Preman Cantik Di Nikahi CEO

Preman Cantik Di Nikahi CEO
17. Teman Lama


__ADS_3

Acara makan siang itu memang gagal, tapi kakek Wira akan membuat Leon dan Luna menikah sesuai rencananya. Dia akan mencari tahu lebih dulu siapa Luna dan siapa bapaknya Luna. Yang katanya juga preman, Leon sudah pergi ke kantor lebih dulu.


Sedangkan kakek Wira masih di restoran tersebut dan dia pun menghubungi Riko.


"Halo tuan, ada apa?"


"Kamu kemari di restoran, kamu sudah makan?"


"Saya mau memesan makanan."


"Batalkan, cepat kemari dan makan denganku."


"Apa tuan Leon sudah pergi?"


"Dia sudah pergi, cepatlah kemari. Aku ingin bicara tentang rencanaku itu."


"Baik tuan."


Klik!


Kakek Wira menutup sambungan teleponnya, dia menunggu Riko datang menemuinya di tempat restoran. Menghela nafas panjang, dan rasanya dia sudah lelah sekali harus menghadapi cucunya. Jika Sherly tidak selingkuh di depan matanya dan juga memanfaatkan uang Leon, dia juga akan merestuinya.


Pandangan kakek Wira menewarang, tiba-tiba dia ingat anak dan menantunya yang meninggal karena kecelakaan. Saat itu dia sedang berada di luar kota, mengunjungi makam ibunya yang berada di Jogja.


Mendengar kabar dari pembantunya di rumah, sedangkan waktu itu Leon masih berada di luar negeri menempuh pendidikan. Entah apa yang membuat mobil yang di kendarai kedua anak dan menantunya itu bisa mengalami kecelakaan. Polisi juga mencari tahu tentang kecelakaan itu, karena merada janggal.


Tapi kakek Wira tidak mau memperpanjang urusannya dengan polisi dan juga membiarkan kasus itu di tutup. Padahal temannya yang berpangkat irjen di kepolisian mau membantunya. Mungkin karena dia merasa syok anak dan menantu yang dia sayangi itu meninggal secara mendadak.


"Tuan menunggu lama?" sapa Riko yang baru saja datang.


"Tidak masalah. Duduklah Riko, aku mau membicarakan tentang rencana selanjutnya." kata kakek Wira.


"Apakah pertemuan tadi berjalan lancar tuan?" tanya Riko.


"Lancar apa? Bahkan mereka sudah saling kenal dan pernah bertemu. Keduanya sama-sama kekeh tidak mau di jodohkan, bahkan Leon tahu kalau Luna itu seorang preman." kata kakek Wira.


"Ooh, jadi tuan Leon dan Luna sudah pernah bertemu? Lalu, anda mau merubah rencana atau melanjutkan rencana sebelumnya?" tanya Riko.


"Tetap jalankan rencana semula. Tapi kita harus cari tahu dulu asal usul Luna, Luna bilang bapaknya juga seorang preman. Cari tahu juga apa benar pekerjaannya seorang preman juga." kata kakek Wira.

__ADS_1


"Maaf tuan, orang suruhan saya menyelidikinya juga. Dan memang bapaknya Luna itu seorang preman dulunya, tapi dia sekarang penjaga parkiran di sebuah toserba. Kadang juga di pasar yang berbeda dengan anaknya." kata Riko.


"Kenapa kamu tidak memberitahuku, Riko?"


"Maaf tuan, saya hanya tidak mau anda jadi membatalkan rencana semula setelah tahu bapaknya Luna seorang preman juga. Dulu preman di takuti sama semua preman, tapi sekarang dia menjadi tukang parkir." kata Riko.


"Jadi begitu."


"Ya tuan."


"Riko, kamu ingat dengan kejadian kecelakaan anak dan menantuku?" tanya kakek Wira.


"Ya tuan, memang kenapa dengan peristiwa nahas itu?" tanya Riko heran.


