
...💞 Happy reading 💞...
Kirana menangis haru, dadanya sungguh berdebar dengan begitu cepatnya, perlahan satu persatu air matanya luruh semakin deras tak kala mana Shaka mulai semakin dekat padanya.
Begitupun dengan Shaka, ia menelan saliva dengan susah payah berusaha mempercayai kenyataan indah yang ada di hadapannya saat ini. Ia mulai mengeluh begitu merasakan dadanya yang tiba-tiba terasa nyeri, hal itu membuat Kirana dengan cepat berlari menghampirinya.
"T- tuan, kamu tidak apa-apa?" Kirana mulai menatap cemas, ia memegang erat bahu Shaka yang terus meringis.
Shaka yang menunduk kini mulai menengadah, ia menatap dengan tatapan penuh kerinduan. "Aku tidak apa-apa," ucapnya demi membuat sang istri tak merasa khawatir.
Kirana menipiskan bibir hanya sekilas, lalu matanya mulai berkaca-kaca lagi saat tangan besar Shaka menyentuh wajahnya.
"Katakan sekali lagi, apa yang baru saja kau katakan?"
"T- tuan ... " Kirana menyahut pelan, hatinya seperti ribuan kembang api yang menyala di atas langit secara bersamaan, desir di dadanya semakin terasa kencang, tak menyangka pria yang selama ini selalu di rindukannya dalam sepi kini mereka bertemu kembali.
Shaka mengangkat wajah, mengambil nafas panjang lalu menutup mata sesaat. "Sekali lagi, ku mohon katakan sekali lagi," ucapnya sambil menggeleng pelan lalu kedua tangannya menangkup wajah sang belahan jiwa.
"Tuan ... " Kirana menjawab kembali dengan suara semakin bergetar, ia menahan keseimbangan tubuh nya yang hampir goyah dengan tumpuan lengan Shaka.
Shaka tidak bisa menahan buncahan rasa bahagianya, ia langsung menarik pinggang Kirana dan membawanya wanitanya itu ke dalam pelukan.
"Kau tahu betapa aku sangat merindukan suara mu, betapa aku sangat merindukanmu, sayang."
Kirana tergugu dalam dekapan hangat Shaka, ia mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami. "A- aku juga, tidak kah tuan tahu betapa aku begitu tersiksa tanpa mu."
Shaka semakin mempererat pelukannya, ia letakkan wajahnya di sekitar ceruk leher Kirana, menghidu dalam-dalam aroma yang selama ini selalu ia rindukan.
Para warga berbondong-bondong keluar untuk melihat pemandangan mengharu kan itu, beberapa di antaranya bahkan sampai menitikkan air mata, menyaksikan bagaimana kedua anak manusia yang saling mencintai kini bertemu kembali setelah berpisah sekian lama.
...---------Oo-------...
"Liam, ada apa ini kenapa semua anak buah Shaka di kerahkan?" Renata bertanya-tanya setelah keributan yang terjadi di mansion secara tiba-tiba, semua anggota keluarga berkumpul Helena yang sedang sakit di bantu gerak oleh kursi roda yang di dorong oleh asisten pribadinya.
"Uhuk,uhuk ... ada apa ini? kenapa ramai-ramai sekali?"
Liam menggigit bibir dengan ekspresi cemas, ia tak ingin semua anggota keluarga cemas namun mau tak mau ia memberitahukan apa yang sedang terjadi.
__ADS_1
"Nona Kirana ... "
"Kenapa Liam, ada apa dengan menantu ku?" Renata seakan sudah merasakan firasat tak enak.
"Nona Kirana ... menghilang nyonya besar."
"Apa?' Renata membelalakkan mata terkejut, ia mengelus dada yang tiba-tiba terasa sesak. Melihat nyonya besarnya yang hampir pingsan Liam sigap menahan dari belakang.
"Nyonya besar!" semua terkejut, dan cemas secara bersamaan.
"Bawa Renata, ke kamarnya, cepat!" titah Helena yang mencoba tegar meski sangat syok dengan semua ini.
"Baik, oma!" ujar Liam lalu mulai memapah tubuh Renata bersama maid yang lain.
