Pilihan CEO Tampan

Pilihan CEO Tampan
Kantor Tiffany


__ADS_3

Marsha segera membereskan semua fotonya secepat kilat, lalu memasukannya sembarangan ke tas.


“Sayang.. kok kamu di sini?” Marsha merangkul lengan Juna dengan manja menunjukan kepemilikannya.


Juna yang masuk hanya menatap Tiffany yang masih duduk dengan wajah pucat.


“Kamu tidak merencanakan sesuatu kan nona?” tuduh Juna. Dia mendapat telepon dari Reno yang bertanya kenapa Marsha bikin acara di EO Gold.


Karena itu lah, Juna segera pergi meninggalkan kerjaannya, untuk mengecek Marsha.


“Maaf, nona Marsha hanya memberikan saya ini..” Tiffany bangkit berdiri sambil menunjukan vitamin yang di beri oleh Marsha.


Juna hanya tersenyum sinis. Dia merebut vitamin dari tangan Tiffany dan memasukannya ke saku celananya.


“Kamu keluar saja..” ucap Juna pada Tiffany.


Tiffany berjalan keluar mengikuti perintah dari Juna. Sebenarnya dia sangat ingin bicara dengan pria itu untuk menjelaskan semuanya, tapi mungkin ini bukan waktu yang tepat. Tiffany tidak mau menjadi orang ketiga di antara mereka, karena biasanya orang ketiga itu adalah setan.

__ADS_1


Setelah Tiffany pergi, Marsha melepaskan tangan Juna. Juna berjalan untuk mengunci pintu ruangan, lalu memilih duduk di salah satu bangku di sana, karena kaki nya masih sakit akibat kejadian kemarin.


“Ternyata benar itu kamu.” kata Juna masih dengan pandangan yang dingin.


"Maksudnya apa Jun?"


“Kenapa suruh orang ikutin aku?”


“Untuk memastikan kamu selingkuh atau enggak." Akhirnya Marsha mengaku pada Juna. Cepat atau lambat, Juna pasti akan tau apa yang Marsha lakukan. "Ku pikir kamu selingkuh sama Megan, tapi apa? Ini lebih parah.” Jawab Marsha dengan kesal. Tiffany hanya gadis biasa, jadi dia berbeda jauh darinya, bagai langit dan bumi.


Juna melonggarkan dasinya. Sejak awal, dia sudah menebak jika Orang yang mengikutinya adalah suruhan Marsha untuk menyelidiki Megan. Karena itu, Juna sengaja memeluk Tiffany di taman dan memberinya bunga hanya untuk kamuflase. Tapi setelah makan malam kemarin, Juna jadi ragu akan teorinya. Marsha memang benar. Ada banyak orang yang mengincar untuk mencelakai Juna dan orang-orang yang berada dekat dengan Juna.


"What? Aku ga mungkin setega itu Jun." Marsha mendekat pada Juna, lalu memegang tangan kekasihnya.


"Mars.." "Kita akhiri saja." ucap Juna lirih.


“Juna” teriak Marsha. Dia segera memeluk Juna yang masih duduk di kursi dengan erat. “Aku ga ada niat seperti itu Jun.. aku cuma mau pastiin aja.. dan mau selesaikan ini baik-baik sama Tiffany.”

__ADS_1


Setelah Juna tiba-tiba kabur saat makan malam kemarin, Marsha menyuruh orangnya yang lain untuk mengikuti ke mana Juna pergi. Ternyata Juna pergi ke tempat kerja Tiffany. Dia juga mendapatkan informasi jika Juna menyuruh bodyguard nya untuk menjaga Tiffany. Itu sebabnya sekarang Marsha ingin bicara pada gadis itu.


Di sisi lain, Juna hanya terdiam saja. Pikirannya melayang entah ke mana. Dia sudah menuduh Marsha yang mau mencelakakan Tiffany dan juga vitamin yang mau diberikan Ke Tiffany ini bisa mengancam nyawanya. Selama ini Juna selalu menaruh curiga pada orang-orang di sekelilingnya, tapi sejauh ini Marsha tidak pernah berbuat hal yang nekat. Tapi kalau bukan Marsha, siapa?


"Mars,, kita perlu sudahi ini. Kamu tahu sendiri, semua orang yang ada di dekat aku akan celaka."


Marsha menggeleng dalam dekapan Juna. "Aku punya banyak bodyguard. Jadi itu tidak masalah."


Sulit. Itu hal yang Juna rasakan saat ini. Pacaran dengan Marsha bukan semata keinginan Juna sendiri. Salah satu alasan Juna sulit untuk berpisah dari Marsha adalah karena Nyonya Lee alias mom Marsha. Mom Marsha saat ini sakit dan umurnya sudah tidak akan lebih dari 1 tahun lagi.


"Jun, aku janji ga akan selidiki kamu dengan Megan atau Tiffany lagi."


"Mars, singkirkan kepalamu." Juna merasa risih karena pelukan dari Marsha terlebih karena kaki Marsha menyenggol kakinya yang terluka.


"Kamu ikut ke Jepang kan Jun?"


"Kita lihat nanti." Juna merapikan kemejanya, lalu membuka pintu ruangan. Tampak Ken berdiri di depan dengan wajah penasaran.

__ADS_1


"Jaga Marsha lebih baik Ken, sepertinya aku tidak akan lama bersama Marsha." pesan Juna.


__ADS_2