"Aku ingin bertanya lagi pada kepolisian, kata mereka kecelakaan itu janggal. Kemungkinan itu di sengaja atau ada yang menabrak mobil anakku." kata kakek Wira.


"Tuan, apa sebaiknya tanya ke irjen Agus lebih dulu. Dulu kan beliau yang menyarankan untuk menuntut menyelidiki siapa pelaku yang menabrak atau sengaja membuat rusak mobil tuan Barata dan nyonya Rani." kata Riko menyarankan..


"Ya, aku juga mau mengunjungi dia. Sekarang dia sudah pensiun, jadi aku bisa kesana kapan saja." kata kakek Wira.


"Iya tuan."


"Ya sudah, kamu makan dulu. Minggu besok kita ke rumah Irjen Agus, aku akan menghubungi dia lebih dulu."


Tuuut


Ternyata masih tersambung, lama kakek Wira menunggu teleponnya di jawab. Hingga sebuah suara masuk dengan sapaan ramah.


"Halo?"


"Aah, apa anda lupa dengan saya?" tanya kakek Wira.


"Hahah, tuan Wira kupikir anda sudah lupa denganku. Dan nomor ponsel anda sudah bukan milik anda lagi, maafkan saya."


"Ooh, hahah! Ya ya, maaf kalau saya mendadak menghubungimu pak Irjen. Saya ingin berkunjung ke rumahmu, kamu ada di rumah?"


"Saya selalu ada di rumah saja tuan Wira. Pekerjaan saya sekarang memelihara burung di rumah. Dan tentu saja saya sangat senang anda berkunjung ke rumah saya. Kapan akan datang?"


"Minggu besok, saya ingin silaturahmi dan juga menanyakan sesuatu sama kamu." kata kakek Wira.

__ADS_1


"Ya, siap siap tuan Wira. Saya akan tunggu anda minggu besok dengan senang hati."


"Ya sudah, saya hanya mau memberitahukan itu saja. Maaf sebelumnya saya baru menghubungimu."


"Hahah! Saya maklum tuan Wira. Anda sangat sibuk sekali meski di usia sudah bukan muda lagi. Hahah!"


"Ya, benar. Kalau begitu, saya tutup teleponnya."


"Ya.".


Klik!


Kakek Wira menutup sambungan teleponnya, dia memasukkan ponselnya dan melihat Riko selesai makan.


"Kamu selesai makan?"


"Sudah tuan."


"Kalau begitu, antarkan aku pulang. Supir sudah aku suruh pulang tadi, niatku nanti ikut pulang dengan Leon. Tapi anak itu terlihat terburu-buru sekali." kata kakek Wira.


"Tadi sempat tanya pasa sekretarisnya tuan, kalau tuan Leon ada temannya berkunjung ke kantornya." kata Riko.


"Siapa temannya? Apakah gadis model itu?" tanya kakek Wira.


"Bukan, dia datang dari luar negeri. Katanya teman kuliahnya dulu." jawab Riko.


"Kalau sampai Leon berani membawa gadis itu, aku tidak akan segan-segan memecatnya dari pekerjaannya." kata kakek Wira.


"Tuan Leon tahu kalau anda melarang nona Sherly datang ke kantornya. Makanya tuan Leon bekerja dengan baik dan tidak pernah mengizinkan kekasihnya itu datang ke kantornya." kata Riko.


"Kamu sepertinya berpihak pada Leon, Riko. Apa kamu mau berhianat padaku?"


"Hahah! Maaf tuan, saya hanya ingin anda tahu kalau tuan Leon selalu mengerjakan pekerjaan dengan baik. Kalau soal masalah tuan Leon dengan nona Sherly, saya juga tidak setuju." kata Riko.


"Baguslah, jangan sampai kamu lengah kalau gadis itu memaksa datang ke kantor Leon." kata kakek Wira.


Riko hanya mengangguk mengerti, dia juga tetap mengawasi Leon dan juga rekening Leon yang biasa di gunakan untuk membayar tagihan barang-barang yang di beli Sherly.


_

__ADS_1


_



__ADS_2