Pilihan CEO Tampan

Pilihan CEO Tampan
Acara Marsha Lee


__ADS_3

Pagi ini Tiffany tidak masuk kerja. Dia sakit. Selamaman dia tidak bisa tidur dan berakhir dengan demam dan pusing.


Aeris merasa bersalah karena kemarin dia meninggalkan Tiffany sendiri. Reno sudah mengecek motornya dan memang betul rem motor Tiffany putus. Dia sudah menghubungi Tim untuk mencari tau siapa yang melakukan itu.


"Tenang saja Tiff.. temen gue sudah selidiki ini." Kata Reno menenangkan.


Aeris datang membawa teh panas untuk Tiff. Dia membantu Tiffany untuk meminumnya.


“Masalahnya itu belum lunas.” Keluh Tiffany.


Ponsel Aeris berbunyi nyaring. Bu Meri calling.. Dia melihat Tiff, dan menyuruh Aeris mengangkatnya.


"Kalian di mana?" Tanya Bu Meri setengah berteriak.


"Tiffany sakit bu dan saya ijin."


"Aduh.. Kok bisa barengan? Ini ada klien besar. Dia mau mengadakan acara di jepang. Ibu minta bantuan kalian."


"Siapa bu?"


"Marsha Lee. Kalau bisa, kalian ke kantor sekarang. Kalau sudah deal, kalian boleh pulang lagi."


Bu Meri memutuskan sambungan sebelum Aeris menjawab. Begitu lah atasan. Mereka tidak bisa melihat situasi. Aeris bengong karena berpikir apa yang harus di lakukan.


"Kenapa?" Tanya Reno yang panik karena Aeris diam saja.

__ADS_1


"Ada klien mau bikin acara di jepang."


"Jepang? Kita ke sana dong.." Timpal Tiffany dengan semangat.


"Jadi?" Tanya Reno lagi.


"Bu Meri bilang harus ke kantor sekarang. Berdua Tiff.."


"Ya sudah.. Aku antar.." Reno bersiap untuk pergi, tapi Aeris menahan tangan Reno.


"Memang bisa bonceng bertiga? Nanti kayak cabe-cabean." Protes Aeris.


"Kan aku bawa mobil." Reno mengacak-acak rambut Aeris. Dia begitu panik tadi sampai lupa kalau Reno menjemputnya dengan mobil.


"Ehem.." Tiff berdehem. Kalau ini tidak di hentikan, maka akan ada kejadian seperti di drama Korea. Dan Tiffany bisa tambah sakit karena baper.


***


Semua memandang Marsha tanpa berkedip. Terutama para pria yang lebih asik memandang wanita cantik itu daripada layar di depan. Marsha tampil bak artis Korea dengan pakaian over all jeans biru muda di padukan dengan kaos putih dan rambut yang di cepol atas.


Ya, Marsha akan mengadakan acara makan malam dengan keluarga besar Lee sekaligus launcing brand kosmetik milik nya.


Tiffany begitu heran. Orang kaya memang tingkah nya unik-unik. Mereka mungkin kelebihan uang sampai bikin acara di luar negeri. Dia juga menerbangkan semua Kru EO bahkan sekaligus mdmbayar hotel nya.


Aeris sudah senyum-senyum sendiri membayangkan akan pergi ke Jepang.

__ADS_1


"Oke deal." ucap Marsha setelah Bu Meri melakukan presentasi.


Semua bersorak senang, kecuali Tiffany. Dia sangat ingin merebahkan dirinya di kasur karena kepalanya makin pusing. Lagipula tanpa ikut acara ini pun dia bisa pergi ke Jepang sendiri. Di rekeningnya masih ada saldo 1 M yang di berikan oleh Juna.


“Permisi bu,,saya mau kembali dulu..” Tiff meminta ijin kepada Marsha.


Marsha tersenyum ramah. “Kamu tunggu sebentar." Marsha tidak mengijinkan Tiffany keluar.


Yang lain sudah keluar satu persatu, tapi Tiff masih duduk dan menunggu Marsha yang masih mencari sesuatu di tasnya.


“Oh ya, kenalkan, saya Marsha Lee..” ucap Marsha tanpa mengulurkan tangan seperti biasa.


“Tiffany.” Jawab Tiff singkat.


Tidak lama, Marsha mengeluarkan sebotol vitamin dan juga sebuah amplop coklat.


“Oh iya, vitamin ini yang terbaik.. kalau kamu minum ini pasti cepat sembuh.” Jelas Marsha sambil menyerahkan itu ke Tiffany.


“Makasi bu..” Tiffany sebenarnya enggan menerima vitamin dari Marsha, tapi apa boleh buat. Tiff masih trauma karena akhir-akhir ini banyak sekali orang aneh di sekitarnya. Ada yang mengajak makan siang dan berpura-pura jadi karyawan, ada yang kasih uang sampai 1M, dan sekarang ada yang kasih vitamin padahal belum kenal. Pandangan Tiff beralih pada amplop coklat di meja.


“Oh iya, saya boleh tanya sesuatu tentang ini?” Marsha membuka satu persatu isi dalam amplop coklat. Ada foto-foto nya bersama dengan Juna. Dari mereka jatuh bersama saat acara Megan, masuk ke kamar hotel, lalu saat Tiff menyerahkan pakaian pada laundry dan insiden Juna memeluknya. Tiffany paling terkejut saat melihat foto Juna memeluknya di taman, dan juga bukti pengantaran buket bunga.


Tiff mencerna di otaknya apa yang sebenarnya terjadi. Tapi makin di pikir, dia malah makin pusing.


“Kamu tau kan Juna itu pacar saya. Kamu selingkuh sama dia?” Tanya Marsha dengan nada yang mulai meninggi.

__ADS_1


“Itu tidak seperti yang anda lihat.. saya dan Juna hanya...”


BRak. Pintu terbuka. Tampak Juna berdiri di depan pintu memandang Tiffany dan Marsha dengan tatapan yang sulit dijelaskan.


__ADS_2