Pilihan CEO Tampan

Pilihan CEO Tampan
Ending


__ADS_3

8 bulan kemudian


"Tiff... sakiiit.." Teriak Juna yang merasakan rambut di kepalanya ditarik dengan kuat.


"Sabar pak.." ucap suster di sebelah Juna.


"Cepat, kapan keluarnya?" protes Juna yang sudah tidak sabar menemani proses lahiran Tiffany. Dia tidak menyangka jika para bapak juga akan terkena dampak kekejaman dari istri yang akan melahirkan. Tau begini Juna meminta dokter untuk caesar saja.


"Kamu pikir ini buang air besar?" jawab Tiff sambil sibuk mengatur nafasnya.


"Sudah aku bilang kan, jangan punya anak."


"Kenapa kamu salahkan aku? Katanya tidak apa-apa?"


"Sudah-sudah, kalian jangan bertengkar.." sela dokter yang bingung dengan pasangan suami istri di depannya.


"Jun, aku sudah tidak kuat lagi." ucap Tiffany yang sudah kelelahan.


"Sayang, kamu pasti bisa..ayo.." Juna menggenggam tangan Tiffany.


"Ayo, sekali lagi ya.." dokter memberi aba-aba pada Tiffany supaya dia mengejan sekali lagi.


Tiffany mengejan kuat sambil meremas tangan Juna. Karena perlakuan kasar dari Tiff, Juna ikut berteriak keras.


Dokter dan perawat sampai geleng-geleng kepala menghadapi teriakan Juna. Suaranya Juna bahkan bisa terdengar sampai ujung koridor, melebihi suara Tiffany.


'Oek.. oek..' suara tangisan bayi terdengar memenuhi ruangan.


Mereka semua bernafas dengan lega, khusus nya Juna, karena tangan nya sudah berdarah akibat kuku Tiffany.


"Selamat Tuan dan Nyonya Liem, putri anda sehat dan lengkap."


Juna memeluk Tiffany senang. "Terimakasih sayang.." Dia tidak lupa mencium bibir Tiffany yang masih terlihat lemas.


"Silakan Nyonya.." Dokter memberikan bayi yang masih merah itu pada Tiffany untuk disusui.


"Jun.." langkah Jo terhenti karena melihat Tiffany akan membuka pakaiannya. Juna melotot pada Jo, dan memberi kode supaya dia cepat keluar.


"Aku temui penggangu itu dulu." Sekali lagi Juna mencium bibir Tiffany.


Di depan, Jo sudah menunggu sambil senyum-senyum sendiri. Dia menatap Juna yang tampak sangat berantakan. Kemeja nya kusut, rambutnya berantakan, dan wajahnya pun berkeringat.


"Kamu habis main bola, Jun?" sindir Jo.

__ADS_1


"Rasakan sendiri kalau kamu punya anak, Jo." sahut Juna kesal.


"Selamat ya.. akhirnya kamu jadi bapak juga." Jo memeluk Juna dan langsung kena tampol oleh Juna.


"Hey,, selamat Jun.." Ericka yang mendengar tentang kelahiran Tiffany segera menghampiri Juna untuk mengucapkan selamat.


"Thanks Rick.."


"Aku senang kamu bisa berbahagia dengan Tiffany."


Juna tersenyum penuh arti. Pernikahannya memang belum terlalu lama, dan kadang mereka masih suka meributkan banyak hal, tapi Juna tidak menyesal sama sekali dengan keputusannya untuk memilih Tiffany menjadi istrinya.


"Junaaaaa..."


Mereka semua menengok ke dalam, tepatnya karena Tiffany berteriak.


Para perawat sedang membawa bayi Juna ke box nya ketika ketiga orang itu masak.


"Kenapa sayang?" Juna berlari ke samping Tiffany.


"Aku lapar.. Aku ingin makan bakso."


Jo dan Ericka spontan tertawa. Mereka pikir Tiffany kesakitan atau sedih karena bayinya di bawa, ternyata wanita itu berteriak karena lapar.


