
Setelah mengantar Tiffany pulang, Juna pergi untuk menemui Megan di apartemen nya.
"Jun.." sapa Megan ketika membuka pintu.
Seperti biasa, Juna masuk tanpa dipersilakan. Dia menengok ke seluruh ruangan. "Mana suami mu?"
"Sedang syuting."
Juna merebahkan diri di sofa. Ini salah satu hal yang membuat Juna ingin mengagalkan pernikahan nya dengan Megan. Bobby bukan pilihan yang terbaik. Sejak pertama bertemu Bobby, Juna sudah dapat menilai kalau Bobby orang yang kurang bertanggung jawab. Ditambah alasan mereka menikah hanya karena kecelakaan yang membuat Megan hamil.
"Sudah lah.. Dia betul-betul sibuk." Megan duduk di sebelah Juna. Dia tahu betul jika saat ini Juna sedang memikirkan dirinya.
"Setelah ini, kamu pindah saja ke rumah." Juna tentu tidak akan membiarkan Megan tanpa pengamanan seperti sekarang.
"Jadi kapan kita akan umumkan ini di media?" tanya Megan sambil menatap Juna.
"Besok malam."
"Apa yang harus aku siapkan?"
"Tentu saja harus berdandan yang cantik. Karena kamu akan dikenal sebagai Megan Liem." Juna mendekat, lalu mengusap lembut rambut panjang milik Megan.
"Aku pasti tidak bisa tidur sekarang Jun." Megan jelas khawatir karena dengan pengumuman mereka adalah saudara kembar, kehidupannya akan jauh berbeda. Juna tidak akan mengijinkan Megan untuk bekerja dalam dunia hiburan lagi. Dan Megan juga harus belajar untuk membantu Juna mengurus perusahaan.
"Akhirnya, semua orang akan tau kalau kamu adik aku."
__ADS_1
"Ya, setelah ini kamu akan lebih leluasa pacaran." sindir Megan. Dia menonjok pelan lengan Juna.
Juna tersenyum senang. Selama ini dia sudah menggengam batu besar yang sangat berat. Dan sekarang akhirnya Juna bisa melepaskan itu satu persatu.
***
"Monyet eh, Juna." jantung Bobby hampir copot ketika Juna yang membuka pintu apartemen nya. Dia segera menjabat tangan Juna sambil tersenyum kaku. "Apa kabar kakak ipar?' tanyanya basa basi.
Juna melepaskan genggaman Bobby dengan kesal. Jika tidak ada Megan, Juna sudah menonjok orang yang ada di depannya.
Megan memeluk suaminya sambil tertawa cekikikan. Suaminya selalu salah tingkah jika berhadapan dengan Juna. Ya, Bobby sudah tau hubungan mereka sejak dia menikah dengan Megan. Karena itu Bobby tidak marah ketika Juna menggendong Megan waktu peristiwa di Jepang.
"Ada apa kakak ipar ke sini?"
"Serius? Katanya ini rahasia?" tanya Bobby bingung.
Juna memperhatikan ekspresi Bobby. Ini jelas tidak menguntungkan untuk Bobby, karena jika sudah masuk dalam keluarga Liem, Bobby tidak bisa berbuat sesukanya.
"Megan akan pindah ke rumah, dan kamu sebagai suaminya juga harus pindah ke sana."
Gleg. Bobby menelan ludahnya. Seharusnya dia senang karena istrinya adalah anak konglomerat, tapi mendengar kata-kata Juna tadi itu terdengar seperti bencana. Tentu saja bencana karena dia akan satu rumah dengan Juna Liem.
"Kenapa kamu sepertinya tidak suka?" Juna menyunggingkan senyum licik.
"Eh, enggak kok.. bagus malah.. Megan jadi bisa dekat sama kamu." Bobby merangkul Megan. "Iya kan sayang?"
__ADS_1
"Aku tidak sabar menunggu kalian untuk pindah ke sana." bisik Juna.
"Sudah lah Jun.. kamu jangan bikin dia takut." bela Megan. Dia tidak tahan lagi melihat Bobby yang sudah pucat pasi.
"Sudah lah, aku pulang dulu." Juna melepaskan pelukan Megan dari suaminya. Giliran dia yang memeluk Megan erat.
"Jaga dirimu baik-baik. Aku akan kirimkan bodyguard besok siang untuk jaga kamu."
"Yang ganteng ya Jun.." tawar Megan.
"Tentu saja, tampan dan bertanggung jawab." sindir Juna lagi.
"Kamu juga hati-hati ya.." Entah mengapa perasaan Megan tidak enak.
"Hati-hati kakak ipar.." Bobby melambaikan tangannya sambil tersenyum lebar.
Mereka baru dapat bernafas lega setelah Juna pergi. Bobby berjalan ke dapur untuk mengambil air. Megan mengikutinya dari belakang.
"Aku khawatir dengan Juna.' kata Megan tiba-tiba.
"Meg, kalian terlalu lebay. Memang apa yang akan terjadi dengan Juna? Kalian itu keluarga mafia atau apa?" omel Bobby. Sejak mengenal Juna, Bobby melihat pria itu baik-baik saja dan tidak ada yang menyerang dia, seperti yang selalu Megan ceritakan.
"Bukan itu Bob.." "Aku khawatir karena sekarang semakin banyak orang yang akan Juna jaga."
"Sayang,, kamu tidak perlu khawatir.. seperti nya hantu pun takut sama Juna." hibur Bobby sambil memeluk istrinya.
__ADS_1