
Seminggu kemudian.
Pemberitaan tentang putusnya Juna dan Marsha sudah tersebar ke seluruh media. Komentar negatif bermunculan, salah satunya menyeret nama Tiffany. Juna sebenarnya tidak ambil pusing soal ini, karena yang terpenting adalah dia sudah bisa berhasil membuat Mom Marsha mengerti.
Flashback on.
Seperti biasa, Juna membawa mom Marsha untuk kontrol di tempat Sam. Mom Marsha alias Ny.Lee sangat senang karena Juna begitu perhatian. Karena itulah setiap kontrol, Juna yang mengantarkannya. Ny Lee sendiri adalah Janda dan kondisi nya tidak begitu baik setelah suaminya meninggal. Itu jadi salah satu alasan kenapa dia begitu berharap supaya Juna bisa menikah dengan Marsha. Ny.Lee sangat senang dengan Juna sampai-sampai dia pernah mengancam bunuh diri ketika Juna minta putus dari Marsha. Tapi kali ini Juna tidak punya pilihan lain. Mau tidak mau dia harus bicara pada wanita yang sudah renta dan lemah itu.
"Keadaan anda baik. Anda harus tetap menjaga pola makan dan olahraga ringan." Saran Sam setelah mengecek kondisi Ny.Lee.
"Thank you Sam, ga sia-sia om Ben sekolah in kamu jauh-jauh." Puji Juna sekaligus menyindir sahabatnya.
"Terima kasih pujiannya ya es batu."
Interaksi keduanya membuat Ny.Lee tertawa. Ada saja tingkah mereka Yang bagaikan Tom and Jerry.
"Sorry, aku sudah selesai praktek, dan harus jemput pacar aku dulu. Kalian silakan lanjutkan." Sam menilik jam di tangannya, lalu memberi ruang pada Juna untuk bicara.
Ya, Juna sudah memberitahu semua pada Sam. Sam setuju membantu Juna dan dia hanya berpura-pura pergi. Sam tetap menunggu di luar untuk mencegah sesuatu terjadi pada Ny.Lee saat Juna mengatakan yang sebenarnya.
"Mom.. Juna ingin bicara sesuatu."
"Ya, katakan saja..jangan terlalu serius." Ny.Lee menepuk punggung tangan Juna karena wajahnya terlalu tegang.
__ADS_1
"Mom, Juna tidak bisa melanjutkan dengan Marsha." Katanya sambil menunduk. Sifat angkuh Juna tidak berlaku jika dia berhadapan dengan orang tua seperti Ny.Lee.
"Kamu bercanda kan Juna? Kenapa tiba-tiba seperti ini? Apa Marsha membuat kesalahan?"
"Enggak mom.. dia sangat baik. Cuma, Marsha bukan pilihan Juna." "Mom pernah muda dan pasti tau rasanya" Ucap Juna dengan nada penuh penyesalan.
"Jun... Marsha memang seperti anak kecil dan manja, tapi kamu perlu mengerti dia."
"Mom, Juna akan terus anggap Mom seperti Mom Juna sendiri, dan Marsha sebagai adik Juna, tidak lebih."
Ny.Lee sudah mengenal Juna lebih ari 20 taun. Sebelum meninggal, ayah Juna sudah menitipkan Juna padanya, jadi dia tau bagaimana karakter anak itu.
"Baiklah Jun. Kamu harus sering mengunjungi kami."
Juna memeluk wanita tua itu dengan perasaan lega. Dia senang karena ternyata tidak terjadi apapun dengannya. Semua yang dia pikirkan tidak terjadi. Kini Juna sudah resmi tidak lagi menjalin hubungan dengan Marsha.
Juna kembali menatap ponselnya. Sudah seminggu ini Tiffany tidak dapat dihubungi. Juna sangat ingin bertemu dengan gadis itu untuk menanyakan kabarnya, tapi dia sangat sibuk. Juna harus menghadapi masalah lain di mana Ericka dan Reno ternyata batal menikah. Ericka shock berat, tapi Reno malah mencari Aeris yang menghilang entah ke mana. Atau, Tiff pergi bersama Aeris? Pikir Juna.
"Pak, ada nona Megan di depan." Jo masuk tanpa mengetuk pintu sehingga membuyarkan lamunan Juna.
"Dia berdua Bobby?" Tanya Juna sambil meletakan bolpoin yang sejak tadi dia mainkan.
"No, sendiri."
__ADS_1
"Suruh masuk, dan kamu tunggu di luar."
Jo menjalankan perintah Juna. Tak lama Megan masuk sambil bercak pinggang. Di tatapnya pria itu dengan kesal.
"Akhirnya kamu putus sama Marsha. Kenapa tidak dari dulu?" Katanya kesal. Megan sebenarnya tidak terlalu dekat dengan Marsha. Mereka hanya dekat karena urusan bisnis saja.
"Apa kalau aku bilang kamu jangan sama Bobby, kamu akan dengarkan?" Juna balik bertanya.
"Jangan membalik pertanyaan dengan pertanyaan."
"Aku ingin kasih tau yang sebenarnya, Meg."
"Kenapa?"
Jo yang begitu penasaran semakin mendekatkan telinga ke arah pintu. Samar- Samar dia mendengar pecakapan Juna. Kasi tau sebenarnya? Juna benar selingkuh dengan Megan? batin Jo.
"Jo, aku pecat kalau kamu masih cari tau." Ucap Juna dari dalam.
Jo segera menjauh. Dia rasa Juna punya indera keenam, karena feeling nya selalu tepat.
"Lihat kan? Semua orang salah paham." Terang Juna sambil menunjuk ke arah pintu. Megan mendekati Juna yang mulai emosi. Dia menepuk pundak Juna sebagai dukungan untuk Juna.
"Kamu sudah pikirkan ini? Meskipun ini berdampak untuk usahamu dan kehidupan aku selanjutnya?" tanya Megan lirih.
__ADS_1
"Ya Meg, aku sudah menentukan pilihan ku." Juna meraih tangan Megan dan menggenggamnya.
'Semoga ini bukan pilihan yang salah.' ucap Juna dalam hati. Dia ingin mengurangi beban pikirannya satu persatu. Tapi, sebelumnya Juna harus memastikan sesuatu.