
Ericka masuk ke dalam ruang VIP. Dia melihat Megan tertidur di samping ranjang Juna. Dia berusaha untuk tidak membuat suara, tapi Megan terbangun. Dia mengulet sebentar, lalu menyadarkan dirinya untuk melihat siapa yang datang.
Ericka tersenyum pada Megan. "Halo nona Megan. " sapa nya ramah.
"Hai Ericka.. lama tidak bertemu." jawab Megan sambil menguap. Dia mengantuk karena semalaman tidak dapat tidur nyenyak.
"Jo sudah cerita di depan.. sebaiknya kamu pulang dulu." saran Ericka.
"Kenapa dia ga sadar-sadar?" tanya Megan bingung. "Dia tidur seperti orang mati."
Ericka tertawa. Orang terdekat Juna pasti tau bagaimana cara Juna bekerja. Dia bekerja keras sampai lupa untuk makan dan juga tidur. Karena itu, ketika ada hari libur, Juna akan hibernasi. Itu satu-satunya kesempatan baginya untuk beristirahat. Apalagi saat ini, Juna sedang sakit. Sudah pasti dia menikmati saat-saat bisa tidur panjang seperti ini.
"Dia kuat seperti kamu.. tenang saja, jangan khawatir, nona Megan Liem." bisik Ericka.
Megan beranjak dari kursinya. Dia cukup terkejut mendengar kata-kata terakhir Ericka.
"Gi..mana kamu tau?" tanya Megan terbata.
"Makin banyak orang yang tau,, kalian tidak dapat menghindar terus."
"Kalian jangan berisik."
Megan dan Ericka menengok ke sumber suara. Tampak Juna sudah sadar. Mereka berdua mendekat untuk mengecek keadaan Juna. Ericka menahan Megan yang ingin memeluk Juna, karena dia harus melakukan check up.
"Panggil Jo untuk antar dia ke rumah." perintah Juna pada Ericka.
"Aku tidak mau pergi."
__ADS_1
"Jangan keras kepala. Nanti kamu boleh ke sini lagi setelah istirahat." lanjut Juna masi dengan suara lemah.
Megan akhirnya mengalah. Dia mengambil tasnya, lalu beranjak pergi keluar meninggalkan Juna dan Ericka.
Juna bisa sedikit bernafas lega karena dia memang ingin istirahat dan bicara pada Ericka.
"Kamu masih perlu istirahat 2 hari lagi. Tolong jangan terlambat makan dan hindari makanan yang pedas."
"Rick.." panggil Juna.
Ericka menengok ke arah Juna.
"Mulut mu itu harus di operasi." sindir Juna. Dia belum sempat memarahi Ericka karena membocorkan rahasianya pada detektif swasta itu alias Tim. Hari ini pun Ericka dengan sembarangan bicara pada Megan tentang identitasnya.
"Jun.. kalian itu mau sampai kapan seperti ini? Lagipula kamu bisa sewa banyak bodyguard. Apa yang perlu kamu khawatirkan?" omel Ericka.
Flashback on
Juna kecil mengintip di balik ruang kerja ayahnya. Dia sedang bersama dengan seorang wanita yang membawa anak seusianya. Dia bisa mendengar dengan jelas percakapan mereka karena suara ayahnya cukup keras.
"Bawa dia pergi. Kenapa kamu bawa ke sini lagi?" tanyanya kesal.
"Saya tidak bisa merawat Megan lagi. Megan juga perlu mengenal keluarganya." ucap wanita tua di depan ayahnya. Juna mengenali itu sebagai asisten rumah tangga ayahnya.
Ya, ayah dan ibu Juna bercerai saat Juna lahir. Juna bahkan tidak tau bagaimana wajah ibunya.
"Ijinkan dia beberapa hari saja di sini, lalu aku akan membawa nya pergi."
__ADS_1
"Tidak,bawa dia pergi sekarang juga dan jangan pernah beritahukan identitasnya ke orang lain."
Ayah nya lalu berjalan keluar. Dia membanting pintu dengan keras. Juna bersembunyi di bawah meja di sebelah nya supaya ayahnya tidak melihat dia. Ketika sudah aman, Juna keluar dan menemui kedua orang yang masih berada di dalam.
Gadis itu cantik dan memiliki mata yang mirip dengannya.
"Juna.." Juna mengulurkan tangannya lebih dulu.
"Megan.." katanya malu-malu.
Wanita tua itu berjongkok diantara Juna dan Megan.
"Juna, Megan ini saudara kembar kamu. Kalau kalian sudah besar dan bertemu kembali, tolong jaga Megan ya.."pesan wanita itu pada Juna.
"Kembar?" Juna tampak bingung. Ayahnya bilang dia adalah anak satu-satunya keluarga Liem. Lagipula, wajah Megan tidak mirip dengan wajahnya. Hanya mata mereka saja yang mirip.
"Sudah,, sudah.. kita foto dulu. Nanti kalian simpan satu-satu."
Juna merangkul Megan, lalu wanita tadi memotret mereka dengan kamera polaroid yang ada di ruangan itu.
Dia memberikan satu untuk Juna, satu untuk Megan dan satu dia simpan di tasnya.
"Bibi dan Megan mau ke mana?" tanya Juna sambil menahan tangan Megan.
"Kami mau ke America. Ingat pesan bibi ya.."
Setelah itu, Juna tidak pernah lagi melihat Megan dan asisten ayahnya. Juna menyimpan rahasia itu begitu lama, dan dia baru mengetahui alasan kenapa ayahnya memisahkan dia dari Megan setelah ayahnya meninggal.
__ADS_1