak enak.


"Aku hanya ingin menghilangkan fitnah saja kak."


Brak! Fiona terperangah kaget saat tiba-tiba saja Shaka melempar ponselnya ke luar jendela balkon dengan sangat jauh ke halaman belakang.


"Apa yang kau lakukan Arshaka?!" pekik Fiona, tak terima dengan perbuatan adiknya itu.


"Kamu sudah keliru dengan mengambil foto-foto ini dan memberikannya padaku dengan mengatakan jika Kirana berselingkuh. Faktanya tidak," ungkap Shaka lantas menggeleng perlahan.

__ADS_1


"Aku tidak tahu apa tujuan mu memfitnah Kirana seperti itu kak, tapi aku ingin berterima kasih karna mu aku sampai tak gegabah untuk melakukan hal nekat yang akan ku sesali nantinya."


Fiona meradang, matanya melotot tajam. "Kamu ini sudah termakan semua tipu daya wanita itu Shaka! jelas-jelas isteri mu itu pergi berduaan dengan pria lain di luar sana, dan kau masih membela nya?!"


Shaka menghela nafas sejenak lalu membuka mulut lagi. "Karena apa yang kau katakan tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Kirana pergi untuk bertemu keluarga nya dan laki-laki itu adalah kakak ipar nya, dia sudah menjelaskan semuanya padaku, dan aku cukup percaya dengan isteri ku."


Fiona menggeram kesal. Siall! hancur sudah rencananya untuk mengusir wanita udik itu.


"Terserah kau saja! nanti jika wanita itu menunjukkan sifat aslinya padamu, kau akan menyesal karena tidak mendengarkan ku!"


Fiona berlalu dari sana dengan mencak-mencak ia menghentakkan kakinya ke lantai lalu membanting pintu ruangan Shaka dengan keras hingga pria itu menghela nafas berat di buatnya.


"Kak ... ka, kau sama sekali tak berubah." gumam Shaka lelah dengan sikap kakak perempuannya itu yang ternyata masih kekanak-kanakan dan egois. Lalu kemudian ia berjalan ke arah perapian yang masih menyala lantas membuang kartu memori dari ponsel yang ia dapat dari ponsel Fiona, ke sana dan kemudian menghanguskan nya bersama kobaran api.


...--------Oo--------...


Hari-hari berlalu indah untuk pasangan suami-istri Shaka dan Kirana, mereka semakin menunjukkan hubungan murni sebagai dua orang yang saling menyayangi, meski begitu Shaka sama sekali belum mengetahui perasaan sebenarnya untuk Kirana, walaupun kini ia sudah bisa melupakan masa lalu nya bersama Olivia yang sudah ia pendam dan menghilang dari hatinya tapi Shaka belum memutuskan untuk mengungkapkan isi hatinya pada Kirana.


Pagi yang cerah, Kirana sudah bangun lebih dulu, ia membuka matanya perlahan lalu merasakan sebuah tangan besar yang melingkar hangat di pinggangnya, ia menoleh mendapati Shaka yang masih tertidur dengan memeluk pinggangnya begitu erat.


Tanpa sadar Kirana mengembangkan senyumnya. "tidurnya pulas sekali." tangan wanita itu bergerak untuk mengusap kening sang suami yang tertutupi oleh anak-anak rambut, kemudian dengan perlahan Kirana melepas belitan tangan kekar Shaka dari pinggang nya untuk kemudian bangkit dan ke kamar mandi.


****


Cup! Shaka mengecup ubun-ubun Kirana, seperti sudah sebuah ritual setiap pagi nya sebelum pria itu berangkat untuk berpamitan dengan mencivm kening sang istri.


"Aku berangkat dulu."


Kirana tersenyum manis. "Hati-hati." tangannya melambai pelan. Shaka mengangguk lalu pergi bersama Liam fi di sampingnya.


"Hari ini aku ingin di antar supir saja, kau pergilah lebih dulu, untuk priepare sebelum rapat di adakan nanti."


"Baiklah kalau begitu tuan muda. Saya ijin pamit lebih dulu," ujar Liam patuh. Shaka berdeham singkat sebagai tanggapan.


Setelah Liam pergi lebih dulu, Shaka kemudian masuk ke dalam mobilnya.


"Jalan pak." titah pria itu kemudian pada supir pribadinya, C-Class hitam itupun mulai bergerak dengan santai meninggalkan mansion.

__ADS_1


Shaka menghela nafas panjang saat mulai mengecek kembali proposal di tangannya, ia yang selalu perfeksionis tak bisa sekalipun melihat sedikit kesalahan itulah sebabnya semua pekerjaan yang berada di tangan nya selalu selesai dengan sempurna.


Lalu Shaka mulai merasakan tentang keharmonisan hubungan nya selama ini dengan Kirana, pikirannya itu mulai membuat fokusnya teralihkan.


Kini bukan lagi tentang pekerjaan nya, hati dan pikirannya kini malah tertuju pada Kirana. Apa yang telah ia lakukan? harusnya ia mulai mengungkapkan perasaan nya pada Kirana.


Ah, benar Shaka mulai menyadari cintanya selama ini begitu besar untuk gadis itu. Lalu pria tersebut mulai berfikir untuk mengungkapkan rasa cintanya selama ini dengan membawa Kirana pergi untuk makan malam mewah.


"Benar, harusnya aku memikirkan ini sejak dulu." gumam Shaka lalu sudah di putuskan untuk nya nanti mengajak Kirana makan malam dan mengungkapkan perasaannya untuk sang istri.


Ah, rasanya ia sudah tidak sabar untuk menantikan moment itu. Shaka kemudian menelpon ajudannya untuk menyiapkan hotel mewah sebagai tempat makan malam romantis nanti.


Sampai ketika ia sudah selesai menelpon, supir nya tiba-tiba berteriak membuat Shaka terkejut.


"Ada apa?"


"Tuan muda, rem nya tidak bisa berfungsi! di depan kita ada sebuah tikungan tajam, tapi mobil ini tidak bisa berbelok!"


"Apa?!" Shaka memekik kencang. Lantas mobil mulai terombang-ambing bagaikan kapal di tengah laut yang di terjang badai.


"Hentikan mobilnya cepat!"


"Tidak bisa tuan muda!" sang supir sudah sangat panik dan berkeringat dingin.


Lalu tiba-tiba!


Braaak! mobil terlempar setelah menabrak pembatas jalan.


Sementara di suatu tempat yang lain. Seseorang tersenyum dengan sumringah, memperlihatkan kelicikan di raut wajahnya.


"Apa kau yakin mobil nya itu akan masuk ke dalam jurang?"


"Tentu saja, semuanya sudah di atur sedemikian rupa." sahut seorang pria kemudian dengan seringai licik yang sama.


"Kau pasti kan jika semua orang yang ada di dalam mobil itu tewwas!"


"Hahaha, tak perlu cemas ka, begitu mobil nya meledak, anak buah ku akan ke sana dan memastikan jika Shaka maupun supirnya sudah hangus terbakar."

__ADS_1


"Inilah yang ku harapkan sejak dulu." wanita itu menyeringai lebih lebar.


To be continued ...


__ADS_2