
Sam berlari ke ruang operasi. Dia segera meninggalkan segala pekerjaannya ketika mendengar bahwa Juna kecelakaan.
Di depan, dia melihat Jo yang bergerak mondar mandir sambil menelepon seseorang.
"Tolong hubungi aku jika sudah sampai. Ini urgen."
Jo mematikan ponselnya ketika melihat Sam datang.
"Kenapa dia bisa kecelakaan?"
"Ini karena ada tikus." "Maksudnya ini karena musuh bisnis Juna." jelas Jo dengan tidak jelas.
"Mana pacarnya? Tiffany?"
"Dia baru saja pergi ke America. Sudahlah, cepat selamatkan Juna." kata Jo kesal.
Sam menyimpan pertanyaan yang lain, karena sekarang dia harus masuk ke dalam.
Di dalam sudah ada 2 dokter yang menangani Juna. Sam mengenakan pakaian operasinya sebelum ikut menangani Juna.
"Kondisi nya kritis. Lukanya menembus paru-paru, jadi harus di lakukan pembedahan." jelas salah satu dokter pada Sam.
"Kemungkinan selamat?" tanya Sam to the point.
"50%"
Sam menghela nafas berat. Juna sungguh sial sekali. Dia hidup sendiri dan harus mengalami ini. Siapa lagi yang akan bertanggung jawab pada Juna sekarang?
"Anda kenal dengan pria ini?"
"Saya temannya. Orang di depan itu sekretarisnya. Bagaimana? Apa kita bisa meminta persetujuan dari sekretarisnya saja?" Sam mengungkapkan pertanyaan nya dengan frustasi.
"Keluarga yang lain?"
__ADS_1
"Tidak ada."
"Kita tidak bisa melakukan operasi."
Sam membungkukkan tubuhnya mendekat ke arah Juna.
"Kamu dengar Jun, cepat lah berkeluarga." "Bila perlu, aku akan tarik Tiffany dan petugas catatan sipil ke sini, jadi bertahanlah." bisiknya di telinga Juna.
Setelah itu, dia kembali keluar untuk menemui Jo.
"Juna harus di operasi dan butuh persetujuan keluarga." jelas Sam pada Jo yang tidak berhenti mondar mandir.
"Aku keluarganya."
"Kamu sekretarisnya." Sam menekankan nada nya supaya jelas.
"Tapi aku ini sudah bagian hidup Juna."
"Astagaa.. cepat berpikir, cari keluarga Juna yang terdekat."
"Megan!" akhirnya Jo mengingat nama Megan.
"Apa hubungan Juna dengan Megan? Kamu jangan ada-ada Jo."
"Dia saudara kembarnya, Sam."
"Saudara kembar?" Kata-kata itu keluar dari mulut Marsha dan bukan Sam.
Marsha datang bersama Ken. Dia hampir pingsan mendengar pengakuan dari Jo. Untung saja ada Ken yang menopangnya.
"Sudahlah, jangan tanya gue. Gue aja ga tau ceritanya. Cepat temui saja Megan. Selamatkan Juna." Teriak Jo yang mulai kesal karena 3 pasang mata yang menatapnya tajam.
"Jo, kamu berhutang banyak sekali penjelasan." todong Marsha.
__ADS_1
Dia memilih duduk di depan ruangan operasi karena saat ini otaknya masih mencerna perkataan Jo.
"Megan ada di ruang VVIP. Kamu ke sana saja." lanjut Jo.
Sam yang masih tidak percaya, mau tidak mau menyuruh salah seorang perawat untuk menemui Megan untuk segera meminta tanda tangannya.
"Aku kembali ke dalam. Kondisi Juna tidak terlalu baik."
***
Jo, Ken, dan Marsha duduk berjejer tanpa mengatakan apapun. Mereka memutuskan untuk tidak berdebat sebelum dokter selesai melakukan operasi.
'Ceklek' Pintu terbuka. Sam dan 2 orang dokter lainnya keluar dengan wajah yang lelah.
Melihat itu, mereka bertiga segera berdiri menghadap Sam.
"Bagaimana Sam?" tanya Marsha lebih dulu.
"Juna akan segera pulih. Kita bisa pindahkan ke ruangan jika dia sudah sadar." jelas Sam sesingkat mungkin. "Jo, nanti malam kamu harus hubungi aku." pesan Sam sebelum pergi. Dia ingin sekali mendengar penjelasan Jo, tapi ada jadwal operasi lagi yang harus dia lakukan.
Kini tinggal Jo, Marsha dan Ken yang masih berdiri menatap kepergian Sam.
Jo baru akan melangkah pergi, tapi Marsha menariknya.
"Cepat jelaskan semua." todong Marsha.
Jo akhirnya menceritakan segala permasalahan yang dia ketahui. Dia bercerita tentang Tim yang pergi bersama Tiffany, dan soal pesan Tim sebelum dia pergi tentang bodyguard yang di sewa Juna.
Marsha mendengarkan dengan serius. Dia tidak pernah mendengar kabar Juna sejak mereka putus. Marsha tidak menyangka kalau Megan adalah saudara kembar Juna dan Tiffany pergi dengan Tim.
"Bagaimana dengan pria itu?" tanya Jo setelah menyelesaikan ceritanya.
"Sudah aku amankan. Biar aku yang urus itu. Hidupku terlalu datar belakangan ini." kata Marsha sambil tersenyum licik.
__ADS_1
"Anda harus cari pria yang bisa stand up comedy." saran Jo sambil memijit kepalanya yang pusing. Dia sudah tidak peduli lagi dengan apa yang akan Marsha lakukan dengan pria itu. Sekarang Jo harus berfokus untuk menunggu dan menjaga Juna.