Di mansion Wijaya saat ini, Arkan dengan berjalan tergesa-gesa, Olivia yang melihat suaminya hendak menunju lantai atas segera menghadang.
"Mas, kamu habis dari mana?" tanya Olivia yang memang baru ini melihat suaminya lagi, ia bingung suaminya datang dengan ekspresi tertekuk.
Arkan mematung sejenak lalu melirik dengan tatapan sinis. "Bukan urusan mu aku habis dari mana!" sentaknya lalu menepis tangan Olivia yang menahannya.
Olivia terperenyak, matanya mengisyaratkan luka. "Mas aku bicara dengan baik- baik bisakah kamu membalas nya dengan baik juga? aku sungguh mencemaskan mu sejak tadi."
"Kau tahu sekarang di mansion oma dalam keadaan gempar, Kirana menghilang."
Perkataan Olivia tersebut sontak berhasil menghentikan langkah Arkan, pria itu mulai menoleh kembali ke arah isterinya itu.
"Kirana menghilang?" Arkan berfikir sejenak, lalu berpura-pura seolah kaget dengan kabar itu.
"Iya, dari yang di temukan Liam, kamar Kirana dalam keadaan kacau balau dan kaca yang berada di sana pecah,"
"Mereka menduga Kirana mencoba kabur dari kejaran seseorang yang menyelusup diam-diam ke dalam kamarnya."
Tiba-tiba saja Olivia menatap sengit ke arah suaminya itu. "Jangan bilang kamu terlibat dalam insiden ini ... "
Mata Arkan melotot seketika. "Apa maksudmu? kau mencurigai suami mu sendiri?!" ujarnya tak kalah sengit.
Olivia buru- buru mengubah ekspresi wajahnya. "B- bukan begitu, maafkan aku ... "
__ADS_1
"Sudahlah, aku buru-buru sekarang, di mana ibu?"
"Ibu ada di lantai atas di balkon sedang meminum teh." jawab Olivia kemudian.
"Baiklah." seru Arkan, lalu kembali melangkah, namun teringat sesuatu Arkan berhenti sejenak lalu menatap Olivia dengan serius.
"Aku harus membuat nya bungkam, agar tidak mencurigai ku lagi."
"Ekhem, Olivia bukankah kah seharusnya kau butuh healing saat ini?"
Arkan mengambil kartu kredit dari dompetnya. "Ini, pergilah jalan- jalan dan belilah apapun yang kau inginkan."
Olivia menatap heran dengan sikap Arkan yang berubah tiba-tiba, Arkan semakin mendesak agar ia menerima kartu kredit dari pria itu, akhirnya Olivia pun menerimanya.
"Baiklah, terimakasih," ucap Olivia meski di rundung banyak pertanyaan dalam benaknya.
"Ya, ya pergilah sana!" ujar Arkan seolah mengusir lalu berjalan cepat menaiki undakan tangga.
...---------Oo-------...
"Bagaimana keadaan mu? kenapa kamu bisa berakhir di sini?"
Kirana bertanya dengan air mata tak berhenti menitik. Kepala desa yang sudah mengetahui keadaan mereka yang sebenarnya memberikan tempat untuk keduanya saling melepas rindu dan mengobrol berdua setelah sekian lama.
Shaka menggeleng sesaat sebelum menjawab pertanyaan Kirana.
"Aku tidak terlalu ingat, semuanya terasa abu-abu dan aku baru saja sadar dari masa koma ku yang panjang."
"Tapi bagaimana kau juga bisa berakhir di sini?"
To be continued ....
***
...Terimakasih untuk yang selalu mendukung Novel ini,othor ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, tanpa reader semua othor bukanlah apa-apa, terimakasih sudah menyemangatinya othor bahkan kala othor down untuk melanjutkan novel ini....
...Untuk para reader tenang saja othor usahakan akan menulis novel ini sampai selesai dengan ending yang kalian harapkan kan, jadi dukung terus perjalanan kisah cinta Shaka dan Kirana ya? jangan lupa untuk selalu like, dan komentar sebanyak-banyaknya lalu subscribe agar tak sampai ketinggalan untuk up berikutnya....
__ADS_1
...Sampai jumpa di episode selanjutnya, sehat selalu dan jangan lupa nantikan setiap episode terbaru Shaka dan Kirana ✨💞...