Sepertinya Juna perlu banyak kesabaran menghadapi Tiffany.


Jo segera berhenti tertawa, lalu dia pergi menuruti kemauan Juna seperti biasa. Harus cepat.


"Siapa nama anak kalian?" tanya Ericka penasaran.


"Natalie Liem." jawab Juna cepat.


"Bukan kah kamu setuju jika nama anaknya Emily?" protes Tiffany.


Mereka bahkan sudah menyiapkan nama anak kembar untuk persiapan jika seperti Megan yang memiliki anak kembar. Tapi, kenyataannya mereka hanya punya satu anak perempuan.


"Aku kepala keluarganya."


"Aku yang melahirkannya."


"Pokoknya Natalie.. titik."


Ericka geleng-geleng kepala melihat berapa romantisnya pasangan itu.

__ADS_1


"Lebih bagus mana Rick?" Juna dan Tiffany kompak bertanya pada orang yang sejak tadi diam saja di dekat mereka.


Ericka tersenyum gugup. "Maaf, aku masih ada pasien.. Beritahu aku kalau sudah memutuskan ya." Ericka melambaikan kedua tangannya, lalu mengambil langkah seribu.


---------------The end-----------------


(Sekian cerita dari Juna dan Tiffany yang akhirnya punya satu anak yang cantik. Semoga gesrek nya ga seperti Tiffany ya.. karena Juna bisa pusing.. hahahaha..Dan untuk nama anak mereka, akhirnya Juna yang menang. Natalie Liem. Mungkin suatu saat nanti author akan bikin cerita untuk anak Megan dan Juna.. tapi author minta bantu dukungan kalian semua.. untuk tetap ikuti karya-karya yang lainnya.. Terima kasih para readers setia..)


*


*


*


Ekstra part...


Ericka terburu-buru kabur dari kamar Juna hingga dia tidak melihat seseorang yang sedang berjalan berlawanan arah di depannya, sehingga dia menabrak tubuh kekar itu.


"Kenapa begitu buru-buru?"


"Timothy?" Ericka cukup terkejut setelah mengetahui siapa yang dia tabrak.


Pria dengan wajah oriental yang senang sekali menggunakan topi terbalik itu tersenyum lebar pada Ericka. Dia berniat untuk menjenguk Tiffany, tapi dia malah bertemu dengan dokter cantik ini.


"Kebetulan kita bertemu. Aku ingin konsultasi."


"Konsultasi? Baik lah.. ayo ikut ke ruangan ku." Ericka yang tampak masih bingung berjalan lebih dulu ke ruangannya yang tidak jauh dari situ.


Ruangan Ericka sangat bersih, rapi dan wangi. Seperti kebiasaannya, sesampainya di ruangan, Ericka segera menyetel musik instrumen. Dia duduk di kursi putar nya, dan meminta Tim untuk duduk di depannya.


"Apakah kamu patah hati karena Tiffany?" tanya Ericka lebih dulu.


Timothy tertawa kecil. "Bukan Tiffany."


"Lalu?"


Timothy menatap Ericka dalam. Sebenarnya Tim sudah lama menyembunyikan ini. Dan sejauh ini, dia selalu bisa mengatasi dengan baik perasaanya. Tapi satu minggu belakangan, sosoknya selalu muncul.


"Seseorang yang mirip dengan Tiffany tanpa gesreknya." "Dia pintar dan rajin." "Aku tidak bisa melupakan dia." Tim mulai ceritanya dengan suara bergetar.


"Oke, pasti dia sangat berarti untuk mu. Boleh aku tau namanya, Tim?" Ericka memajukan badannya. Dia tampak tertarik dengan cerita dari Timothy ini.


"Ana Wilson."

__ADS_1


Yups, cerita Tim dan Ana Wilson/Julie Wilson akan di tulis dalam novel "Be Honest"



__ADS_2