Pilihan CEO Tampan

Pilihan CEO Tampan
Kesimpulan Timothy


__ADS_3

Sudah 4 jam Tim duduk di kursi kerjanya. Dia menatap papan yang di depannya. Ada foto saat acara pernikahan, foto saat masuk hotel, foto mereka berpelukan, foto rekening koran, dan bukti lainnya. Dan dengan segala upaya, Tim dapat membobol ponsel Juna. Ternyata isinya adalah foto Tiffany, bukan Marsha.


'Apa benar dia selingkuhan Juna?' Pertanyaan itu sudah di ulang ratusan kali oleh Tim.


Dia mengacak-acak rambutnya frustasi. Dia tidak dapat membayangkan jika Marsha tau, Tiffany bisa jadi perkedel di resto padang.


Tapi selain Tiffany, Tim tidak mendapatkan satu kontak pun wanita di ponsel Juna. Megan sekalipun.


Sudah 2 minggu sejak Marsha meminta dirinya menyelidiki Juna. Ini waktu yang cukup lama bagi Tim, karena dia belum yakin kalau Tiffany selingkuhan Juna. Lebih tepatnya, hatinya menolak hal itu. Entah sejak kapan dia jadi sering memikirkan Tiffany. Gadis itu sangat apa adanya. Senyum nya juga sangat menarik. Seminggu ini mengawasi Tiffany, Tim malah sibuk mendokumentasikan fotonya.


Tapi Marsha harus mendapatkan jawaban hari ini. Dia sudah menelepon lebih dari 5x.


"Ya sabar lah sebentar lagi."


"Kamu itu detektif profesional. Ini terlalu lama Tim." omel Marsha di telepon.


"Tapi kamu yakin kalau yang kamu lihat itu Megan?"


"Tentu saja. Kamu pikir aku rabun?"


Tim sedikit menjauhkan ponselnya dari telinga ketika mendengar suara falseto Marsha.


"Apa yang akan anda lakukan kalau ternyata memang Juna selingkuh?" Tanya Tim lebih dulu sebelum memberitahu Marsha.

__ADS_1


"Kamu itu lucu sekali.." Marsha terdiam sesaat di ujung sana. "Tentu saja akan menjaga Juna lebih ketat."


"Jadi informasi apa yang kamu dapat?"


"Bagaimana dengan wanita itu?"


Timothy tahu persis bagaimana reaksi wanita ketika pasangan mereka selingkuh. Klien nya bahkan pernah menyeret pelakor yang menggoda suami nya dari kamar hotel dengan keadaan setengah bugil. Tim hanya takut kalau Marsha bertindak anarki kepada Tiffany.


Marsha terdiam sebentar. "Ngapain saya urusin..yang penting adalah Juna."


Mendengar jawaban Marsha, Tim sedikit lega. Ternyata Marsha memang hanya ingin tau Juna selingkuh atau tidak.


"Oke, saya punya satu nama. Tapi bukan Megan. Cuma saya belum 100% yakin." Jelas Tim.


"Tiffany Marshelia. Karyawan EO biasa."


"Kamu kirim ke saya sekarang buktinya."


Tim memutuskan sambungan teleponnya. Dia mengcopy semua file yang dia miliki mengenai Tiffany dan mengirimkan nya melalui email Marsha.


Tidak lama, Marsha benar-benar mengirimkan uang sebesar 1 M sesuai dengan perjanjian.


Antara senang dan tidak, Tim masih memikirkan Tiffany. Dia juga tetap harus menyelidiki hubungan Juna dengan Megan.

__ADS_1


***


Marsha menatap layar laptopnya dengan tidak, percaya. Semua yang Timothy kirimkan begitu jelas. Juna masuk bersama Tiffany ke sebuah kamar hotel. Dia juga melihat rekaman di mana Juna memeluk Tiffany hanya dengan menggunakan boxer saja.


Karena tidak sanggup melihat lagi, Marsha menutup laptopnya.


"Tiffany Marshelia?"


"Nona, jangan emosi, anda harus tenang." Ken mengingatkan Marsha karena saat ini wajah Marsha memerah.


"Kamu tau apa yang harus kamu lakukan Ken?" tanya Marsha pada bodyguard yang sejak tadi berdiri di belakangnya.


"Anda bisa minta penjelasan lebih dulu pada Pak Juna." saran Ken.


"Come on Ken, Juna bukan tipe yang senang menjelaskan sesuatu."


Ken diam menyetujui perkataan Marsha. Kekasih majikan nya itu begitu unik dan tidak ada dua nya. Dan, laki-laki mana yang mau mengakui kalau dirinya selingkuh?


"Ken, tolong beritahu Jo kalau aku ingin makan malam dengan Juna malam ini di hotel Emerald."


"Baik nona.."


Marsha menutup matanya untuk menenangkan diri. Dia semakin sakit kepala setelah mengetahui fakta baru yang di luar dugaannya.

__ADS_1


__ADS_2