
Dua tahun kemudian
Tiffany menarik kopernya dengan terburu-buru. Bahkan dia beberapa kali menabrak orang yang berjalan melewatinya.
Di belakang Tiffany, tampak 2 orang pria yang kerepotan mengejar wanita itu.
"Cepat Tim, nanti kita terlambat.." ucap Tiff sambil menengok ke belakang.
"Tiff, awas." pria di sebelah Tim memperingatkan Tiffany sambil menunjuk ke arah depan.
Tiff kembali menegok depan dan..
'Bruk' Dia sukses menabrak tembok sampai terjatuh.
Melihat Tiffany jatuh, Tim langsung berlari menghampirinya. Dia memegang lengan Tiff untuk menarik nya berdiri.
"Ini semua gara-gara kamu." pekik Tiffany sambil memegangi jidat nya yang sakit.
"Kok aku?" protes Tim.
"Ya, kalau kamu kasih tau jauh hari tentang pernikahan Aeris, aku akan langsung pulang."
"Aku cuma manusia biasa Tiff, aku lupa."
"Sudah.. sudah.. kalian jangan ribut." kata pria yang sejak tadi berdiri di samping mereka.
"Diam, Jes." bentak Tiff dan Timothy bersamaan.
Pria blesteran bule itu diam dan sedikit menjauh, memberi ruang kepada Tiffany dan Timothy untuk melanjutkan perdebatan mereka.
__ADS_1
"Jangan menyalahkan orang lain, Tiff. Kamu yang selalu menolak kalau aku ajak pulang ke Indonesia."
Tiffany mendengus kesal. Tim benar. 2 tahun ini dia selalu menghindar jika Tim membahas tentang Indonesia. Segala cara sudah dilakukan pria itu untuk membujuk Tiffany pulang.
Tapi, ini berbeda. Aeris akan menikah dengan Reno.
Dan, Tim malah melupakan undangan penting itu. Dia baru memberitahu Tiff 2 hari sebelum acara.
Ponsel Tim berdering. Selalu saja ada telepon yang masuk di saat yang tidak tepat.
"Halo,," "Oke, aku ke sana sekarang."
"Tiff, ada urusan mendesak sekarang,, aku pergi dulu. Kamu tidak apa-apa pergi dengan Jason?" ucap Tim tidak enak hati.
"Ya,, aku tunggu kamu di sana."
"Jes tolong jaga baik-baik tuan putri ini. Jangan sampai lecet." pesan Tim sebelum pergi.
Tim berlari cepat keluar bandara. Kini tinggal Tiffany dan Jason yang saling menatap.
Jason adalah teman lama Timothy. Mereka bertemu satu tahun yang lalu. Karena sering main ke apartemen, akhirnya Tiff juga bisa dekat dengan Jason. Dan, Tiffany baru tau kalau dia ternyata adalah anak dari Bu Meri, mantan bos nya dulu. Jason pun di undang menghadiri pernikahan Aeris, jadi dia ikut bersama Timothy dan Tiffany.
"Ayo, kita berangkat. Sudah hampir mulai acaranya." Ucap Jason sambil melihat jam tangannya.
Tiffany sempat terdiam beberapa saat sebelum keluar dari mobil. Dia menengok ke kanan kiri, seperti pencuri yang takut ketahuan. Tingkah Tiff ini tentu membuat Jason kebingungan.
"Ada masalah Tiff?"
"Eh, ga ada kok.." Tiffany tersenyum canggung.
__ADS_1
Jason membuka pintu mobil, lalu berputar ke samping untuk membukakan pintu Tiffany.
Tiffany tampil cantik saat ini. Dia menggunakan dress bunga-bunga bewarna hitam, dengan rambut sebahu yang di curly. Meskipun make up nya minimalis, tapi tidak mengurangi kecantikannya.
Jason juga tampil begitu tampan dengan jas hitam. Wajah blesteran dan hidung mancung nya sudah pasti menarik perhatian orang yang baru saja datang.
Jason membantu Tiffany untuk berjalan karena Tiffany tampak kesulitan menggunakan high heels. Dia meminjamkan lengan nya supaya Tiff dapat berpegangan pada Jason.
"Jes, aku mau temui Aeris dulu, apakah bisa?"
"Tentu saja..apa sih yang enggak untuk Tiffany." goda Jason.
"Ih, apaan sih. Gombal." Tiff meninju lengan Jason pelan.
Mereka berjalan menuju ke ruangan di pojok ballroom, alias ruangan pengantin. Jason tertawa geli karena melihat Tiffany berjalan seperti robot.
Ini sungguh berbeda dengan Tiffany yang tadi berjalan di bandara.
"Jangan tertawa. Pegang yang benar." protes Tiff.
Tanpa mereka sadari, seseorang sedang memandang mereka dengan tajam dari kejauhan. Orang itu meremas botol mineral yang di pegangnya melihat kemesraan yang di tunjukan Tiffany dan Jason.
Tiffany segera memeluk Aeris dengan erat. Dia bahkan menangis terharu karena akhirnya Aeris bisa menikah dengan pria yang di cintai nya.
Mereka bercakap-cakap sebentar dan karena acara hampir dimulai, Tiff pamit untuk ke dalam.
"Tiff, kamu sudah bertemu Juna?" tanya Aeris sebelum sohibnya kabur.
"Juna? Dia masih hidup?" Tiff berkaca untuk memperbaiki make up nya yang rusak karena menangis.
__ADS_1
"Wah, kamu tega sekali."
Tiffany memeluk Aeris sekali lagi, tanpa menjawab pertanyaan Aeris. Itu yang dia takutkan sejak tadi ketika datang ke acara ini. Juna Liem. Bagaimana keadaan pria itu sekarang?