Pilihan CEO Tampan

Pilihan CEO Tampan
Flashback 2


__ADS_3

"Dad.. ada yang Juna ingin tanyakan." Juna memberanikan diri untuk menghadap Tuan Liem di tempat kerjanya.


Sama seperti Juna, Tuan Liem tidak suka banyak bicara. Jadi, jika dia diam, artinya Juna dapat bicara.


"Apa Juna punya saudara kembar?"


BRAK. Tuan Liem menggebrak meja nya. Dia menatap Juna dengan marah.


Tapi Juna sudah membulatkan tekadnya. Dia menyodorkan foto yang sudah mulai pudar.


"Juna Liem!" bentaknya.


"Dad, Juna ingin tau kebenarannya. Dad boleh pukul atau kurung Juna, tapi Dad harus beritahu ini." suara Juna tidak kalah tinggi dari ayahnya.


'Plak' Juna terkena tamparan yang cukup keras. Tapi Juna tidak bergeming juga. Dia sudah pernah mendapatkan yang lebih parah dari sebuah tamparan.


"Kamu tidak perlu tau, Jun. Anggap saja dia sudah mati."


Tuan Liem kembali ke kursinya, lalu duduk di sana. Dia meminum obat yang sudah disediakan di samping meja, karena dadanya mulai terasa sesak.


Setelah beberapa menit kemudian, suasana mulai tenang.


"Jun, kita tidak butuh wanita di keluarga kita." Tuan Liem menatap anaknya dalam.


"Tapi, kenapa Dad sembunyikan semua ini? Megan juga anak Dad kan?" Juna masih tidak mengerti jalan pikiran ayahnya.


"Juna, akan lebih baik jika Megan tumbuh di luar keluarga ini."


"Dad.. Juna masih tidak mengerti."


"Duduk." akhirnya Tuan Liem mengalah. Anaknya sudah remaja sekarang. Jadi, dia harus mengajarkan Juna beberapa hal yang penting.


"Dad tidak berencana menikah dan punya anak, karena Dad tau kalau membangun sebuah keluarga itu harus pada lingkungan yang aman." "Sayangnya, keluarga Liem tidak seperti itu." "Kita tidak tau ada berapa banyak musuh di sana." jelas Tuan Liem sambil menatap foto di ruang kerjanya. Hanya fotonya dan Juna.


"Lalu kenapa Dad menikah?"


"Dad jatuh cinta dengan mom.. tapi itu suatu kesalahan. Dad tidak bisa membiarkan mom dalam bahaya, jadi Dad memutuskan untuk bercerai dan menyuruhnya membawa Megan." "Yakinlah Jun, Dad sayang pada Mom dan Megan."

__ADS_1


Juna sudah mulai mengerti alurnya. Ada alasan kenapa ayahnya tidak ingin orang lain tau identias Megan. Juna sudah melihat sendiri bagaimana ayahnya lolos dari maut karena ulah tikus-tikus di luar sana.


"Kalau Dad ga ada, kamu tidak perlu mencari Megan. Percayalah pada Dad.. dan sebisa mungkin, jangan sampai kamu jatuh cinta."


pesan Tuan Liem. "Dad tidak tau akan hidup berapa lama lagi, jadi kamu harus bisa menghandle semuanya Jun. Dad yakin kamu bisa meneruskan semua ini."


"Dad, Juna minta maaf. Juna sudah salah paham dengan Dad." akhirnya Juna mendapatkan jawaban yang selama ini dipikirkannya.


***


Tak lama setelah itu, Tuan Liem meninggal. Juna cukup tertekan saat itu. Pengacara hanya memberikan surat wasiat ayahnya dan semua harta ayah keluarga Liem jatuh ke tangan Juna. Juna harus menggantikan beban ayahnya sekarang. Dia tidak punya waktu untuk bermain seperti anak-anak lain, hanya Reno, Sam dan Ericka yang mengunjungi Juna sesekali.


"Ini apa Jun?" tanya Ericka saat melihat sebuah foto yang muncul dari buku Juna.


Juna buru-buru memasukan foto itu, dan berpura-pura mengerjakan hal yang lain.


"Jun, kamu bisa cerita ke aku. Jangan simpan semua sendiri." Ericka menepuk pundak Juna. Dia satu-satu nya wanita yang berani mendekati Juna.


"Lebih baik kamu tidak ikut campur." jawab Juna sinis.


"Oke Jun,, cerita kapan pun kamu mau." Ericka tidak memaksa Juna lagi.


Ericka cukup terkejut dengan apa yang didengarnya. Ya, Juna sebatang kara. Dia tidak punya siapapun kecuali para pelayan dan bodyguard ayahnya.


"Tentu saja, kecuali kalau kamu memang ingin hidup sendiri." jawab Ericka sambil menatap Juna. "Apakah kamu punya adik?"


Juna mengangguk. Ericka menutup mulutnya, karena dia tidak percaya dengan apa yang Juna katakan.


Juna akhirnya mengeluarkan foto tadi dan memberikannya pada Ericka. Ericka mengamati keduanya dengan tatapan masih tidak percaya.


"Namanya Megan. Kami kembar. Tapi aku tidak tau dia ada di mana." ucap Juna sedih.


Ericka lagi-lagi hanya bisa melongo karena pengakuan Juna. Dia mengembalikan fotonya pada Juna. Rasanya dia tidak sanggup untuk mengetahui hal yang lain lagi tentang keluarga Liem.


"Jun, aku janji aku tidak akan bicarakan ini pada siapapun." Ericka membuat kode jika dia akan menutup rapat mulutnya.


"Thanks Rick. Untuk saat ini aku belum bisa cari dia. Urusan Dad banyak sekali dan aku harus bereskan semua."

__ADS_1


"Baik lah Jun..hubungi aku kalau kamu butuh bantuan."


Sejak itu, Juna memutuskan untuk mencari kembarannya. Megan Liem.


***


*


*


*


Author mau menampilkan visual nih.. mo'on maap kalau ketinggian visualnya.. 🤣🤣



Juna Liem



Tiffany



Timothy



Marsha Lee



Dr. Ericka



Megan

__ADS_1



Jo


__ADS_2